Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) melakukan peletakan pipa distribusi tahap dua saat kegiatan Hajatan 100 Hari Air Mengalir dan Peletakan Pipa Pertama di Kamal Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Kamis (30/6/2022). | ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

Jakarta

07 Jul 2022, 06:00 WIB

Menanti Air Bersih Bagi Seluruh Warga Kamal Muara

Warga Kamal Muara diharapkan tidak perlu lagi membeli air dengan harga mahal.

 OLEH ZAINUR MAHSIR RAMADHAN

Setiap hari selama penanaman pipa jalur air di Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, warga selalu terlibat aktif membantu. Demikian cerita Domil (48 tahun) tentang aktivitas warga RT 04/RW 01 Kelurahan Kamal Muara selama setahun terakhir.

Semua itu dijalani dengan semringah. Namun, Domil mengeluh, hingga kini pipa air tersebut masih belum sampai ke rumahnya. "Padahal, warga juga ikut bantu-bantu atau cuma ngasih rokok ke tukang biar cepet. Tapi sudah setahun pipa belum sampai juga ke rumah saya. Kalah sama jalan yang baru dicor ini," kata Domil menunjuk jalanan yang baru dicor kepada Republika, Selasa (6/7).

Dia mengenang, sejak kecil, keluarganya terus memanfaatkan berbagai air untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari air Kali Muara yang dulunya jernih, air hujan yang ditampung di tempayan, sumur bor, hingga air berbayar dari masjid.

Lambat laun, kualitas air Kamal Muara yang tergerus industri memaksa seluruh warga beralih untuk berlangganan ke kios air. Untuk mendapatkan pasokan air bersih, Domil dan tetangga biasanya bisa menghabiskan sekitar Rp 15 ribu per hari untuk berbagai keperluan. Karena itu, ia sudah tidak sabar ingin rumahnya segera dialiri air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) melakukan pemotongan tumpeng ditemani Direktur Utama PAM JAYA Syamsul Bachri (ketiga kiri), Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim (kanan) saat kegiatan Hajatan 100 Hari Air Mengalir dan Peletakan Pipa Pertama di Kamal Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Kamis (30/6/2022). PAM Jaya menggelar hajatan 100 hari air mengalir di daerah Kamal Muara, Penjaringan sekaligus peletakan pipa distribusi Kamal Muara tahap dua untuk mewujudkan percepatan pelayanan air bersih di Jakarta. - (ANTARA FOTO/Fauzan/hp.)

“Saya dan banyak warga juga sudah nanya ke almarhum pengurus RT, RW. Ke PAM Jaya juga, tapi gak tahu kenapa setahun terakhir gak ada tanggapan. Iya iya doang,” ujarnya menggerutu.

Hal serupa juga disampaikan Nuredi (55). Warga Kamal Muara ini masih belum memiliki akses air bersih dari PAM Jaya, sejak wacana pipa air bakal masuk ke kampungnya dua tahun lalu. Penantian yang sangat lama membuat Nuredi masih harus membeli air bersih yang dijual per jeriken.

"Dari PAM bilangnya kalau gak kejatah jarak pipa gratis enam meter, harus bayar lagi. Saya sudah (setuju), tapi gak ada kabar lagi sampai sekarang," ujar Nuredi.

Dia pun mengkritik Pemprov DKI, hingga ulang tahun ke-495 Jakarta, air bersih masih belum menjangkau seluruh rumah warga Kamal Muara. "Sekarang gimana?" ujar Nuredi heran.

photo
Warga beraktivitas di depan rumahnya di Jalan Kamal Muara, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). Menurut warga setempat, permukiman tersebut rentan banjir akibat luapan Kali Semonggol dan rob dari muara di Kamal Muara. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.)

Lain halnya dengan Denai (44), yang rumahnya sudah mendapatkan akses ke air perpipaan. Dia menjelaskan, pemasangan instalasi yang dilakukan sejak 10 bulan lalu, membantu melegakan perekonomian ratusan kepala keluarga (KK) di dua RW dan belasan RT Kamal Muara.

Kini, ia pun tak perlu membayar mahal demi mendapatkan layanan air bersih. "Kita bisa sedikit mengalokasikan uang untuk air mahal sebelumnya ke kebutuhan lain," ujar Denai.

Dia bertutur, bagi warga, rata-rata per bulan bisa membayar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta untuk mendapatkan air bersih. Adapun biaya langganan PAM Jaya diperkirakan di bawah Rp 100 ribu per KK. Karena itu, ia berharap terjadi pemerataan air perpipaan ke seluruh warga di wilayahnya. "Saya sebulan habis ratusan ribu. Tapi yang lain bisa sampai Rp 1 juta memang sebelum ada air PAM ini," kata Denai bersyukur.

photo
Kekurangan Air Bersih saat Musim kemarau. Sejumlah warga mengecek drum penampungan air hujan di Kampung Kamal Muara, Jakarta Utara, Selasa (9/7). Pada musim kemarau warga kampung nelayan kamal muara harus membeli air bersih untuk mandi dengan harga Rp 7.000 per jeriken.Fakhri Hermansyah - (Republika)

Berdasarkan pantauan Republika di RW 01 dan 04 Kamal Muara, akses air perpipaan bagi para warga belum merata. Selain karena jalan sempit, galian pipa yang dibuat belum dikerjakan secara maksimal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Kamis (30/6), melakukan inspeksi langsung ke Kamal Muara. Dia bersyukur program 100 hari merdeka air mengalir dan peletakan pipa kini hadir di permukiman warga. Menurut Anies, program tersebut ditujukan agar warga Jakarta bisa mendapatkan air dari pipa secara merata.

Warga juga diharapkan tidak perlu lagi membeli air dengan harga mahal. "Mereka tidak harus mengambil air dari dalam tanah lagi," ujar Anies.

Direktur Utama PAM Jaya Syamsul Bachri mengatakan, penambahan cakupan air PAM di Kamal Muara mencapai 250 pelanggan. Adapun jumlah warga yang dilayani dengan air perpipaan mencapai 1.000-1.500 pelanggan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Perumda Air Minum Jaya (@pamjaya_id)


Industri Incar Pasar Ayam di ASEAN

GPPU berharap ekspor ayam ke Singapura akan terus berlanjut.

SELENGKAPNYA

Kemendag Dorong Pemulihan Ekspor CPO

Sebanyak 28 produsen siap memproduksi minyak goreng curah dalam kemasan.

SELENGKAPNYA

PLN Pakai PMN untuk Listriki Wilayah 3T

Pengajuan PMN ini akan didistribusikan untuk sejumlah proyek.

SELENGKAPNYA
×