Pekerja membagikan air Zamzam pada jamaah haji pada musim haji 2021. | AP/Amr Nabil

Kabar Tanah Suci

15 Jul 2022, 03:45 WIB

Demi Air Zamzam

Jjamaah haji diperbolehkan membawa lima liter air zamzam saat kembali ke negaranya.

ACHMAD SYALABY ICHSAN dari Makkah

Para petugas berkaos biru dari Air Gate sibuk membongkar koper-koper jamaah seusai menjalani pemeriksaan x-ray di Gedung Air Gate, Makkah, Arab Saudi, Rabu (13/7). Koper hitam yang sudah dinamai itu harus dibuka karena terindikasi membawa air zamzam. Pada pemeriksaan untuk 393 bagasi jamaah asal PDG-1, ada 50 bagasi yang tercatat kedapatan membawa air zamzam.  

Jamaah mengemas air yang diberkahi itu dalam kardus, kertas biru, dan lakban plastik. Hanya saja, rencana mereka untuk membawa air zamzam dalam penerbangan pulang ke Tanah Air gagal karena kemasannya masih tampak oleh sistem x-ray. Koper-koper itu pun harus dibuka paksa dan air zamzam yang sudah dikemas jamaah harus disita.  

Larangan membawa air zamzam di dalam bagasi tercatat sesuai aturan keamanan dan keselamatan penerbangan GACA (General Authority of Civil Aviation).  Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan (Yanpul) Daker Bandara PPIH Arab Saudi Edayati Dasril menjelaskan, penerbangan sembilan jam yang akan ditempuh jamaah sungguh berisiko jika disertai oleh air zamzam. Jikalau ada botol yang bocor, airnya berpotensi merembes yang bisa membahayakan penerbangan. 

 
Larangan membawa air zamzam di dalam bagasi tercatat sesuai aturan keamanan dan keselamatan penerbangan GACA (General Authority of Civil Aviation).
 
 

Belum lama ini, Bandara Internasional King Abdulaziz Airport (KAIA) Jeddah mengumumkan, jamaah haji diperbolehkan membawa lima liter air zamzam saat kembali ke negaranya. Hanya saja, air zamzam tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi tercatat atau dibawa bersama jamaah. Mereka bisa membeli satu botol air zamzam kemasan lima liter kemudian dimasukkan dalam kargo pesawat yang akan dikirim terpisah dari jamaah. 

Pemerintah Arab Saudi memberikan izin tersebut kepada jamaah yang  tidak mendapatkan fasilitas pengiriman air zamzam dari pemerintahnya masing-masing. Ini berbeda dengan Pemerintah Indonesia yang memfasilitasi pengiriman air zamzam untuk jamaah haji Indonesia sebelum jamaah pulang ke Tanah Air. Jamaah akan mendapatkan jatahnya saat tiba di debarkasi masing-masing. 

Fasilitas ini patut disyukuri mengingat proses pengiriman air zamzam bagi jamaah negara lain cukup ribet. Untuk mengirim air zamzamnya,  mereka harus melakukannya serba mandiri. Jamaah harus membawa dan melakukan check in sendiri.

Belum lagi mereka harus mengantre dengan jamaah lain. Saat terjadi over baggage (kelebihan berat bagasi) maka jamaah harus membayar lebih. 

Tidak terbayang rasanya jika jamaah kita yang lebih dari 40 persennya berstatus risiko tinggi (risti) harus berlelah-lelah menempuh proses tersebut. Hanya saja, jatah lima liter air zamzam dipandang tidak cukup bagi sebagian jamaah.

Mereka khawatir jikalau keluarga dan tetangga yang menjenguk saat kepulangan tidak kebagian oleh-oleh air yang menjadi jawaban doa dari Hajar bagi putranya Ismail itu. Maka dari itu, pembongkaran bagasi jamaah yang di dalamnya kedapatan membawa air zamzam bak peristiwa rutin yang jadi pemberitaan setiap musim haji.

 
Hanya saja, jatah lima liter air zamzam dipandang tidak cukup bagi sebagian jamaah.
 
 

Tak pernah kering

Meski dikonsumsi oleh jutaan jamaah haji dan umrah setiap hari, sumur zamzam tak pernah kering. Seperti dilansir Arabnews, sumur yang terletak hanya 20 meter sebelah timur Ka’bah, berusia setidaknya 4.000 tahun.

Hajar, seorang istri yang ditinggalkan Ibrahim di tengah padang pasir atas perintah Allah, berlari tujuh kali bolak balik dari Bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air. Diiringi doa, Hajar berikhtiar keras demi bayinya Ismail. Malaikat Jibril pun diutus untuk menjawab doa Hajar. Jibril mengeluarkan air dari tanah yang tandus tersebut. 

Daerah sekitar sumur zamzam menjadi tempat peristirahatan para kafilah yang melintas. Akhirnya, lembah tersebut berkembang menjadi sebuah kota yang dinamakan Makkah. Tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang saat ini menjadi tempat tujuan ibadah haji dan umrah bagi jutaan Muslim di berbagai belahan dunia.  

Pusat Studi dan Penelitian Zamzam Saudi Geological Survey menjelaskan, sumur zamzam sempat berada di sebuah bangunan pada era Utsmani. Atas perintah Kerajaan Arab Saudi, bangunan itu kemudian dihancurkan pada 1964 seiring dengan proyek perluasan mataf (arena tawaf) di Masjidil Haram. Lubang bukaan sumur yang terletak 2,5 meter di bawah permukaan sempat direposisi. 

 
Daerah sekitar sumur zamzam menjadi tempat peristirahatan para kafilah yang melintas.
 
 

Air zamzam berasal dari akuifer yang berada di bawah tanah Makkah. Akuifer merupakan lapisan batuan bawah tanah yang dirembesi air hujan sehingga mengandung air. Gugusan batu ini pun bisa mengalirkan air secara alami. Level air di sumur dan akuifer di sekitarnya kerap dipantau oleh Saudi Geological Survey.

Meski jumlah jamaah terus bertambah, sumur tidak pernah kering. Jika dahulu air diambil dari sumur lewat ember yang dimasukkan dengan katrol dan tali, saat ini Arab Saudi mengoperasikan pompa listrik dapat menyedot hingga 18,5 liter per detik.

Pada 2013, Proyek Air Zamzam Raja Abdullah bin Abdulaziz (KPZW) dimulai dengan menelan biaya 700 juta riyal. Proyek ini merevolusi cara pengelolaan sumur zamzam dengan ekstraksi, pemantauan, pengolahan dan pendistribusian.

Air dipompa melalui pipa baja tahan karat bawah tanah ke pabrik KPZW di Kudai, lima kilometer selatan Masjidil Haram. Di sini, air dimurnikan dan disterilkan, menggunakan filter dan sinar ultraviolet. Semua operasional pendistribusian air dikendalikan dan dipantau di ruang kontrol pusat berteknologi tinggi.

Setelah pengolahan, air dipindahkan ke salah satu dari dua reservoir penyimpanan. Yang pertama, di Kudai, memiliki kapasitas 10 ribu meter kubik dan memasok air melalui pipa ke air mancur minum di Masjidil Haram di Makkah.

Dari Kudai, armada truk tangki mengangkut hingga 400 ribu liter sehari ke Waduk Raja Abdulaziz Sabeel di Madinah. Waduk ini memiliki kapasitas 16 ribu meter kubik. Air dari waduk ini digunakan untuk memasok kebutuhan zamzam di Masjid Nabawi. 


Kesehatan Jamaah Dipantau Pasca-Kepulangan 

Jamaah haji Indonesia yang dinyatakan sehat saat kepulangan ke Tanah Air tetap akan dipantau kesehatannya.

SELENGKAPNYA

Jumat Pemulangan Perdana Jamaah Haji

Pihak keluarga tidak diperkenankan menjemput jamaah di debarkasi asrama haji.

SELENGKAPNYA

Gerak Cepat Selamatkan Jamaah

Jika telat ditangani, nyawa Nazly bisa tak terselamatkan.

SELENGKAPNYA
×