Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) mengalungkan medali emas kepada perenang Indonesia Fajar Nur Hadianto usai meraih posisi pertama pada final renang gaya dada 50 meter putra kategori SB4 ASEAN Para Games 2022 di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Te | ANTARA FOTO/Aji Styawan

Liputan Khusus

04 Aug 2022, 11:02 WIB

Quo Vadis Atlet Difabel

Pengurus NPCI diminta mendata agar pemerintah bisa membantu mengarahkan masa depan atlet lebih baik.

SEMARANG -- Para atlet difabel yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di level internasional maupun nasional tidak boleh 'susah' dan harus bisa terjamin masa depannya. Karena itu, Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) diminta ikut membantu memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan para atlet difabel berprestasi dalam mewujudkan masa depannya yang lebih baik.

"Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan memperhatikan masa depan para atlet difabel yang sangat potensial dan mampu berprestasi di level nasional maupun internasional," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada penyerahan tali asih sebagai penghargaan kepada atlet difabel dan pelatih yang sukses menyabet medali di Paralympic 2020 Tokyo Jepang dan Peparnas Papua 2021, awal pekan ini.

Karena itu, Ganjar juga meminta kepada pengurus NPCI Jawa Tengah untuk mendaftar semua atlet difabel di daerahnya, terutama yang bertalenta, berprestasi, dan pernah mengharumkan nama Jawa Tengah serta Indonesia.

photo
Pebasket Indonesia Denih menangis usai timnya berhasil mengalahkan Tim Basket Kamboja pada pertandingan perebutan medali perunggu basket kursi roda 3X3 ASEAN Para Games 2022 di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu (31/7/2022). Indonesia berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Kamboja dengan skor 9-5. - (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Tujuannya tak lain adalah untuk memberikan jaminan dan kesejahteraan pada masa depan. "Berdasarkan pengalaman yang ada, banyak atlet berprestasi yang justru memiliki banyak masalah setelah mereka pensiun," ujar Ganjar menjelaskan.

Kepada induk organisasi olahraga penyandang disabilitas tersebut, Ganjar juga menitipkan agar para atlet difabel yang berprestasi tersebut didaftar, digali bakat- bakatnya apa, termasuk juga cita-citanya.

"Tadi saya mendengar sendiri, ada yang ingin sekolah S-2 dan S-3. Jadi, mereka sudah punya keinginan dan punya masa depan apa yang sudah mereka rencanakan," kata Ganjar menegaskan.

Para pengurus NPCI diminta untuk mengecek dan mendata agar nanti pemerintah bisa membantu mengarahkan masa depan atlet lebih baik. "Kami sangat serius memperhatikan masa depan para atlet yang memiliki bakat dan berprestasi," ujar Ganjar menjelaskan.

Ketua NPCI Jawa Tengah, Osrita Muslim, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepedulian Gubernur Jawa Tengah kepada para atlet difabel, yang salah satunya diwujudkan melalui pemberian bonus yang sama dengan atlet PON. “Ini sangat luar biasa dan semoga kian memacu prestasi teman-teman difabel dan bisa berprestasi lebih tinggi lagi,” katanya.

photo
Pasangan ganda putra para badminton beregu putra Indonesia Hary Susanto dan Hafizh Prawiranegara mengembalikan bola ke ganda putra Thailand Teamarron Siripong dan Uthaikul Watcharapon pada pertandingan kedua Para Badminton beregu ASEAN Para Games Solo 2022 melawan ganda putra Thailand di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (31/7/2022). Tim para badminton beregu putra Indonesia memastikan memperoleh medali emas pertama ASEAN Para Games Solo 2022 usai mengalahkan Thailand 3-0. - (Wihdan Hidayat / Republika)


Tuah ASEAN Para Games 2022

APG 2022 dapat memicu industri olahraga untuk memproduksi alat-alat yang dibutuhkan.

SELENGKAPNYA

Bukan Sekadar Bidik Juara Umum

Penampilan para atlet Indonesia dalam ajang ASEAN Para Games 2022 cukup menjanjikan.

SELENGKAPNYA
×