Jamaah haji melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, pada Selasa (5/7/2022). | AP Photo/Amr Nabil

Kabar Utama

07 Jul 2022, 03:50 WIB

Jamaah Khusyuk Beribadah Jelang Arafah

Safari wukuf merupakan upaya KKHI untuk mewukufkan jamaah haji yang sakit ke Arafah.

OLEH ACHMAD SYALABY ICHSAN, ALI YUSUF dari Makkah

MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia diberangkatkan menuju Arafah mulai Kamis (7/7) pagi atau 8 Dzulhijah. Selama menunggu pemberangkatan, jamaah tampak menyibukkan diri dengan beragam aktivitas ibadah, seperti shalat, membaca Alquran, berzikir, hingga bertahlil.

Jamaah asal Cikijing, Majalengka, Jawa Barat, Nana Masduki Sanhuri, mengugkapkan, aktivitas ibadah dapat membuatnya lebih fokus dalam menunggu puncak haji. Dia pun kerap mengikuti kegiatan tahlilan yang diselenggarakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). "Ada tahlilan dan shalawat dibimbing KBIH," ujar Nana di Hotel Suad, Misfalah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (6/7).

Saat ada kesempatan, Nana bersama teman serombongannya masih pergi ke Masjidil Haram untuk melaksanakan shalat wajib dan tawaf. Meski demikian, Nana mengaku harus menumpang taksi karena bus Shalawat sudah tidak beroperasi pada 4 Juli.

Selain itu, Nana sudah menyiapkan perbekalan selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Di antara bekal yang akan dibawa, yakni kain ihram, pakaian, dan air sebanyak tiga botol. "Satunya botol berisi oralit," ujar jamaah asal Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) itu menjelaskan.

photo
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan wukuf di Arafah Selasa (5/7/2022). - (Dok Kemenag)

Jamaah asal Pasuruan, Jawa Timur, Erik Wahyudi menjelaskan, pihak KBIH mengadakan istighatsah di pemondokannya di Hotel Arkan Bakkah 1 yang terletak di Mahbas Jin, Makkah. Selain itu, mereka menyibukkan diri dengan shalat berjamaah di masjid terdekat.

Erik mengaku telah menyiapkan baju ganti dan perbekalan berupa roti dan makanan ringan. Erik yang berangkat bersama istrinya, Istiana Agustin, juga sudah membekali diri dengan obat-obatan pribadi. Dia pun mengaku punya doa khusus yang akan dipanjatkan saat berada di Armuzna. "Semoga seluruh keluarga bisa berangkat ke Tanah Suci," katanya menjelaskan.

Ada sebanyak 19.288 jamaah yang tinggal di Sektor 1 Mahbas Jin. Mereka tinggal di enam hotel berbeda. Aktivitas ibadah jamaah tampak di Hotel Arkan Bakkah 1 yang memiliki mushala dengan kapasitas 1.500 orang. Mereka tampak memenuhi mushala pada waktu-waktu shalat dengan menunaikan shalat wajib dan membaca Alquran.

Jamaah lain memilih shalat di Masjid Dawis al-Fahru yang terletak dekat dengan hotel. Masjid dengan bangunan tiga lantai ini dipenuhi ribuan jamaah yang hendak beribadah.

Sementara itu, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mencatat, sampai Rabu (6/7) pukul 14.00 WAS, ada 182 jamaah haji akan disafariwukufkan. KKHI Makkah masih terus memantau perkembangan 69 jamaah yang dirawat KKHI.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 113 calon peserta safari wukuf merupakan jamaah yang saat ini berada di kloter. Sementara itu, calon jamaah safari wukuf yang saat ini masih menjalani perawatan di KKHI berjumlah 69 orang.

Kunta memastikan, calon jamaah safari wukuf yang ada di kloter akan dibawa ke KKHI untuk dilakukan pemeriksaan. "Dibawa ke sini (KKHI) untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, siapa yang akan disafariwukufkan tergantung nanti hasil penilaian tim pemeriksa," ungkap Kunta.

Dari data 182 jamaah yang menjadi calon peserta safari wukuf, sebanyak 162 jamaah merupakan calon peserta duduk dan 20 jamaah merupakan calon peserta berbaring. Ada 10 bus yang disiapkan dengan komposisi enam bus untuk jamaah posisi duduk dan empat bus untuk jamaah posisi berbaring.

photo
Sebagian tenda yang berada di dekat terowongan Mina yang akan digunakan para jamah haji untuk melakikan mabit. - (Republika)

Kunta mengatakan, jamaah yang akan disafariwukufkan betul-betul sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Kesehatan Haji No. HK.02.07/1/1988/2017Tanggal 27 Agustus 2017. "Yang pasti nanti yang disafariwukufkan dalam kondisi sakit, namun transportable," katanya.

Safari wukuf merupakan upaya KKHI untuk mewukufkan jamaah haji yang sakit ke Arafah dengan mempertimbangkan keselamatan jamaah haji. Evaluasi kondisi kesehataan pasien akan dilakukan sampai H-1 pada Kamis (7/7).

Pada tahun ini, jamaah haji Indonesia akan melaksanakan wukuf di Arafah pada Jumat, 9 Dzulhijah bersama dengan jamaah haji dari seluruh dunia. Namun, tidak semua jamaah dapat melaksanakan wukuf secara mandiri dikarenakan kondisi kesehatan jamaah.

"Untuk itu, bagi jamaah yang sakit, akan diantarkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf melalui safari wukuf dengan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan," katanya.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti berpesan kepada jamaah untuk menghindari kegiatan yang tidak perlu sebagai persiapan puncak haji. Jamaah diimbau untuk menjaga kesehatan dan tetap memakai masker saat berkegiatan. "Kemudian, banyak minum air putih serta istirahat yang cukup," ujarnya.

Ia menjelaskan, puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Wukuf adalah rukun haji yang apabila tidak dilaksanakan, hajinya tidak sah. Dengan demikian, dia melanjutkan, jamaah yang sakit sekalipun, tetap dibawa dengan ambulans atau rumah sakit di area wukuf dengan safari wukuf. 

Ia menambahkan, saat wukuf, manusia berada pada puncak kesadaran tertinggi dan kedekatan manusia dengan Allah. "Karena itu, selama wukuf jamaah dianjurkan memperbanyak istighfar dan berdoa untuk keselamatan diri, keluarga, dan bangsa," ujarnya.


Fasilitas di Arafah Sudah Siap

Petugas kesehatan, obat, dan alat kesehatan siap digeser ke Armuzna.

SELENGKAPNYA

Siap Menjaga Mina 

Pemberitaan haji mengenai tragedi di Jalan 204 di Mina tak boleh sampai terulang.

SELENGKAPNYA

Tragedi Berdarah di Parade Hari Kemerdekaan AS 

Insiden penembakan juga menyebabkan setidaknya 36 warga mengalami luka-luka.

SELENGKAPNYA
×