Seorang tentara Houthi menembakkan senapan mesin di kendaraan militer selama protes terhadap serangan pimpinan AS terhadap posisi Houthi, di Sana. | EPA-EFE/YAHYA ARHAB

Internasional

Empat WNI Jadi Korban Serangan di Bab al-Mandeb

Otoritas Yaman menyatakan empat tewas termasuk seorang WNI dalam serangan.

JAKARTA — Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menerima laporan resmi terkait adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan drone ke Kapal MV Tihamah di perairan Bab el-Mandeb, Yaman, pada Selasa (11/8/2026). Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang mengatakan, ada tiga WNI yang menjadi anak bah kapal (ABK) di kapal nahas tersebut.

Yvonne mengatakan, dari penelusuran yang dilakukan KBRI di Muscat, dari tiga WNI yang menjadi korban penyerangan kapal tersebut dua di antaranya sudah teridentifikasi. “Satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan,” kata Yvonne kepada Republika, di Jakarta, pada Rabu (12/8/2026). ABK tersebut, saat ini dalam kondisi aman dan tak memerlukan perawatan di rumah sakit. 

Satu ABK lainnya, kata dia saat ini dalam perawatan. “Sementara ada satu ABK lainnya yang mengalami luka-luka dan hingga kini masih mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun sudah dalam kondisi yang stabil,” ujar Yvonne. 

Kata Yvonne, masih ada satu ABK WNI lainnya yang hingga kini dalam status hilang. Belum ada kepastian apakah satu WNI tersebut meninggal dunia atau tidak. KBRI di Muscat, kata Yvonne masih terus melakukan penelusuran.

“Satu ABK WNI lainnya memang masih ada yang belum ditemukan. Sejumlah sumber menyebutkan ABK tersebut menjadi salah satu korban meninggal dunia. Namun dalam hal ini, KBRI di Muscat terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Yaman dan pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi lebih lanjut,” kata Yvonne. Kata dia, pun KBRI di Muscat terus melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan kapal untuk memastikan nasib satu ABK WNI yang belum ditemukan itu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan WNI di Kemenlu Heni Hamidah juga menyampaikan akan terus memantau perkembangan atas kondisi para ABK WNI tersebut. Termasuk kata dia, dengan memastikan pemenuhan hak dasar perlindungan warga negara. “Termasuk mengupayakan penanganan ABK WNI yang mengalami luka untuk mempersiapkan fasilitas kepulangan ke Tanah Air,” ujar Heni. Kata dia, pihak keluarga dari para ABK WNI itu, pun sudah dalam jalur komunikasi dengan Kemenlu untuk pemberian pendampingan.

photo
Peta Laut Merah - (Public Domains)

Otoritas Yaman menyatakan bahwa kelompok Houthi menembakkan rudal ke sebuah kapal di Selat Bab el-Mandeb Selasa (11/8/2026) ini, menewaskan empat orang. Satu di antara yang meninggal dilaporkan merupakan warga negara Indonesia.

Anadolu Agency melaporkan, Kementerian Transportasi dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyebutkan bahwa kapal berbendera Yaman, Tihamah, dihantam tiga kali oleh rudal balistik saat melintasi jalur perairan strategis tersebut, yang menyebabkan kapal terbakar dan mengalami kerusakan materiil.

Korban tewas mencakup tiga awak kapal asal Pakistan dan satu pelaut asal Indonesia, sementara empat orang lainnya terluka, ujar kementerian tersebut. 

Seorang anggota tim penyelamat juga mengalami cedera. Kementerian menyatakan bahwa pasukan Houthi menembakkan rudal lain ke arah kapal saat tim penyelamat berupaya menjangkau para awak, dalam upaya untuk mengganggu operasi penyelamatan dan menimbulkan lebih banyak korban jiwa. 

Pihak kementerian mengecam serangan Houthi tersebut sebagai "kejahatan teroris" dan menyatakan bahwa tindakan itu mengancam keselamatan pelayaran maritim serta perdagangan internasional. Kementerian menyebutkan bahwa penargetan kapal yang mengangkut pasokan pangan itu merupakan bagian dari "kampanye Houthi yang kian meningkat, yang menyasar pelabuhan, infrastruktur sipil di wilayah yang dikuasai pemerintah, serta kapal-kapal komersial yang melayani wilayah-wilayah tersebut." 

photo
Tangkapan layar dari video di media sosial terkait serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak Saudi, Sabtu (25/7/2026). - (x)

Mereka memperingatkan bahwa serangan semacam itu menimbulkan ancaman langsung terhadap pasokan pangan dan barang konsumsi bagi jutaan warga Yaman, baik di wilayah yang dikuasai pemerintah maupun di wilayah yang dikuasai Houthi. 

Belum ada tanggapan segera dari pihak Houthi terkait serangan tersebut. Bab al-Mandeb merupakan pintu gerbang menuju Laut Merah yang terletak di sisi Semenanjung Arab yang berlawanan dengan Selat Hormuz.

Dengan tertutupnya Selat Hormuz akibat tindakan Iran, perhatian kini kembali tertuju pada Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb di ujung selatan Yaman, yang menjadi jalur alternatif bagi Arab Saudi untuk mengapalkan minyaknya.

Selat Bab al-Mandeb, dalam setahun terakhir memang menjadi perairan paling berbahaya di dunia. Situasi itu menyusul perang sporadis yang terjadi antara kelompok bersenjata Houthi di Yaman, dengan pemerintah Yaman dan Arab Saudi. Selat el-Mandeb menjadi semakin berbahaya menyusul perang antara Amerika Serikat (AS) bersama zionis israel dengan Republik Islam Iran. Dalam perang tersebut, pemerintahan di Teheran memerintahkan militernya untuk menutup total Selat Hormuz.

Militer Iran, pun memastikan akan mengebom setiap kapal-kapal berbendera asing yang melintas di Selat Hormuz. Selat Hormuz yang berada di Teluk Persia di antara Iran dan negara-negara Arab itu merupakan jalur perairan terpadat dalam rantai pasok energi bahan bakar dan gas cair ke seluruh dunia. Penutupan Selat Hormuz itu sangat memengaruhi ketahanan dan suplai energi ke seluruh dunia, dan sangat berdampak pada pasokan bahan bakar minyak dan gas ke wilayah Eropa. 

Penutupan Selat Hormuz itu membuat negara-negara Teluk, terutama Arab Saudi penyuplai utama bahan bakar dan gas cair ke seluruh dunia mengandalkan perairan el-Mandeb sebagai jalur pasok. Jalur tersebut berada di antara  Yaman dan Somalia di perairan Aden. Kelompok bersenjata Houthi di Yaman yang terafiliasi dengan militer di Iran, juga berkali-kali memastikan akan menghancurkan setiap kapal-kapal yang melintas di Selat el-Mandeb itu.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat