ILUSTRASI Muharram adalah satu dari empat bulan haram dalam kalender Islam | DOK arabiccalligraphygenerator

Hikmah

Keutamaan Puasa Tasua-Asyura

Puasa Tasua dan Asyura kala Muharram adalah sunnah Nabi SAW yang memiliki sejumlah keutamaan.

OLEH HASANUL RIZQA

Ada sejumlah puasa yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Beberapa di antaranya adalah puasa Tasua dan Asyura. Semua amalan itu dilakukan pada bulan Muharram, masing-masing pada tanggal 9 dan 10. Untuk tahun 2022 M, keduanya berturut-turut jatuh pada hari ini, Ahad (7/8), dan Senin (8/8).

Muharram sendiri adalah salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Islam. Adapun ketiga bulan lainnya ialah Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Rajab. Keempat bulan itu sangat dihormati. Rasulullah SAW melarang umat Islam untuk berperang di dalamnya.

Puasa Tasua dan Asyura kala Muharram pun adalah sunnah Nabi SAW. Berikut ini beberapa keutamaan amalan tersebut.

photo
ILUSTRASI Latar sejarah puasa Asyura berkaitan dengan kisah Nabi Musa AS dan Bani Israil - (DOK WIKIPEDIA)

 

Hapus Dosa

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura itu dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.” Dalam redaksi yang lain, dikatakan bahwa beliau menyatakan, “Puasa Asyura bisa menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” (HR Muslim).

Kepada para sahabatnya, Nabi SAW juga pernah menyampaikan, seandainya diri masih diberi umur selama satu tahun ke depan oleh Allah SWT, maka beliau akan melaksanakan puasa pada 9 Muharram. Demikianlah besar keunggulan amalan-amalan ini dalam pandangan Rasul SAW.

Nilai Historis

Sebelum turun surah al-Baqarah ayat 183, puasa Asyura ditetapkan oleh Nabi SAW sebagai sebuah amalan wajib bagi umat Islam. Dengan turunnya firman Allah tersebut, maka puasa Asyura berubah statusnya menjadi sunah, sedangkan puasa Ramadhan-lah yang wajib dikerjakan kaum Muslimin.

Sejarah puasa Asyura juga berkaitan dengan peristiwa hijrah. Setelah beberapa bulan di Madinah, Rasulullah SAW melihat kaum Yahudi setempat melaksanakan puasa tiap 10 Muharram. Beliau bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian berpuasa?” Jawabnya, inilah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun silam.

photo
ILUSTRASI Puasa Asyura dikatakan dalam sebuah hadis, dapat menghapus dosa-dosa - (DOK AP Anupam Nath )

Rasa Syukur

Ya, puasa orang-orang Yahudi Madinah tiap tanggal 10 Muharram itu dilakukan karena mereka bersyukur atas selamatnya Nabi Musa dan Bani Israil dari Mesir. Mendengar pernyataan itu, Nabi SAW mengatakan, dirinya lebih berhak terhadap Nabi Musa daripada Yahudi. Sebab, beliau-lah yang diutus oleh Allah untuk melanjutkan tugas kenabian dari rasul-rasul terdahulu.

Itulah mulanya puasa Asyura disunahkan bagi kaum Muslimin. Pesan pentingnya mensyukuri segala pemberian dari Allah terlihat jelas sebagai hikmah amalan ini. Melalui shaum pula, setiap insan yang beriman dapat lebih peka pada nikmat makanan, minuman, serta kesehatan.

Muhammad Natsir: Pahlawan dan Pendidik Teladan

Tidak banyak orang mengenal Muhammad Natsir sebagai guru dan pendidik sejati.

SELENGKAPNYA

Aparat Diminta Tegas Berantas Judi Daring

Polda Metro Jaya meminta masyarakat melaporkan situs yang menawarkan permainan judi daring.

SELENGKAPNYA

Jet Tempur dan Kapal Perang Cina Lintasi Selat Taiwan

Cina memulai latihan militer terbesar yang pernah digelar di sekitar Selat Taiwan pada Kamis.

SELENGKAPNYA