Jamaah haji bersiap bertolak ke Arafah dari Makkah, Kamis (7/7/2022). | Dok Kemenag

Jurnal Haji

Dam Jamaah Diharapkan Bisa Tersalur ke Indonesia

proses pembayaran dam oleh jamaah haji Indonesia masih banyak yang dilakukan lewat jalur-jalur nonresmi.

A SYALABY ICHSAN dari Makkah

MAKKAH — Daging  hasil dari perolehan pembayaran dam tamatu jamaah haji Indonesia diharapkan bisa didistribusikan di Tanah Air. Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mohammad Mahdum mengatakan, peluang ini bisa didapatkan jika hewan berupa kambing tersebut dibeli dari otoritas resmi milik Pemerintah Arab Saudi, salah satunya Adahi. 

Sayangnya, proses pembayaran dam oleh jamaah haji Indonesia masih banyak yang dilakukan lewat jalur-jalur nonresmi. Menurut Mahdum, hal tersebut terjadi akibat literasi jamaah yang kurang soal dam. 

"Perlu pemahaman utuh soal dam bukan sekadar menggugurkan kewajiban syari,” kata dia, Senin (11/7).

Dia berharap dam haji yang dibayarkan ke Adahi. "Dagingnya bisa dibawa ke Indonesia sehingga haji kita bisa memberikan manfaat lebih kepada kaum miskin di Indonesia,” kata dia.

Adahi merupakan organisasi non profit untuk penyelenggaraan hewan dam dari penyediaan, penyembelihan, hingga pendistribusian kepada mereka yang membutuhkan. Adahi membanderol harga 809 riyal untuk seekor kambing. Nilai yang dipatok lebih mahal ketimbang harga rata-rata kambing di pasar tradisional yang rata-rata mencapai 300-350 riyal. Meski demikian, Mahdum berharap jamaah bisa membayar dam ke Adahi.  

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Chalid menjelaskan, pihaknya akan membahas kemungkinan penyaluran dam ke Indonesia secara komprehensif dengan berbagai pihak. Pihak-pihak yang dimaksud yakni kementerian, Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), BPOM, Baznas, dan parlemen. 

“Pihak Adahi sangat berharap karena Indonesia punya jumlah jamaah paling besar. Semoga kerja sama yang diharapkan Adahi bisa diwujudkan pada masa-masa yang akan datang,” jelasnya. 

Dia mengatakan, dari hampir 100 ribu jamaah haji Indonesia, hanya tujuh kupon yang dibeli dari Adahi. Selebihnya, jamaah membeli dari penginapan dan pasar tradisional di Makkah. “Belum terpusat di program Adahi yang diselenggarakan Arab Saudi,” ujar Subhan.

Jamaah Haji Fokus Pemulihan Usai Armuzna

Total jamaah haji Indonesia yang wafat sejak awal keberangkatan berjumlah 41 orang.

SELENGKAPNYA

Misi Penyelamatan di Jalur Jamarat

Hanya Indonesia yang memiliki pos kegawatdaruratan untuk menolong jamaah yang kelelahan.

SELENGKAPNYA

Ratusan Jamaah Diusir Askar

Para petugas berseragam loreng juga diturunkan untuk memecah kerumunan jamaah.

SELENGKAPNYA