Prof KH Nasaruddin Umar | Ilustrasi : Daan Yahya

Khazanah

06 Jul 2022, 14:59 WIB

Islam dan AS: Overlapped

Catatan Perjalanan Imam Besar Masjid Istiqlal di Amerika Serikat.

OLEH PROF NASARUDDIN UMAR

Catatan Perjalanan Imam Besar Masjid Istiqlal di Amerika Serikat (13)

Menarik untuk kita simak buku What's Right With Islam Is What's Right With America (Apa yang Benar Menurut Islam itu Juga yang Benar Menurut Amerika), karya Imam Faisal Abdul Rauf, imam Masjid Al-Farah, yang terletak hanya 12 blok dari bangunan WTC, New York City, yang pernah dihancurkan oleh teroris pada 11 September 2001.

Buku ini dinilai sebagai salah satu buku yang bisa memulihkan citra positif Islam di AS pascaperistiwa 11/9. Buku ini berusaha meyakinkan komunitas AS dan dunia bahwa gerakan teroris yang memperatasnamakan diri sebagai aksi Islam sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Warga AS juga sesungguhnya dapat memahami sekaligus membuktikan diri sebagai manusia yang matang dan sama sekali tidak melakukan aksi balas dendam secara brutal terhadap komunitas Muslim di AS. Bahkan, yang bermunculan ialah komunitas masyarakat yang secara spontan memberikan perlindungan terhadap komunitas Muslim di AS.

Penulis bersama istri dan anak-anak juga bekerja di Georgetown University, Washington DC, sebagai visiting scholars belum lama kejadian mengerikan itu terjadi. Tentu saja orang lain mencemaskan kehadiran kami di AS saat itu.

Akan tetapi, saya bersama keluarga sama sekali tidak merasa terganggu. Bahkan, kami menempati IMAAM Center, Islamic Center untuk komunitas masyarakat Indonesia, bertetangga dengan sebuah gereja besar di Veirsmill Maryland. Kami rukun damai dalam menjalankan ibadah kami masing-masing. Tamu-tamu kami diberi kesempatan untuk memarkir kendaraan di halaman parkir gereja yang amat luas.

Suatu ketika badai dahsyat, hurricane, menerjang kota kami. Pohon-pohon berusia ratusan tahun bertumbangan ke arah gereja. Kami sekeluarga juga ikut membantu memindahkan pohon-pohon itu.

 
Pohon-pohon berusia ratusan tahun bertumbangan ke arah gereja. Kami sekeluarga juga ikut membantu memindahkan pohon-pohon itu.
 
 

Ketika kami bersama keluarga meninggalkan AS, pendeta gereja itu melepas kami dengan linangan air mata. Hingga saat ini komunikasi kami dengan komunitas gereja tersebut masih tetap berlanjut walaupun sudah berlangsung beberapa tahun lalu.

Pengalaman ini membuktikan bahwa selama kita memegang substansi ajaran Islam, selama itu pula umat lain akan pasti menerima karena Islam sesungguhnya adalah dipadati dengan ajaran kemanusiaan. Apa yang dikatakan oleh Imam Faisal dalam bukunya itu adalah benar dan terbukti benar.

Presiden Obama juga pernah mengatakan: ...

Janganlah ada keraguan: Islam adalah bagian dari Amerika. Dan saya percaya bahwa Amerika memegang kebenaran dalam dirinya bahwa terlepas dari ras, agama, dan posisi dalam hidup, kita semua memiliki aspirasi yang sama--untuk hidup dalam damai dan keamanan, untuk memperoleh pendidikan dan untuk bekerja dengan martabat, untuk mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, dan Tuhan kita. Ini adalah hal-hal yang sama-sama kita yakini. Ini adalah harapan dari semua kemanusiaan.

Presiden Obama juga mengatakan, Islam bukan bagian dari problem yang mengajarkan kekerasan secara ekstrem. Sebaliknya, Islam adalah sebuah agama yang selalu mengajarkan perdamaian.

 
Presiden Obama juga mengatakan, Islam bukan bagian dari problem yang mengajarkan kekerasan secara ekstrem.
 
 

Pernyataan senada juga sering kita dengar keluar dari tokoh-tokoh AS lainnya. Obama bahkan sangat fasih mengutip intisari salah satu ayat Alquran: "Siapa yang membunuh orang tak bersalah, ia seperti telah membunuh semua umat manusia; dan siapa yang menyelamatkan satu orang;ia telah menyelamatkan semua umat manusia." Ayat ini terletak dalam QS al-Maidah [5]: 32).

Thomas Jefferson juga pernah mengingatkan: "Saya berharap kebijakan kita akan bertambah sejalan dengan kekuatan kita dan mengajarkan kita bahwa semakin sedikit kita menggunakan kekuatan, justru semakin besar kekuatan itu."

Pernyataan Jefferson ini sejalan dengan sejumlah ayat dalam Alquran, antara lain: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS al-Baqarah [2]:195).

Dalam ayat lain juga ditegaskan: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)." (QS al-Baqarah [2]: 256).

Dengan demikian, tidak ada alasan umat Islam membenci AS sebagai sebuah negara dan sebaliknya AS juga tidak tepat mendiskreditkan umat Islam karena agama yang dianutnya.

Kini, umat Islam di AS dari tahun ke tahun semakin merasa tenang, bahkan beberapa di antaranya sudah ada yang disumpah menggunakan Alquran sebagai senator di Negeri Paman Sam ini.


Dunia Keilmuan: Materi di Timur, Metodologi di Barat

Kesempurnaan dunia keilmuan seseorang ditandai dengan adanya kolaborasi rasa dan rasio.

SELENGKAPNYA
×