Personel keamanan berjaga-jaga di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beijing, Selasa (2/8/2022). | AP/Ng Han Guan

Kabar Utama

06 Aug 2022, 03:50 WIB

Jet Tempur dan Kapal Perang Cina Lintasi Selat Taiwan

Cina memulai latihan militer terbesar yang pernah digelar di sekitar Selat Taiwan pada Kamis.

TAIPEI – Cina melanjutkan latihan militernya di sekitar Selat Taiwan pada Jumat (5/8). Sejumlah pesawat tempur dan kapal perang milik Beijing bergerak lebih berani dengan melintasi garis median Selat Taiwan, yakni perbatasan tak resmi antara Beijing dan Taipei.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Taiwan dalam pernyataan resminya menyebut beberapa pesawat tempur dan kapal perang Cina berlatih di sekitar Selat Taiwan pada Jumat pukul 11.00 pagi waktu setempat. Latihan militer Cina itu disebut telah melintasi garis median selat.

“Latihan militer ini, apakah itu peluncuran rudal balistik atau penyeberangan yang disengaja dari garis median selat (Taiwan), adalah tindakan yang sangat provokatif,” kata Kemenhan Taiwan, Jumat (5/8).

Sebelumnya sangat jarang terjadi pesawat tempur dan kapal perang Cina melintasi garis median Selat Taiwan. Aktivitas “penerobosan” perlahan meningkat setelah Cina pada 2020 lalu menyatakan bahwa tak ada lagi perbatasan tidak resmi.

photo
Personel keamanan berjaga-jaga di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beijing, Selasa (2/8/2022). - (AP/Mark Schiefelbein)

Cina memulai latihan militer terbesar yang pernah digelar di sekitar Selat Taiwan pada Kamis (4/8). Latihan yang diagendakan berlangsung hingga Ahad (7/8) itu dilaksanakan hanya sehari setelah Ketua House of Representatives Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berkunjung ke Taipei.

Pelosi dan lima anggota Kongres AS lainnya diketahui melakukan kunjungan ke sejumlah negara Asia sejak awal pekan. Pelosi dan rombongan tiba di Tokyo pada Kamis (4/8) malam setelah mengunjungi Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan. Ketika berada di Taipei pada Rabu (3/8), Pelosi mengatakan, AS berkomitmen terhadap demokrasi di Taiwan. Kunjungan Pelosi ke Taiwan itu membuat Cina makin geram.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan, angkatan bersenjatanya beroperasi seperti biasa dan tetap melakukan pemantauan. “Kami tidak mencari eskalasi, tapi kami tidak mundur ketika menyangkut keamanan dan kedaulatan kami,” katanya.

Terakhir kali Negeri Tirai Bambu meluncurkan rudal ke perairan sekitar Taiwan terjadi pada 1996. Latihan militer Cina kini telah memperpanas situasi di sekitar Selat Taiwan.

Cina diketahui mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun, Taiwan berulang kali menyatakan diri sebagai negara merdeka dengan nama Republik Cina. Taiwan selalu menyebut bahwa Beijing tidak pernah memerintahnya dan tak berhak berbicara atas namanya. Situasi itu membuat hubungan kedua belah pihak dibekap ketegangan dan berpeluang memicu konfrontasi.

Akibat latihan militer tersebut, Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi menyatakan, sebanyak lima dari sembilan rudal balistik yang diluncurkan militer Cina jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Menurut Kishi, rudal Cina sebelumnya tak pernah jatuh atau mendarat di ZEE Jepang.

Okinawa merupakan sebuah pulau paling selatan Jepang yang berdekatan dengan Taiwan. Menyusul kejadian itu, Kishi mengungkapkan, negaranya sudah melayangkan protes ke Beijing lewat saluran diplomatik. “Ini masalah serius yang memengaruhi keamanan nasional kami,” ujar dia.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan, latihan militer Cina yang ditujukan ke Taiwan merupakan "masalah besar" yang mengancam perdamaian dan keamanan regional. Kishida mengatakan, peluncuran rudal harus segera dihentikan.

Penerbangan terdampak

Beberapa maskapai penerbangan telah membatalkan penerbangan ke Taipei dan mengalihkan rute lainnya menggunakan wilayah udara terdekat. Wilayah udara yang digunakan dalam latihan tersebut relatif kecil. Namun, gangguan tersebut menghambat perjalanan antara Asia Tenggara dan Asia Timur Laut. 

photo
Tangkapan layar dari siaran televisi pemerintah Cina, CCTV, menunjukkan peluncuran misil dari lokasi yang tak disebutkan dalam latihan militer di selat Taiwan, Kamis (4/8/2022). - (CCTV/AP)

Korean Air Lines telah membatalkan penerbangan antara Seoul dan Taipei pada Jumat (5/8) hingga Ahad (7/8). Sementara itu, Singapore Airlines telah membatalkan penerbangan antara Singapura dan Taipei pada Jumat. Singapura akan terus memantau situasi untuk penyesuaian. 

Maskapai Jepang, ANA Holdings dan Japan Airlines, masih mengoperasikan penerbangan ke Taipei. Namun, mereka menghindari wilayah udara yang terkena dampak pada penerbangan tersebut, termasuk rute ke Hong Kong dan Asia Tenggara.

Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific Airways, menghindari zona wilayah udara yang ditentukan di sekitar Taiwan. Sementara itu, Philippine Airlines, maskapai kargo FedEx Corp, dan United Parcel Service Inc juga masih melayani rute penerbangan ke Taiwan dengan menghindari daerah yang terkena dampak latihan militer.

Pemerintah Cina akan menjatuhkan sanksi kepada Ketua House of Representatives AS Nancy Pelosi. Hal itu sebagai reaksi atas kunjungan Pelosi ke Taiwan. “Kunjungan Pelosi ke Taiwan adalah manipulasi politik yang terang-terangan serta pelanggaran mencolok dan serius terhadap kedaulatan serta integritas teritorial Cina. Menanggapi kolusi dan provokasi AS-Taiwan, serangan balasan Cina wajar saja,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Cina Deng Li, Jumat.

Deng menekankan, Cina akan melakukan segala hal dengan semua konsekuensinya untuk mempertahankan integritas wilayahnya. Beijing belum mengungkapkan sanksi yang bakal dijatuhkan kepada Nancy Pelosi.

Pelosi mengunjungi Taiwan pada Selasa (2/8) lalu. Ia menjadi pejabat tertinggi AS yang melakukan lawatan ke Taipei dalam 25 tahun. Cina memprotes keras kunjungan tersebut. Sesaat setelah Pelosi mendarat di Taiwan pada Selasa malam lalu, Beijing menggelar latihan militer gabungan di Selat Taiwan.

Pelosi pada Jumat mengatakan, Cina tidak berhak mencegah kunjungan pejabat AS ke Taiwan. Menurut Pelosi, Cina telah mencoba mengisolasi Taiwan dari dunia luar. “Mereka mungkin mencoba mencegah Taiwan mengunjungi atau berpartisipasi di tempat lain, tetapi mereka tidak akan mengisolasi Taiwan dengan mencegah kami bepergian ke sana,” kata Pelosi.

Pelosi mengatakan, perjalanannya ke Taiwan tidak bertujuan untuk mengubah status quo pulau itu. Perjalanannya bertujuan untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan. Pelosi pun memuji demokrasi Taiwan, termasuk kemajuannya dalam keragaman dan kesuksesan dalam teknologi dan bisnis. Di sisi lain, Pelosi mengkritik pelanggaran Cina terhadap perjanjian perdagangan, proliferasi senjata, dan masalah hak asasi manusia.


Cina Tembakkan Rudal di Selat Taiwan

Taiwan sejauh ini memilih menahan diri dan tidak menginginkan adanya eskalasi.

SELENGKAPNYA

AS Tegas Dukung Taiwan, Cina Meradang

Kunjungan Pelosi memicu kemarahan Cina.

SELENGKAPNYA
×