Kendaraan melintas di Jalan Entong Gendut yang sebelumnya bernama Jalan Budaya di Condet, Jakarta, Selasa (28/6/2022). Dampak dari perubahan nama 22 ruas jalan yang digantikan dengan nama-nama tokoh Betawi, sebanyak 50.000 warga Jakarta harus merubah data | Republika/Putra M. Akbar

Jakarta

07 Jul 2022, 05:59 WIB

Ribuan Warga DKI Ganti Dokumen

Ketua Fraksi PDIP mengkritik pergantian nama jalan buat warga repot mengurus dokumen kependudukan.

JAKARTA – Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus bergerak melayani warga yang ingin melakukan pergantian kartu tanda penduduk (KTP) ataupun kartu keluarga (KK). Pergantian identitas itu sebagai imbas perubahan nama 22 jalan untuk menghormati tokoh Betawi di Ibu Kota.

Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI mencatat, per Selasa (5/7), sudah sekitar 1.567 warga (37 persen) dari total 4.267 wara yang rumahnya terdampak perubahan nama jalan melakukan pergantian dokumen. Kepala Dinas Dukcapil DKI Budi Awaluddin menerangkan, khusus pergantian KTP baru diproses 959 orang (32,97 persen) dari total 2.909 warga terdampak perubahan nama alamat. Sedangkan KK sudah mencapai 608 dokumen (44,77 persen).

Menurut Budi, data itu terus bertambah dari waktu ke waktu. Hal itu lantaran petugas Suku Dinas (Sudin) Dukcapil di lima kota di DKI Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu melakukan upaya jemput bola. Petugas mendatangi wilayah yang terdampak sehingga warga dimudahkan jika memang ingin mengganti alamat di KTP dan KK.

photo
Kendaraan melintas di Jalan Mpok Nori yang sebelumnya bernama Jalan Raya Bambu Apus di Jakarta, Selasa (28/6/2022). Dampak dari perubahan nama 22 ruas jalan yang digantikan dengan nama-nama tokoh Betawi, sebanyak 50.000 warga Jakarta harus merubah data dokumen administrasi kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak tanpa dikenakan biaya. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Budi menjelaskan, Jakarta Barat menjadi daerah dengan penggantian terbanyak, bahkan melebihi 100 persen. Dari total 101 warga terdampak perubahan nama jalan, kata dia, jumlah yang mengurus pergantian KTP mencapai 108 orang. Begitu pun dengan KK, dari target 44 orang, petugas mencetak sampai 65 pengajuan.

"Di Jakarta Selatan, sudah tercetak 176 KTP atau 28,48 persen dari target 618 orang. Untuk KK tercetak 99 atau 32,35 persen dari 306 KK," ujar Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (6/7).

Di Jakarta Pusat, kata dia, telah tercetak 162 KTP dari total 373 warga yang rumahnya terdampak perubahan nama. Pergantian KK di Jakpus sudah mencapai 97 orang atau 54,49 persen dari total 178 warga yang terdata. Di Jakarta Timur, menurut Budi, petugas juga sudah merekam 350 KTP baru (19,26 persen) dari target 1.817 warga. Sedangkan KK mencapai 191 (23,1 persen) dari total 830 warga.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Sementara itu, data dari Jakarta Utara belum ada yang masuk. Budi menduga, belum adanya perubahan dokumen di Jakut disebabkan mayoritas tinggal di Apartemen Gold Coats dan di KTP hanya tertera alamat nomor dan blok, bukan jalan. Adapun pergantian nama jalan di Jakut, yaitu dari semula Jalan Taman Wisata Alam Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, kini menjadi Jalan Mualim Teko.

Sementara itu, terdapat dua nama di Pulau Panjang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, yang berganti nama menjadi Jalan Kyai Mursalin dan Jalan Habib Ali bin Ahmad. Perubahan dua nama jalan itu berimbas kepada 350 warga Kelurahan Pulau Panggang.

Petugas Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu pun mendatangi warga yang ingin berganti KTP, KK, dan kartu identitas anak (KIA). "Layanannya ada pencetakan perubahan KTP elektronik (KTP-el), KK, dan KIA," kata Kepala Sektor Sudin Dukcapil Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sukarja ketika dikonformasi.

photo
Penumpang menyeberangi JPO Halte Buncit Indah di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta, Selasa (21/6/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan perubahan 22 nama jalan di Jakarta dengan nama toko Betawi, salah satunya Jalan Warung Buncit Raya menjadi Jalan Hj Tutty Alawiyah. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Sukarja menerangkan, sebagai tahap awal, petugas baru mendatangi rumah 69 warga yang tinggal di RT 04/RW 02 dan 25 warga di RT 06/RW 03 Pulau Panggang, yang terimbas pergantian nama jalan. Hasilnya, 62 warga mengganti KIA yang berasal dari 60 warga RT 06/RW 03 dan dua warga RT 04/RW 02.

Sedangkan warga yang mengganti KTP ada sembilan orang dari RT 04/RW 02 Kelurahan Pulau Panggang. Jika ditotal, Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu sudah mengurus 163 KTP milik warga Pulau Panggang, yang sebagian memang baru melakukan perekaman dan sekaligus menggunakan alamat baru.

"Sisanya masih terus kami proses dan akan kami gelar kembali layanan jemput bola serupa hingga tuntas semua," kata Sukarja.

Tidak dilibatkan

Anggota Komisi A DPRD DKI Gembong Warsono mengkritik pergantian nama jalan yang membuat warga harus repot mengurus dokumen kependudukan. Dia menyebutkan, permasalahan itu sepatutnya tidak hanya berlandaskan pada biaya yang digratiskan.

"Warga Jakarta ini multikesibukan, beda-beda mata pencahariannya, waktu sangat penting juga," kata ketua Fraksi PDIP DPRD DKI itu.

Gembong menyentil, pelayanan jemput bola yang diadakan Disdukcapil DKI nyatanya juga tidak menjangkau semua masyarakat. Dia mendesak Pemprov DKI tidak menyederhanakan polemik pengurusan dokumen karena pergantian nama jalan.

Apalagi, ia mendapati jika kebijakan yang dilakukan Gubernur Anies itu hanya menjadikan masyarakat sebagai objek yang harus menerima saja pergantian nama jalan tanpa ada kajian mendalam. "Apalagi, saat DPRD DKI tidak dilibatkan sama sekali," kata Gembong.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DUKCAPIL JAKARTA (dukcapiljakarta)

Sumber : Antara


Menanti Air Bersih Bagi Seluruh Warga Kamal Muara

Warga Kamal Muara diharapkan tidak perlu lagi membeli air dengan harga mahal.

SELENGKAPNYA

Islam dan AS: Overlapped

Catatan Perjalanan Imam Besar Masjid Istiqlal di Amerika Serikat.

SELENGKAPNYA
×