Calon jamaah haji saat bersiap menaiki pesawat di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/6/2022). | Republika/Thoudy Badai

Kabar Utama

Jumat Pemulangan Perdana Jamaah Haji

Pihak keluarga tidak diperkenankan menjemput jamaah di debarkasi asrama haji.

A SYALABY ICHSAN, ALI YUSUF dari Makkah

MAKKAH – Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir. Pemerintah Indonesia kini menyiapkan pemulangan perdana jamaah haji yang direncanakan pada Jumat (15/7). Ada enam kloter yang akan diterbangkan dari Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIA), Jeddah.

Kadaker Makkah Mukhamad Khanif mengatakan, masing-masing kloter pertama Embarkasi Solo (SOC 1), Padang (PDG 1), Jakarta–Bekasi (JKS 1), dan Jakarta-Pondok Gede (JKG 1). Sementara kloter kedua Embarkasi Solo (SOC 2) dan Jakarta-Bekasi (JKS 2).

Menurut Khanif, jamaah SOC 1 menjadi yang pertama diberangkatkan dari hotel mereka di Makkah menuju Bandara King Abdul Aziz. Mereka dijadwalkan terbang ke Tanah Air pada pukul 05.10 waktu Arab Saudi (WAS).

“Aturan pemberangkatan, jamaah sudah diberangkatkan delapan jam sebelum jadwal penerbangan. Jadi SOC 1 dimungkinkan akan diberangkatkan pada Kamis malam Jumat,” ujar dia di Makkah, Arab Saudi, Rabu (15/7).

Rencananya, keberangkatan jamaah akan dilepas dari hotel di Makkah oleh Delegasi Amirul Hajj. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan melepas dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Mulai Rabu (13/7), petugas sedang melakukan penimbangan barang jamaah di hotel-hotel tempat menginap.

Penimbangan kali pertama akan dilakukan di Hotel Kiswah-Jarwal, tempat jamaah asal Embarkasi Solo. Penimbangan tersebut disaksikan oleh ketua kloter dan ketua rombongan masing-masing. Seperti diketahui, batas ambang timbangan untuk bagasi yakni 32 kilogram, sementara tas tentengan maksimal 7 kilogram. Jamaah pun dilarang untuk membawa air zamzam.

Khanif menjelaskan, ada jamaah tanazul yang didahulukan untuk pulang ke Tanah Air. Menurut Khanif, pemulangan mereka bisa didahulukan karena ada rekomendasi kesehatan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan dengan alasan keperluan dinas. “Mereka jadi dimungkinkan untuk mengisi kursi kosong pesawat,” ujar dia.

Jamaah haji Indonesia akan menjalani skrining kesehatan setelah tiba di Tanah Air. Ada 4.765 jamaah haji gelombang pertama akan tiba di Tanah Air. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana mengatakan, skrining adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun. Selain itu petugas juga mengecek tanda dan gejala penyakit pada jamaah, serta melakukan observasi terhadap jamaah di asrama haji debarkasi.

Budi mengatakan, apabila didapati jamaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen. Apabila hasil menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut.

“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala/gejala ringan. Sementara yang bergejala ringan sampai berat akan dirujuk ke RS rujukan Covid-19,” ujar dia.

Sementara bagi jamaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan. Jamaah juga akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) dan dilakukan pengawasan oleh dinas kesehatan setempat.

Selain skrining kesehatan, Kemenkes juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency, dan rujukan. Selain itu juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular. Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jamaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Air bersama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.

Budi meminta semua jamaah haji Indonesia tetap mematuhi pesan-pesan promosi kesehatan dalam menjaga kesehatan. Jamaah juga diminta tetap mematuhi protokol kesehatan terutama pemakaian masker. “Masker tidak hanya melindungi kita dari Covid-19, melainkan juga dari potensi penularan penyakit lainnya,” kata Budi.

Plh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Muhammad Aqil Irham mengatakan, saat ini seluruh debarkasi telah menyatakan kesiapannya untuk menerima kedatangan jamaah haji dari Tanah Suci. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) debarkasi se-Indonesia, ada beberapa kesepakatan.

photo
Petugas melintas di depan halaman utama Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (12/7/2022). Kementerian Agama mengimbau dan mengedukasi protokol kesehatan untuk mengantisipasi potensi penularan Covid-19 di empat debarkasi di Indonesia yakni debarkasi Padang, Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Asrama Haji Bekasi dan Asrama Haji Donohudan (Debarkasi Solo) terutama saat tradisi penjemputan jamaah Haji yang rawan menjadi klaster penularan. - (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/hp..)

Pertama, kata Irham, pihak keluarga tidak diperkenankan menjemput jamaah di debarkasi asrama haji. “Penjemputan boleh dilakukan di kabupaten/kota masing-masing sesuai aturan yang ditetapkan debarkasi,” ujar dia.

Kedua, lanjut Irham, debarkasi akan mengatur pendistribusian koper jamaah termasuk air zam-zam. Hal ini disebut menjadi perhatian khusus seluruh debarkasi, agar seluruh barang bawaan jamaah dapat terdistribusi dengan baik.

Selain kesepakatan tersebut, Irham juga meminta jajaran PPIH debarkasi untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. Langkah-langkah persiapan perlu dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 saat fase pemulangan.

Sebagai upaya antisipasi, jamaah akan menjalani pengecekan suhu badannya setiba di debarkasi. Apabila terdapat jamaah yang suhu badannya melebihi 37,5 derajat, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Apabila positif Covid-19, maka akan dilakukan isolasi dengan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah,” ujar Irham. 

photo
Petugas penyelenggara ibadah haji PPIH Arab Saudi bidang kesehatan terlihat sedang membagikan minuman kepada jamaah haji yang beriap melempar jumroh, Sabtu (9/7/2022) . - (Ali Yusuf/Republika)

Banyak Jamaah Batuk Pilek Pasca-Armuzna

Tren penyakit yang dialami jamaah Indonesia di Tanah Suci pascapuncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mengalami pergeseran. Jika sebelumnya jamaah yang dirawat mayoritas karena hipertensi, kini banyak jamaah yang terserang batuk pilek hingga keluhan gangguan saluran pernapasan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana mengatakan, hingga Selasa (12/7) tercatat sebanyak 14.962 jamaah haji mengalami batuk pilek, menggeser hipertensi ke posisi kedua dengan 12.720 kasus. Sementara posisi ketiga ditempati oleh penyakit saluran pernapasan sebanyak 6.785 kasus. Nyeri otot di posisi keempat dengan 5.272 kasus.

Budi berpesan, khusus kepada jamaah haji gelombang pertama yang akan segera pulang ke Indonesia diminta untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes). Sebab, menurut Budi, pelaksanaan ibadah haji kali ini dalam periode kesiapsiagaan terhadap Covid-19.

“Ingat, masker bukan hanya melindungi kita dari Covid-19, melainkan juga dari potensi penularan penyakit lainnya,” ujar Budi di Makkah, Rabu (13/7).

photo
Jamaah haji Indonesia sedang diinfus oleh Emergency Medical Team(EMT) PPIH Arab Saudi bidang kesehatan di pos dua jalur Jamarat atas, Ahad (10/7). - (Ali Yusuf/Republika)

Budi mengatakan, saat ini petugas kesehatan, baik tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan maupun Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter kembali menempati pos masing-masing. Pelayanan kesehatan kembali difokuskan untuk mengikuti pola pergerakan jamaah haji.

Pasca-Armuzna, menurut Budi, pelayanan kesehatan difokuskan pada menjaga kondisi kesehatan jamaah sebaik mungkin, mulai dari pelayanan kesehatan di tingkat kloter, sektor, hingga Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Ia mengingatkan kewaspadaan oleh petugas kesehatan yang tidak boleh berkurang meski puncak pelaksanaan ibadah haji telah selesai agar jamaah tidak kambuh penyakitnya.

Untuk itu, pihaknya terus memperkuat skrining kesehatan jamaah haji di tingkat kloter, dengan tetap mempertahankan formasi 30. Selain itu, pelayanan kesehatan di sektor dan KKHI tetap berjalan seperti biasa sampai masa operasional haji selesai.

“Sehingga tidak menyebabkan penurunan kondisi kesehatan atau munculnya kekambuhan penyakit-penyakit, yang sebelumnya sudah dimiliki jamaah sejak di Indonesia,” ujarnya.

photo
Jamaah calon haji mengikuti prosesi puncak haji di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (7/7/2022). Jutaan umat muslim berkumpul di Padang Arafah untuk mengikuti prosesi haji 1443 H/2022 M yang memasuki fase puncak pada Jumat (8/7). - (ANTARA FOTO/Handout/Saudi Press Agency/pras/n)

Dokter Spesialis Paru KKHI Madinah, Dewiyana, juga menyarankan jamaah tetap menggunakan masker demi menjaga salurah pernapasan dari segala penyakit. Masker bisa menjadi alat sederhana mencegah penyakit yang masuk melalui hidung dan mulut.

“Tentu yang paling utama masker. Karena dia bisa menghalangi virus masuk melalui saluran pernapasan hidung dan mulut,” ujar dia.

Selain masker, Dewiyana juga menyarankan jamaah banyak mengonsumsi air minum. Karena jika tenggorokan kering maka mudah terserang penyakit, seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Selain itu, dia juga menyarankan jamaah menghindari kerumunan, terutama di pusat-pusat perbelanjaan. 

Tanazul jamaah sakit

Tim Kesehatan KKHI Makkah juga masih terus melakukan proses tanazul awal bagi jamaah haji sakit. Data sementara ada 51 jamaah haji Indonesia yang direncanakan ditanazulkan. “Sampai saat ini kami juga masih menerima usulan tanazul dari kloter,” kata Budi.

Tanazul adalah pemulangan jamaah haji melalui kloter yang berbeda dengan kloter keberangkatan karena alasan sakit dan memenuhi kriteria laik terbang. Jadwal kepulangan jemaah tanazul akan mengikuti penerbangan kloter jemaah haji gelombang 1. Sampai saat ini, tim kesehatan di KKHI Makkah masih menyiapkan tanazul awal bagi jamaah sakit untuk kembali ke Tanah Air.

Saat ini ada 51 jamaah haji Indonesia yang direncanakan mengikuti tanazul. Kondisi medis menjadi pertimbangan utama penentuan jamaah yang akan ditanazulkan. Proses terus berlanjut hingga semua jamaah laik tanazul dipulangkan ke Tanah Air. 

Adapun 51 jamaah yang direncanakan mengikuti tanazul merupakan jamaah haji yang saat ini sedang mendapatkan perawatan di KKHI Makkah, Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan jamaah sakit yang berada di kloter. “Kondisi pasien akan terus dievaluasi dan dilihat perkembangannya, mana-mana yang nanti akan ditanazulkan,” kata Budi.

Teknis penentuan tanazul akan disampaikan kepada ketua PPIH pusat di Kementerian Agama, untuk mendapatkan persetujuan. Tim kesehatan mengusulkan berdasarkan pertimbangan medis, tapi ini sangat terkait dengan ketersediaan seat di pesawat, yang akan diatur oleh Kemenag.

Selama perjalanan, jamaah akan disertai dengan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan, seperti oksigen, //stretcher//, dan sebagainya. Jamaah juga akan didampingi oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter. Sesampainya di Tanah Air, jamaah tersebut akan diperiksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan sebelum dikembalikan ke daerah asalnya. “Jamaah haji sakit bisa segera melanjutkan pengobatannya di Indonesia,” ujar Budi.

Ujian Berikutnya, Apri/Fadia!

Apri/Fadia memang layak mendapat ucapan dan acungan jempol.

SELENGKAPNYA

Lonjakan Harga Bebani Pedagang dan Konsumen

Pemerintah diminta memberikan perlakuan khusus terhadap cabai dan bawang merah. 

SELENGKAPNYA

Indonesia Taklukkan Saudi di Laga Perdana

Para penggawa tim basket Indonesia bermain dengan baik tanpa melakukan kesalahan.

SELENGKAPNYA