Anak menabung untuk bersedekah. (ilustrasi) | Tahta Aidilla/Republika

Perencanaan

Beri Contoh Baik pada Anak

Anak-anak adalah peniru yang baik. Maka, orang tua harus memberi contoh kebiasaan yang baik.

OLEH DESY SUSILAWATI

Mengatur dan mengelola berbagai hal yang ada dalam keseharian ternyata dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi saat ini. Contohnya saja dengan mengelola keuangan dengan baik, mengelola bahan makanan yang ternyata dapat menghemat pengeluaran, dan merawat kesehatan dengan rutin dapat mencegah kesakitan yang menelan anggaran yang tidak sedikit. 

Mendisiplinkan diri dalam mengelola keuangan tentu diperlukan pada zaman yang kerap terjadi kenaikan harga ini. Namun, hal itu membutuhkan latihan sehari-hari agar menjadi kebiasaan yang baik dalam keluarga.

Menurut perencana keuangan Agustina Fitria, untuk membiasakan hal baik yang diperlukan adalah motivasi untuk menjadi lebih baik. Motivasi juga muncul biasanya dari pihak lain yang punya pengaruh atau adanya pengalaman traumatis pada masa lalu. Setelah ada motivasi, dilanjutkan dengan langkah-langkah kecil untuk menjalani secara rutin, minimal selama 30 hari.

"Misalnya, dalam mengelola keuangan, langkah itu adalah mencatat uang masuk dan uang keluar selama 30 hari terus-menerus," ujarnya kepada Republika, awal pekan ini.

Jika Anda punya kelemahan dalam konsistensi dan disiplin, dia menyarankan untuk mengajak pasangan untuk melakukannya. Jika tidak ada pasangan, bisa juga menggunakan alat yang memudahkan. "Misalnya, aplikasi perbankan yang terhubung langsung ke fitur pencatatan keuangan. Jika belum ada aplikasi, bisa gunakan catatan manual dan catatan itu selalu dekat atau dibawa ke manapun dan me-review penggunaan uang dalam sehari."

photo
Pegiat literasi Rita Kustari Koesma memberikan materi bahasa inggris kepada anak di Rita Home Library (RHL), Jalan Bukit Raya Atas, Cidadap, Kota Bandung, Ahad (7/8/2022). Perpustakaan RHL tersebut mengoleksi sebanyak 17 ribu buku berbahasa inggris. Perpustakaan rumahan ini menjadi ruang alternatif bagi warga sekitar untuk berinteraksi dan meningkatkan minat baca serta memahami bahasa asing melalui dunia pustaka. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Langkah identifikasi anggaran jadi salah satu keuntungan dalam aksi mencatat tersebut agar jika ada kesalahan, tidak diulangi lagi. Fitri juga menyebutkan, selain mencatat, pengecekan saldo tabungan, tagihan kartu kredit, investasi, dan pengeluaran lain perlu diperhatikan. "Buatlah kebiasaan baru ini menjadi kegiatan yang mudah atau otomatis," kata Fitri.

Jangan lupa, ujar Fitri, untuk membuat langkah-langkah kecil untuk mencapai. Misalnya, target berhemat Rp 50 ribu setiap hari atau target menambah income Rp 2 juta setiap bulan. Di sisi lain, adalah mencegah kebiasaan buruk dilakukan kembali. "Bergabunglah dengan komunitas yang mendukung kebiasaan baik sehingga ada kawan yang saling mengingatkan." 

Untuk anak-anak, Fitri mengatakan, mereka adalah peniru yang baik. Maka, orang tua harus memberi contoh kebiasaan baik. "Anak akan lebih mudah untuk menirunya daripada jika orang tua hanya memberi tahu."

Psikolog anak Ine Indriani pun mengatakan hal serupa dan menyarankan orang tua memberikan contoh daripada kata-kata. Orang tua sebaiknya memberikan contoh menghemat uang. "Orang tua perlu konsisten apa yang diperbuat dengan apa yang dikatakan." 

Orang tua juga perlu berstrategi, misalnya, untuk pengelolaan biaya penjemputan anak dan makan siang. Orang tua bisa membuatkan bekal untuk anak yang menyehatkan, juga menghemat uang. Karena itu, orang tua dituntut kreatif, sehingga anak tertarik untuk mengonsumsi bekalnya.

Meski begitu, dia menyarankan, meski orang tua perlu konsisten dan komitmen terhadap yang mereka putuskan, mereka diharapkan tidak mendesak diri sendiri. 

photo
Warga bersama anak-anak mengupas kulit kayu khombow di Kampung Babrongko, Distrik Ebungfau, Jayapura, Papua, Kamis (11/8/2022). Kulit kayu khombow tersebut digunakan sebagai bahan dasar pakaian adat (malo), ikat kepala, konde, tas, dan media lukisan bagi masyarakat adat Suku Sentani. - (ANTARA FOTO/Sakti Karuru/YU/tom.)

"Juga jangan nge-push diri kita untuk tidak sama sekali jajan di luar. Kalau kita tidak bisa komit, jadi justru kita bisa jadi lebih kelepasan," kata Ine.

Sesekali jajan atau makan di luar bisa saja dilakukan, tapi tetap terkontrol. Karena itu, Ine mengatakan, agar digariskan strategi dan mengetahui kapasitas diri kita. "Jangan terlalu ketat. Pelan-pelan, lebih konsisten." 

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga kesehatan keluarga, termasuk anak-anak. Itu sebabnya, kata Ine, sebaiknya orang tua mengingatkan anak untuk memakai masker saat bermain dan di berbagai kesempatan saat orang-orang berkumpul. Siapkan pula masker pengganti, tisu basah, tisu kering, hand sanitizer, dan tidak berbagi makanan. 

Ketika anak melakukan hal baik dan sesuai, misalnya, anak bisa menjaga kesehatannya, berikan pujian. Menurut dia, anak senang mendapat pujian. Selain itu, lebih baik lagi ada dukungan dari pihak sekolah untuk mengingatkan dan ada poster untuk menjaga kesehatan. "Itu akan sangat membantu. Walaupun sudah berusaha, bisa kena juga. Orang tua juga perlu hati-hati."

Karena itu, strategi persiapan keuangan dan pencegahan dengan vitamin sangat diperlukan. Jangan lupa siapkan dana darurat jika tiba-tiba anak sakit dan harus ke dokter. "Perlu berkomitmen kita berhemat, anak juga melihat kita. Ajarkan anak menabung seperti yang dicontohkan oleh orang tuanya. Ketika masih punya tabungan, kita juga tidak terlalu mengeluh di depan anak. Tidak menjadi contoh buruk," kata dia.

Tema Pokok Alquran

Surah al-Fatihah telah mengandung tema pokok yang dibahas terperinci dalam berbagai surah Alquran.

SELENGKAPNYA

Batavia Menjiplak Amsterdam

Bukan hanya nama Batavia diputuskan di Belanda, tapi juga pembangunan kota dirancang dari Kota Amsterdam.

SELENGKAPNYA

Membantu Orang Zalim

Semoga kita dijauhkan dari orang-orang zalim dan jangan menjadi bagian dari kezaliman.

SELENGKAPNYA