Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

Kiat Menghidupkan Syiar Dzulhijah

Cara mengisi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah dengan memperbanyak ibadah dan zikir

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Instituteute

Allah berfirman: “Wa yadzkurusmallahi fii ayyamim ma’luumaaati (Hendaklah mereka berzikir dengan menyebut nama Allah pada hari-hari yang ditentukan).” (QS al-Hajj: 28).

Maksudnya, menurut para ulama, adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah. Ini menggambarkan bahwa cara mengisi hari-hari yang sangat dimuliakan tersebut adalah dengan memperbanyak ibadah dan zikir kepada Allah SWT.

Ibn Umar pernah meriwayatkan hadis: “Maa min ayyaamin a’zham indallahi wa laa ahabbu ilahil amal fiihinna min haadzhil ayyamil asyr, fa aktsiruu fiihinna minat tahlil wat takbiir wat tahmiid (Tidak ada hari untuk beramal saleh lebih agung dan lebih dicintai oleh Allah dari pada sepuluh hari Dzuhijah ini, maka perbanyaklah bertahlil, bertakbir, dan bertahmid).” (HR Ahmad).

Pada hari kedelapan Dzulhijah adalah hari tarwiyah, dari kata rawwa-yurawwi, artinya mengambil air. Ceritanya, pada saat itu, Nabi mengambil air di Mina untuk bekal wukuf di Arafah. Selama di Mina, Nabi mengqashar shalat pada waktunya tanpa menjamak.

Hari kesembilan Dzulhijah adalah hari wukuf di Arafah, Nabi Muhammad SAW menjelaskan: “Maa min yaumin aktsar min ayyu’tiqallahu fiihi abdan minan naari min yaumi arafah (Tidak ada hari melebihi hari Arafah di mana Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka).” (HR Muslim).

Bagi yang tidak melaksanakan haji, disunahkan berpuasa, pahalanya adalah diampuni dosanya selama dua tahun sebelumnya dan sesudahnya “yukaffirus sanah almaadhiyah walbaaqiyah.” (HR Muslim).

Pada hari kesepuluh Dzulhijah adalah hari raya Kurban Idul Adha atau yaumun nahr, lalu pada pada hari kesebelasnya adalah hari al qar, yaitu hari pertama dari hari tasyriq: 11, 12, dan 13 Dzulhijah: “A’zhamul ayyaami indallahi ta’aala yaumun nahr tsumma yaumul qar (Paling agungnya hari bagi Allah adalah hari nahr dan hari alqar).” (HR Abu Daud).

Semua hari tasyriq adalah hari raya, karena itu Nabi melarang berpuasa: “Ayyaamut tasyriiq ayyamu aklin wa syurbin.” (HR Muslim).

Apa yang membuat agung sepuluh hari pertama Dzulhijah ini adalah karena semua ibadah utama berkumpul di dalamnya: shalat, puasa, zikir, bersedekah, dan berhaji. Ini tidak bisa terjadi di hari-hari lainnya.

Sebagian ulama sempat menyingkap bahwa dahsyatnya sepuluh terakhir Ramadhan terletak di malam harinya, karena di dalamnya ada Lailatul al-Qadar. Adapun dahsyatnya sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah di siang harinya, karena hari tarwiyah, wukuf di Arafah, puasa sunah, dan Idul Adha semuanya pada siang hari.

Imam an-Nawawi ketika menjelaskan hukum puasa di sepuluh hari pertama Dzulhijah mengatakan: “Shiyaamuha mustahab istihbaban syadiidan (Puasa di dalamnya sangat dianjurkan).”

Tingkatkan Kompetensi Amil

Pers punya porsi untuk mengawal pengelolaan dana-dana filantropi.

SELENGKAPNYA

Rumah Baru Raheem Sterling

Tuchel tanpa ragu menyebut Sterling sebagai target nomor satunya di bursa transfer kali ini.

SELENGKAPNYA

Filantropi Islam Masih Dibutuhkan Masyarakat

Perlu ada definisi yang jelas terkait perbedaan dana kemanusian dan dana keagamaan.

SELENGKAPNYA