Tenaga kesehatan melakukan tes usap antigen kepada Jamaah haji kloter satu Debarkasi Solo saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/7/2022) dini hari. | Wihdan Hidayat / Republika

Kabar Utama

Semua Jamaah Haji Dites Antigen

Protokol kesehatan yang diberlakukan dari pihak Arab Saudi semakin longgar.

A SYALABY ICHSAN, ALI YUSUF dari Makkah

MAKKAH – Pemerintah mengubah protokol pemeriksaan Covid-19 bagi jamaah haji yang baru tiba di Tanah Air. Jika sebelumnya ‘hanya’ 10 persen dari jumlah jamaah yang datang dites secara acak, kini semua akan dites antigen tanpa kecuali. Kebijakan ini seiring bertambahnya jamaah yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai pulang dari Tanah Suci.

“Mengenai kedatangan ke Indonesia, ada tes antigen. Kebijakan baru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kehati-hatian,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, Rabu (20/7).

Pada Rabu (20/7), ada tambahan empat jamaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, tercatat 18 jamaah haji positif. Sebanyak  17 orang di antaranya berasal dari debarkasi Surabaya. Sedangkan satu jamaah lainnya dari debarkasi Solo. Di sisi lain, kasus di dalam negeri terus menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Kasus harian pada Rabu (20/7) mencapai 5.653 orang, terus naik dari hari-hari sebelumnya. Kasus aktif pun kini sudah lebih dari 30 ribu orang.

photo
Alat pemeriksa suhu tubuh terpasang saat jamaah haji kloter pertama tiba di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (16/7/2022) dini hari. Sebanyak 389 jamaah haji embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-1) tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 01.21 WIB dan langsung menuju Asrama Haji Pondok Gede untuk dilakukan pemeriksaan koper dan pemberian air zam-zam sebelum di jemput oleh keluarga jamaah. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Abdul Haris mengatakan, berdasarkan pemeriksaan swab hingga kelompok terbang (kloter) 6 debarkasi Surabaya, tercatat ada 17 jamaah haji yang dinyatakan positif Covid-19. Sebenarnya, kata dia, kloter 7 jamaah haji debarkasi Surabaya juga telah tiba di Tanah Air. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan swab keluar.

Haris mengatakan, seluruh jamaah haji yang baru tiba akan diperiksa dengan thermal scanner. Bagi jamaah yang lolos pemeriksaan thermal scanner, langsung dilakukan swab antigen. Sementara yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius akan langsung menjalani tes PCR. “Bagi yang positif pada swab antigen juga akan dilanjutkan tes PCR,” ujar Haris. 

Kemenkes diketahui membuat perubahan ketentuan tambahan bagi pengawasan kedatangan jamaah haji. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu ternyata mengeluarkan surat baru Nomor SR.03.04/C/3515/2022. Surat ini perihal ‘Perubahan Ketentuan Tambahan bagi Pengawasan Kedatangan Jamaah Haji’ tertanggal 20 Juli 2022.

“Ketentuan pemeriksaan skrining antigen Covid-19 yang semula secara acak dilakukan terhadap 10 persen dari jumlah jamaah haji setiap kloter, menjadi dilakukan terhadap seluruh jamaah haji yang kembali ke Indonesia,” begitu kalimat yang tertulis dalam surat tersebut.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana mengatakan, screening tes antigen merupakan bentuk kewaspadaan dan pengendalian terhadap penularan Covid-19 di Indonesia. Pemeriksaan Covid-19 bagi setiap jamaah haji dilakukan di asrama haji sesuai debarkasi masing-masing melalui tes antigen. 

Sesuai prosedur, lanjut Budi, setiap jamaah haji yang dinyatakan positif Covid-19 memang tidak diwajibkan karantina di satu tempat yang sudah disediakan. Mereka tetap bisa pulang ke rumah dengan syarat isolasi secara mandiri. “Namun tetap dilakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari,” ujar Budi.

Bagi jamaah yang negatif Covid-19 dan dalam kondisi sehat, tidak perlu isolasi dan bisa berkumpul seperti biasa. Namun, jamaah diminta tetap mengisi kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (KKJH) dan melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri.

photo
Petugas kesehatan membantu memasangkan masker kepada jamaah haji saat tiba di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (16/7/2022) dini hari. - (Republika/Thoudy Badai)

Hanya sekali

Jamaah haji diketahui hanya sekali dites PCR di Indonesia saat akan berangkat ke Arab Saudi. Tes PCR tersebut merupakan syarat yang diminta Pemerintah Arab Saudi. Jamaah yang terkonfirmasi positif, tak bisa berangkat. Artinya, 100 ribu jamaah haji Indonesia dipastikan negatif Covid-19 saat berangkat ke Tanah Suci.

Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief mengaku, selama di Arab Saudi tidak ada tes usap PCR yang dilakukan kepada jamaah haji. Menurut Hilman, hal ini berbeda dengan pelaksanaan umrah yang relatif lebih ketat dalam pencegahan Covid-19. “(Saat haji) tidak ada tes khusus seperti jamaah umrah dulu,” ujar dia.

Hilman mengatakan, tim di Saudi terus melakukan sosialisasi dan penguatan kesadaran kepada seluruh jamaah tentang pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dia pun mengimbau agar jamaah tetap mawas diri saat beribadah di Masjidil Haram mengingat protokol kesehatan yang diberlakukan dari pihak Arab Saudi semakin longgar.

Tetapi di sisi lain, menurut Hilman, sudah jamak jika setelah musim haji banyak jamaah dan petugas yang mengalami flu dari tingkatan ringan hingga berat. Biasanya, kata dia, hal tersebut tak berlangsung lama. Mereka bisa kembali pulih setelah mengonsumsi obat dan vitamin.

Keluarga jangan khawatir

Juru bicara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Akhmad Fauzin, meminta kepada semua jamaah di Tanah Suci dan keluarga di Tanah Air tidak khawatir mengenai perkembangan informasi soal jamaah yang terpapar Covid-19. Menurut Fauzin, jamaah yang teridentifikasi positif Covid-19 setelah pemulangan di debarkasi masing-masing di Tanah Air akan mendapat penanganan langsung.

Fauzin mengatakan, mereka yang tiba di debarkasi akan mendapat pemeriksaan suhu tubuh. Jika suhunya kurang dari 38 derajat Celsius, jamaah bisa langsung pulang. “Jadi tidak usah khawatir karena proses mereka akan dilakukan tindakan awal ketika mereka diantigenkan, kemudian positif akan ada penanganan langsung,” ujarnya di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (20/7).

Fauzin mengungkapkan, kasus jamaah yang positif Covid-19 hanya belasan. Mereka pun sudah mendapat penanganan. Sementara itu, dia mengatakan, perkembangan kasus di Arab Saudi tidak signifikan. Berdasarkan data Covid-19 dari John Hopkins University (JHU), jumlah kasus harian di Arab Saudi mencapai 707 kasus pada Selasa (19/7). Meski masih terkesan landai, jumlah ini cenderung meningkat dibanding pada dua pekan lalu yang mencapai 534 kasus.

Hingga kini, Fauzin menjelaskan, belum  ada kasus Covid-19 yang menimpa jamaah di Tanah Suci. Meski demikian, menurut dia, belum ada tes acak dengan tes cepat yang dilakukan kepada jamaah, baik oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun pihak Arab Saudi. “Tidak ada random cek. Otomatis kalau kondisi menurun akan ditangani KKHI,” ujar dia.

photo
Seorang jamaah Haji berpelukan dengan keluarga saat penjemputan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (16/7/2022). Sebanyak 389 orang jamaah haji asal DKI Jakarta dengan rincian 159 pria dan 230 perempuan tiba pukul 04:24 WIB. - (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Fauzin menjelaskan, sebagian besar jamaah sudah menerapkan protokol kesehatan. Dia pun menganjurkan jamaah Indonesia selalu tetap menjaga protokol kesehatan, seperti tidak berada dalam kerumunan, cuci tangan pakai sabun, dan selalu mengenakan masker  pada saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. “Dan saat di pesawat sampai embarkasi atau debarkasi,” ujar dia.

Kepala KKHI Madinah, Enny Nuryanti menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan diri apabila ada eskalasi Covid-19 yang menimpa jamaah Indonesia saat bergeser ke Madinah dari Makkah mulai hari ini, Kamis (21/7). Menurut dia, KKHI bisa memfasilitasi pemeriksaan tes antigen. Jika jamaah yang bersangkutan bergejala ringan, bisa diisolasi di KKHI. Dia mengatakan, KKHI menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas dua orang. “Kalau berat kita rujuk ke rumah sakit (Arab Saudi),” ujar Enny di KKHI Madinah.

Berdasarkan catatannya pada jamaah gelombang pertama, Enny menjelaskan, tidak ada satu pun kasus Covid-19 yang menimpa jamaah di Madinah. Dia pun berharap, hal yang sama kembali berlaku untuk jamaah haji gelombang 2. “Mudah-mudahan kasusnya zero,” ujar dia.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief mengatakan, vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster dinilai cukup memberikan perlindungan kepada jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Dia yakin hal tersebut melindungi jamaah dari paparan Covid-19.

“Insya Allah itu cukup melindungi, karena kami berdiskusi dengan beberapa nakes di sektor-sektor, itu relatif tidak banyak yang kedapatan sakit parah,” kata Hilman.

Setelah pelaksanaan puncak haji, lanjut dia, biasanya ada jamaah yang batuk atau pilek yang bisa sembuh dengan obat. Dia juga bersyukur karena jamaah haji Indonesia sebagian besar masih cukup disiplin menggunakan masker. “Ini syukur kita cukup disiplin, cukup ketat protokolnya, sehingga tidak banyak dikhawatirkan,” ujar Hilman.

Hilman mengatakan, vaksinasi penguat menjadi syarat bagi jamaah haji untuk ke Tanah Suci, ditambah lagi dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin. Negara lain juga mengirimkan jamaahnya dengan protokol kesehatan yang sama. Terlebih lagi jamaah Indonesia jarang berkumpul langsung dengan komunitas lain di Saudi.

“Dan alhamdulillah, kalau kita lihat pola interaksi jamaah Indonesia, mereka sesuai dengan klasternya berjamaah, rombongan naik bus juga bus yang kita isi, di sana juga beribadah sesama kelompoknya, kemudian juga di hotel tidak berinteraksi dengan yang lain. Meski tidak kita desainkan bubble system, tapi seperti bubble system,” katanya.

Hilman kembali mengingatkan bagi jamaah yang akan kembali ke Indonesia harus menyiapkan energi yang cukup. Jamaah diimbau tidak boleh terlalu kelelahan, karena menjelang akhir biasanya diforsir banyak kegiatan. Apalagi, perjalanan pulang ke Tanah Air cukup memakan waktu yang panjang, mulai dari hotel, menunggu di bandara, sampai penerbangan yang rata-rata mencapai 9-12 jam, yang pasti menyita energi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Negative Confirmation Sebagai Kabul

Dalam transaksi serbadaring, ijab dengan negative confirmation menjadi lazim di industri ekonomi dan keuangan.

SELENGKAPNYA

Liga 1 Kembali Diramaikan Penonton

Jumlah maksimal penonton pertandingan ke stadion tergantung dari level PPKM daerah.

SELENGKAPNYA

Kepulangan Jamaah Picu Puncak Covid-19 Mundur

Ada 13 jamaah haji yang terkonfirmasi Covid-19 setelah tiba dari Tanah Suci.

SELENGKAPNYA