Kendaraan melintas dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Senin (8/8/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia triwulan II-2022 terhadap triwulan II-2021 tumbuh sebesar 5,44 persen (y-on-y). | ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Tajuk

Eling lan Waspodo

Sejauh ini, Indonesia disebut Presiden Jokowi mampu menghadapi tantangan krisis global.

Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Penularan virus tersebut masih terjadi sporadis di beberapa negara dengan tingkat kematian, yang masih mengancam kesehatan warga global.

Jika penularan virus masih mengancam, dampak pandemi belum membuat kondisi kesehatan pulih sepenuhnya. Aspek kesehatan dan sektor ekonomi masih dirasakan sejumlah negara. Dampak pandemi Covid-19 masih terasa, ujian berikutnya menyusul.

Konflik Rusia-Ukraina sejak Februari 2022 menjadi tantangan banyak negara. Kedua negara, sumber gandum dan gas yang dibutuhkan banyak negara, utamanya di kawasan Eropa. Ketika kedua negara bertikai, pasokan pangan dan energi membuat goyang banyak negara.

Diprediksi, 107 negara terdampak krisis akibat pandemi ataupun perseteruan Rusia-Ukraina. Bahkan, beberapa negara diproyeksikan bangkrut bila tak dapat memulihkan stabilitas perekonomian dan politik internal negara mereka.

 

 
Diprediksi, 107 negara terdampak krisis akibat pandemi ataupun perseteruan Rusia-Ukraina.
 
 

Jika kondisi ini berlanjut, sejumlah lembaga ekonomi memprediksikan krisis berdampak pada 553 juta jiwa warga dunia. Mereka terancam mengalami kemiskinan ekstrem. Sebanyak 345 juta jiwa di antaranya kekurangan pangan dan kelaparan.

 

Ancaman krisis global ini tidaklah mudah ditangani. Efek transmisi bakal saling menular dan memengaruhi. Hanya negara dengan kekuatan ekonomi domestik yang tangguh dan stabilitas nasional terjaga, bakal bertahan dari gempuran krisis global ini.

Di mana posisi Indonesia dalam krisis global ini? Tentu kita berharap Indonesia baik-baik saja.

Sebagaimana pidato Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD tahun 2022 di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (16/8), Indonesia tetap harus berhati-hati dan waspada atas efek transmisi risiko krisis global. Eling lan waspodo.

 
Ancaman krisis global ini tidaklah mudah ditangani. Efek transmisi bakal saling menular dan memengaruhi. 
 
 

Sejauh ini, Indonesia, dia sebut mampu menghadapi tantangan krisis global.

Sejumlah indikator makroekonomi nasional menguatkan klaim itu. Laju inflasi sukses dikendalikan pada kisaran 4,9 persen, di bawah rata-rata inflasi ASEAN sekitar tujuh persen dan inflasi di negara-negara maju di kisaran sembilan persen.

Perekonomian nasional tumbuh positif. Sektor-sektor strategis semisal manufaktur, perdagangan, dan transportasi bergeliat selepas pandemi. Pada kuartal II 2022 tumbuh di 5,44 persen dengan neraca perdagangan surplus selama 27 bulan berturut-turut.

Surplus perdagangan semester I 2022 tercatat Rp 364 triliun. Capaian yang baik di tengah gejolak perekonomian global. Tantangan kemudian adalah mewujudkan hilirisasi industri. Ekspor barang mentah mesti disubstitusi dengan barang bernilai tambah.

 
Surplus perdagangan semester I 2022 tercatat Rp 364 triliun. Capaian yang baik di tengah gejolak perekonomian global. 
 
 

Mewujudkan rantai pasok bagi ekosistem kelistrikan merupakan salah satu ikhtiar tersebut. Industri nikel mesti terhubung dengan industri kendaraan listrik. Nikel dan kendaraan listrik hanyalah salah satu dari strategi hilirisasi industri.

Selain persoalan energi, ketahanan pangan menjadi kekuatan penopang kedaulatan suatu negara. Produksi bahan pangan utama yang mencukupi bagi kebutuhan dalam negeri, tidak lagi mengandalkan impor, adalah modal.

Industrialisasi dan hilirisasi SDA menjadi kata kunci bagi daya tahan dari empasan krisis global. Kekuatan lain yang dimiliki Indonesia adalah bonus demografi. Jumlah penduduk yang banyak dengan dominasi anak muda usia produktif menjadi kekuatan pasar tersendiri.

Mereka penggerak perekonomian nasional dalam menghadapi kompetisi global. Dibutuhkan sinergi agar potensi tadi menjadi kekuatan Indonesia. Momentum pemilu pada 2024 mesti dimanfaatkan agar stabilitas politik dan sosial seiring dengan ketahanan ekonomi.

Tujuh puluh tujuh tahun menjadi pelecut bagi bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat merupakan keniscayaan. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Jangan Lupa Soal Kebersamaan

Para pendiri bangsa ini telah memberikan teladan untuk bahu-membahu, saling membantu menghadapi tekanan penjajah.

SELENGKAPNYA

Di Balik Layar Panggung Ekonomi Digital

Relasi dalam ekosistem digital Indonesia saat ini, masih belum seimbang.

SELENGKAPNYA

Jatuh Sawit Petani Rakyat

Dalam kisruh tingginya harga minyak goreng inilah terjadi tragedi: jatuhnya harga sawit petani rakyat.

SELENGKAPNYA