Jamaah haji Indonesia gelombang 1 usai menunaikan ibadah sholat Zuhur berjamaah di Masjid Nabawi, Selasa (14/6/2022). | A Syalaby Ichsan/Republika

Kabar Tanah Suci

Suka-Duka Pelayan Imam Masjid Nabawi

Hasan berangkat demi memenuhi panggilan tugas di Masjid Nabawi.

OLEH ACHMAD SYALABY ICHSAN

Di sebuah gedung cokelat tepat di depan pintu 309 Masjid Nabawi, Hasan Tata Abbas sedang menyiapkan kebutuhan Syekh Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim.

Pria asal Banten itu kerap membantu kebutuhan salah seorang imam Masjid Nabawi tersebut dari menyiapkan ruangan hingga sandal. Tak hanya itu, Hasan kerap menemani sang imam menjamu para tamunya. Hasan sigap menyiapkan teh dan segala sesuatunya bagi sang imam.

Sebagai pelayan, Hasan bekerja dari Subuh hingga Isya. Hasanlah yang membukakan pintu ruangan imam hingga sang imam kembali pulang. Menurut Hasan, setiap imam memiliki seorang pelayan yang diperbantukan. Saat ini, ada tujuh orang imam di Masjidil Haram, Makkah; dan Masjid Nabawi di Madinah.

Menurut Hasan, mereka bertugas memimpin shalat fardhu dan memberikan khutbah. Pemimpin mereka adalah Syekh Abdurrahman as-Sudaisy. Setiap imam merupakan seorang syekh yang sudah lulus program doktoral untuk pendidikan agama. Status mereka ditetapkan oleh kerajaan.

Hasan menjelaskan, setiap imam memiliki pengamanan yang terbilang ketat. Ada pasukan khusus berbaret merah yang bertugas mengawal sang imam, baik di kediamannya maupun di Masjid Nabawi. “Ada asykari berbaret merah yang mengawal syekh,” ujar Hasan saat berbincang dengan Republika, beberapa waktu lalu.

photo
Sejumlah umat muslim mengikuti kajian Islam di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Rabu (8/5/2019). ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj. - (ANTARA FOTO)

Hasan melamar kerja di Arab Saudi lewat Kafil (Sponsor) bin Laden Group karena alasan ekonomi pada 2001. Saat itu, Hasan menjalani seleksi dan wawancara untuk ditempatkan di Masjid Nabawi.

Hasan yang punya latar belakang pendidikan di salah satu pesantren salafiyah di Banten itu pun lolos seleksi. Adanya permintaan tenaga pelayan dari salah satu imam memantik minat Hasan untuk ikut serta menjalani seleksi lanjutan. “Saya ikut interview, alhamdulillah bisa bekerja di sini sampai sekarang,” kata dia.

Meskipun berstatus sebagai pelayan, Hasan mengaku bangga dengan tugasnya. Hasan bisa menjalankan ibadah shalat di Masjid Nabawi setiap waktu. Berdasarkan sejumlah hadis, orang yang melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, kata dia, diganjar pahala seribu kali lipat dibandingkan shalat di tempat biasa.

Ayah tiga anak ini pun isa bekerja dekat dengan makam Rasulullah SAW dan para sahabat. Keistimewaan lainnya, Hasan bisa masuk ke Raudhah dan shalat di taman surga itu selama menunjukkan kartu identitasnya.

photo
Hasan Tata Abbas, pelayan imam Masjid Nabawi, di Madinah, Arab Saudi. Pria asal Banten itu kerap membantu kebutuhan salah seorang imam Masjid Nabawi tersebut dari menyiapkan ruangan hingga sandal. - (A Syalaby Ichsan/Republika)

Setiap musim haji, Hasan juga bisa ikut beribadah haji lewat jalur khusus. Saat Masjid Nabawi harus ditutup akibat Covid-19, Hasan justru menjadi bagian dari pekerja masjid yang boleh beribadah di sana.

Di antara semua keistimewaan tersebut, Hasan menjelaskan, ada satu yang membuat dia enggan untuk berhenti bekerja di masjid dan pulang ke Tanah Air. “Saya dijanjikan syekh untuk dimakamkan di Baqi. Saya akan tetap berada dekat dengan Rasulullah,” ujar Hasan dengan mata berkaca-kaca.

Hanya saja, bekerja jauh dari keluarga juga membuat Hasan merasakan kerinduan akan kampung halaman. Dia mengaku ingin merasakan kembali semaraknya budaya merayakan Idul Fitri di Tanah Air. Rasa rindu tersebut sempat terobati pada tahun 2020. Ketika itu, Hasan pulang ke Banten untuk menjenguk keluarganya.

Pandemi yang melanda hampir seluruh belahan dunia berdampak pada ditutupnya penerbangan di banyak negara. Salah satunya, yakni Arab Saudi. Hasan pun harus menunggu bertemu keluarganya selama masih ada pandemi.

photo
Hasan Tata Abbas, pelayan imam Masjid Nabawi, di Madinah, Arab Saudi. - (A Syalaby Ichsan/Republika)

“Untungnya saya masih tetap menerima gaji dan mendapat tunjangan Covid-19 dari Pemerintah Saudi. Jadi, masih bisa makan lah,” kata dia.

Pada Maret 2021, Pemerintah Arab Saudi hendak memulangkan warganya yang sempat terjebak di Jakarta. Nama Hasan tertera dalam daftar warga yang bisa berangkat ke Arab Saudi.

Meskipun berat karena meninggalkan istri yang masih mengandung, Hasan berangkat demi memenuhi panggilan tugas di Masjid Nabawi. "Anak saya belum bertemu bapaknya sampai sekarang," kata dia.

Judi Daring Masih Marak

Pemblokiran 15 game online yang memuat unsur perjudian bukan yang terakhir.

SELENGKAPNYA

Panglima: Super Garuda Shield Perkuat Diplomasi

Latihan dilakukan untuk menguatkan diplomasi Indonesia dengan dunia internasional.

SELENGKAPNYA