Petugas Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh melihat hasil Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) produk makanan abon ikan yang proses produksi secara bersih dan halal di Banda Aceh, Aceh, Kamis (14/10/2021). | ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

Ekonomi

04 Aug 2022, 06:30 WIB

KNEKS Gandeng Malaysia Kembangkan Industri Halal

Kinerja serta proyeksi ekonomi syariah di Indonesia, Malaysia, dan lainnya dinilai telah membaik.

JAKARTA -- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Halal Development Corporation Berhad (HDC) Malaysia berkolaborasi dalam integrasi industri halal bilateral. Direktur Industri Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar mengatakan, kedua negara sepakat bahwa hubungan kerja sama antarnegara dapat mempercepat pengembangan ekonomi syariah dunia.

"Setiap negara memiliki keunggulan dan keunikan yang dapat memberikan manfaat ekonomi melalui kolaborasi strategis," kata Afdhal dalam keterangan pers, Rabu (3/8).

Afdhal telah berdiskusi dengan Chief Industry Development Officer HDC Malaysia, Hanisofian. Dalam diskusi tersebut, keduanya berbagi pandangan yang sama untuk mendorong sektor keuangan syariah dalam mendanai sektor industri halal.

Keduanya sepakat ini merupakan isu strategis dalam pengembangan ekonomi syariah. Sebagai negara pemimpin dalam perekonomian syariah dunia, Indonesia dan Malaysia memandang kolaborasi ini diperlukan untuk menjawab tantangan dan isu yang dihadapi.

 

Dalam State of Global Islamic Economy Report 2021/2022, keduanya menempati posisi lima besar dalam perekonomian syariah dunia. Afdhal menyambut baik iktikad Malaysia untuk menjalin kerja sama.

Ia menyampaikan, halal mengandung nilai keberlanjutan untuk diterapkan dalam pengembangan industri dan perekonomian suatu negara. Terlebih, banyak negara dunia sudah mulai memanfaatkan ekonomi halal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di negaranya.

Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang berfokus menyusun Masterplan Industri Halal Indonesia yang akan menjadi arah strategis pengembangan industri halal Indonesia 2022-2029. KNEKS menyusun masterplan tersebut bersama Bank Indonesia, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

"Ini akan berisi strategi besar pengembangan industri halal yang terintegrasi lintas stakeholders di seluruh Indonesia," katanya.

Arah strategis di dalamnya akan menjadi rekomendasi kebijakan dalam penyusunan rencana kerja pemerintah jangka menengah dan panjang. itu sesuai dengan cita-cita Indonesia menjadi pusat produsen halal dunia pada tahun 2024.

Saat ini, Pemerintah Indonesia menggenjot 13 program prioritas untuk mewujudkan impian tersebut. Salah satunya, KNEKS bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah melaksanakan kodifikasi data produk halal untuk perdagangan internasional.

Chief Industry Development Officer Halal Development Corporation Berhad (HDC) Malaysia, Hanisofian, menyampaikan, pihaknya akan menginisiasi Indonesia-Malaysia Halal Forum sebagai wadah bertukar informasi pengembangan industri halal. Forum tersebut bertujuan memperkuat ekosistem industri halal di kedua negara.

 

"Kita bisa angkat topik seputar regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia, kerja sama dagang antarnegara wilayah, potensi industri, dan aspek pendukung lainnya," kata Hanisofian.

Di Malaysia, HDC memiliki peran mengoordinasi dan menyinergikan seluruh inisiatif strategis pengembangan industri halal. Dengan kata lain, HDC memiliki keterlibatan strategis dalam pembangunan industri halal bersama lembaga publik, swasta, akademisi, dan komunitas di Malaysia.

Kinerja serta proyeksi ekonomi syariah di Indonesia, Malaysia, dan lainnya dinilai telah membaik. Ini akan diikuti arus pergerakan produk, jasa, dan modal investasi dan teknologi yang lebih besar.

Dengan begitu, kerja sama antara kedua negara merupakan bentuk kolaborasi yang diperlukan untuk mengakomodasi percepatan pengembangan ekosistem ekonomi syariah, bermula di regional Asia Tenggara. Semua itu juga memanfaatkan potensi ekonomi serta momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. 


Telkom Raih Pendapatan Rp 72 Triliun

Telkom terus mengembangkan infrastruktur tidak hanya di domestik, tapi juga internasional.

SELENGKAPNYA

Wapres: Konversi BPD Riau Harus Beri Nilai Tambah

Bank Riau Kepri Syariah siap untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

SELENGKAPNYA

NFA Siapkan Harga Acuan Jagung

Upaya ekstensifikasi dapat dilakukan di provinsi utama penghasil jagung.

SELENGKAPNYA
×