Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (tengah) didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Rektor Universitas Airlangga M Nasih (kanan) menekan tombol tanda dimulainya Uji Klinis Vaksin Merah | ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.

Nasional

Nasib Vaksin Merah Putih Digantung

Keberlanjutan penelitian Vaksin Merah Putih ditentukan BPOM.

JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merancang anggaran sebesar Rp 88,5 triliun untuk transformasi kesehatan tahun 2023. Anggaran tersebut dari alokasi anggaran kesehatan secara keseluruhan Rp 169,8 triliun tahun depan.

Meski begitu anggaran transformasi kesehatan tersebut menurun dari tahun 2022 yang Rp 96,8 triliun karena ada pengurangan pengadaan vaksin sebesar Rp 10 triliun. "Kami telah menyusun transformasi kesehatan karena belajar dari krisis-krisis sebelumnya, saat krisis terjadi adalah saat yang tepat melakukan reformasi," kata Menkes Budi Gunadi dalam jumpa pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023 yang dipantau secara daring, Rabu (17/8).

Ia memerinci anggaran transformasi kesehatan 2023 dialokasikan Rp 6,06 triliun untuk transformasi layanan primer melalui edukasi penduduk, pencegahan primer, pencegahan sekunder, serta meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan primer.

Kemudian untuk transformasi layanan rujukan sebesar Rp 18,15 triliun melalui peningkatan akses dan mutu layanan sekunder dan tersier. Serta transformasi sistem ketahanan kesehatan senilai Rp 1,48 triliun untuk meningkatkan ketahanan sektor farmasi dan alat kesehatan serta memperkuat ketahanan tanggap darurat.

"Dengan transformasi sistem kesehatan kami pastikan industri kesehatan kita siap jika terjadi pandemi kembali dari hulu ke hilir dan kami ingin pastikan kita ada tenaga cadangan kesehatan," ujar dia.

Budi melanjutkan anggaran juga dialokasikan untuk transformasi sistem pembiayaan kesehatan senilai Rp 49 triliun dengan tiga tujuan, yakni tersedia, cukup, dan berkelanjutan, alokasi yang adil, serta pemanfaatan yang efektif dan efisien.

Untuk transformasi sumber daya manusia kesehatan dianggarkan Rp 4,18 triliun, yang akan digunakan dalam penambahan kuota mahasiswa, beasiswa dalam dan luar negeri, serta kemudahan penyertaan tenaga kesehatan dalam dan luar negeri.

Selanjutnya, kata dia, anggaran transformasi teknologi kesehatan dialokasikan Rp 540 miliar untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan bioteknologi di sektor kesehatan. Sementara untuk kegiatan rutin senilai Rp 9,04 triliun, yang meliputi belanja pegawai, belanja operasional perkantoran, dan belanja tupoksi non transformasi.

Sementara itu, berkurangnya anggaran untuk pengadaan vaksin juga berdampak dalam penelitian vaksin di Indonesia. "Penelitian vaksin aslinya butuh waktu selama 12 bulan, harusnya (penelitian Vaksin Merah Putih) sampai tahun depan," kata peneliti utama Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga Dominic Husada.

Ia mengatakan, tim peneliti dari Universitas Airlangga masih menunggu surat resmi dari kementerian atau pihak berwenang yang mengurus persoalan keuangan penelitian vaksin bahwa memang tidak ada dana untuk tahun depan.

"Sebab kami harus memodifikasi dan menghubungi subjek ini untuk pemberitahuan," kata dia.

Dominic mengatakan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair sejak 12 Mei 2020 hingga saat ini telah memasuki uji klinik fase 3 berupa injeksi kedua pada 4.005 subjek manusia. Evaluasi dilakukan setelah sebulan injeksi kedua.

Selain itu, tim peneliti juga melakukan akselerasi uji klinik vaksin untuk pemanfaatan dosis penguat atau booster pertama. Dominic berharap seluruh tahapan penelitian vaksin berplatform inactive virus atau virus yang dilemahkan itu bisa rampung sesuai jadwal pada akhir tahun 2022.

photo
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyampaikan sambutan saat Kick Off Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih di Aula Fakultas Kedokteran Unair di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/6/2022). Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih yang melibatkan 4.005 relawan dan berlangsung selama enam bulan tersebut diharapkan dapat menjadi vaksin booster dan vaksin COVID-19 untuk anak sebagai upaya dalam membangun kemandirian bangsa khususnya di bidang farmasi. - (ANTARA FOTO/Moch Asim/rwa.)

"Harapannya, kalau tahun depan tidak bisa, akhir tahun ini sebagian besar data penting sudah didapat," katanya.

Seluruh kewenangan terkait keberlanjutan penelitian Vaksin Merah Putih akan ditentukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berdasarkan hasil laporan yang disampaikan tim peneliti secara berkala. Sejumlah indikator penilaian di antaranya faktor keamanan dan dapat meningkatkan kadar antibodi untuk melawan Covid-19, sehingga dapat melindungi masyarakat dari sakit berat bahkan kematian akibat Covid-19.

"Dengan situasi sekarang ini, memang kecil kemungkinan (penelitian) lewat akhir tahun ini," katanya.

DKI terbanyak

Sementara itu, per Selasa (16/8), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah pasien di Indonesia bertambah sebanyak 5.869 orang. Tambahan paling banyak berasal dari DKI Jakarta, sebanyak 2.462 orang.

Dengan tambahan tersebut, jumlah akumulatif kasus Covid-19 di Indonesia sejak kasus infeksi virus corona pertama diumumkan pada Maret 2020 sampai sekarang seluruhnya 6.292.231 kasus. Jumlah akumulatif penderita Covid-19 yang sudah sembuh tercatat bertambah 5.803 menjadi seluruhnya 6.082.732 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah 25 menjadi total 157.277 orang.

Penderita Covid-19 yang masih menjalani karantina dan perawatan pada Selasa tercatat sebanyak 52.222 orang, bertambah 41 orang dari hari sebelumnya. Pemerintah masih menjalankan upaya pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19, termasuk melaksanakan vaksinasi dan mengampanyekan penerapan protokol kesehatan.

Pemerintah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau dosis penguat kedua pada tenaga kesehatan serta mendorong masyarakat menjalani vaksinasi dosis ketiga.

Waspada, Krisis Pangan di Depan Mata

Produktivitas pangan berbanding lurus dengan kesejahteraan petani dan peternak.

SELENGKAPNYA

Kejar Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah memungkinkan menambah anggaran bansos PKH.

SELENGKAPNYA

Risiko Resesi Indonesia Kecil

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain, bahkan di antara negara G-20.

SELENGKAPNYA