Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di Jakarta, Senin (4/4/2022). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi yang dikaitkan dengan Investasi (SE | ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp.

Ekonomi

Permintaan Asuransi Umrah dan Haji Diproyeksikan Meningkat

Lini usaha asuransi perjalanan merupakan salah satu fondasi bisnis Zurich Syariah.

JAKARTA -- Industri asuransi syariah menilai permintaan asuransi perjalanan umrah dan haji akan meningkat. Seiring dengan pemulihan dari pandemi Covid-19, minat perjalanan umrah dan haji dari Indonesia diperkirakan akan kembali normal.

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) memproyeksikan jamaah umrah pada 2023 akan melebihi 1 juta jamaah. Direktur Pemasaran Asuransi Tugu Insurance Ery Widiatmoko menjelaskan, produk asuransi perjalanan umrah dan haji adalah wujud dari komitmen UUS Tugu Insurance untuk mendukung pelaksanaan ibadah yang aman dan nyaman.

“Lewat asuransi ini, jamaah bisa tenang selama menjalankan ibadah. Jamaah dari Indonesia bisa sepenuhnya fokus menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan khusyuk tanpa kekhawatiran dan keluarga di rumah juga akan turut merasa tenang," ujar Ery dalam keterangan resmi, Rabu (13/7).

Ada beberapa jenis risiko yang ditanggung, antara lain, meninggal dunia. Asuransi memberikan manfaat santunan apabila peserta meninggal saat melakukan ibadah di Tanah Suci. Kemudian, produk asuransi juga memberikan penggantian biaya ketika jamaah mengalami kecelakaan, mulai dari perawatan di rumah sakit hingga terjadi cacat tetap.

Selain itu, terdapat proteksi keterlambatan perjalanan dari maskapai penerbangan saat keberangkatan ke Tanah Suci, kehilangan uang akibat pencurian, dan keterlambatan serta kehilangan bagasi atas barang pribadi selama jamaah melangsungkan ibadah, termasuk kehilangan dokumen perjalanan, seperti paspor dan kartu identitas.

 

Menurut Ery, pihaknya telah menjalin sejumlah kerja sama dengan beberapa agen perjalanan. Pihaknya akan memanfaatkan peran dari para agen asuransi guna makin menggenjot perolehan jumlah polis dari sektor ini. Ery optimistis ke depannya akan terdapat pertumbuhan produksi premi yang signifikan dari produk perjalanan umrah dan haji seiring pertumbuhan minat maupun kemampuan finansial Muslim di Indonesia.

Terdapat sekitar 170 ribu jamaah umrah Indonesia yang telah berangkat ke Tanah Suci sejak awal tahun ini hingga Mei 2022. Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia Hilman Simanjuntak mengatakan, dampak positif ini turut dirasakan oleh Zurich Syariah.

"Menutup semester I 2022, Zurich Syariah mewujudkan komitmennya dengan membayarkan klaim asuransi perjalanan dengan total Rp 7,2 miliar untuk jamaah umrah dari periode Januari-Juni 2022," katanya.

Ia mengatakan, lini usaha asuransi perjalanan merupakan salah satu fondasi bisnis Zurich Syariah. Zurich Syariah berupaya untuk memberikan perlindungan dan rasa tenang kepada peserta selama menunaikan ibadah.

"Pada semester I 2022, klaim terbesar yang diajukan jamaah adalah jaminan pembatalan perjalanan sebesar 70,3 persen dan santunan karantina akibat Covid-19 sebesar 24,1 persen," katanya.

Hilman menyampaikan, Zurich Syariah juga melihat potensi jamaah umrah akan semakin meningkat setelah selesainya prosesi ibadah haji tahun ini. Ia optimistis lini usaha asuransi perjalanan mampu mencatatkan pertumbuhan yang agresif. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

BSI Genjot Pengembangan UMKM

BSI berkewajiban mendukung pemerintah dalam meningkatkan jumlah wirausaha.

SELENGKAPNYA

PPI Ekspor 79,2 Ton Kopi ke Mesir

Jenis kopi yang diekspor memiliki berbagai citarasa yang unik oleh kekhasan iklim di Indonesia.

SELENGKAPNYA

KUR BRI Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Sejauh ini penyaluran KUR baru mencapai sekitar Rp 260 triliun.

SELENGKAPNYA