Prof KH Nasaruddin Umar | Ilustrasi : Daan Yahya

Khazanah

21 Jun 2022, 18:00 WIB

Dunia Keilmuan: Materi di Timur, Metodologi di Barat

Kesempurnaan dunia keilmuan seseorang ditandai dengan adanya kolaborasi rasa dan rasio.

 

OLEH PROF NASARUDDIN UMAR

Catatan Perjalanan Imam Besar Masjid Istiqlal di Amerika Serikat (12)

Penulis merasa sangat beruntung pernah mengecap pendidikan di Timur dan Barat sehingga bisa membandingkan dunia pendidikan antara kedua blok negara tersebut. Mungkin itu subjektivitas penulis, tetapi kesan penulis kedua blok negara ini mempunyai kelebihan dan keunggulannya masing-masing.

Di dunia Barat, seperti AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, epistemologi dan metodologinya lebih terasa kuat. Walaupun materi ontologinya tidak begitu banyak, materi dianalisis sedemikian canggih sehingga terasa lebih aktual, usefull, dan produktif.

Sementara di Timur, seperti Mesir, Sudan, Yordan, Arab Saudi, Yaman, Pakistan, kekuatan materi ontologinya begitu besar dan luas, tetapi epistemologi dan metodologi terasa kurang. Akibatnya terkesan kurang analisis dan kurang produktif.

Pemilahan blok keilmuan Timur dan Barat sesungguhnya juga pernah diungkapkan di dalam Alquran, khususnya QS al-Kahfi: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun" (QS al-Kahfi/17:60).

Menurut Al-Razi dalam kitab tafsirnya, yang dimaksud majma’ al-baharain (perjumpaan dua lautan) dalam ayat tersebut ialah perjumpaan dunia keilmuan, yakni dunia keilmuan Timur yang lebih didominasi rasa (dzauq), sedangkan dunia Barat adalah dunia keilmuan yang lebih didominasi rasio (‘aql).

Nabi Musa yang selama ini terlalu terkesan rasional (reason oriented) diperintahkan Tuhan ke sebuah dunia lain yang lebih menonjolkan batin. Akhirnya ia dipertemukan dan berguru kepada Nabi Khidhir.

Menurut Prof Hull, guru besar filsafat di Harvard University, dalam bukunya History and Philosophy of Science,  dalam sejarah dunia keilmuan, semua nabi lahir di Timur dan tak seorang pun nabi lahir di Barat. Para filosof besar dunia seperti Plato, Aristoteles, Democritos, Anaximandes, Tales, dll, lahir di dunia Barat, baru kemudian berpenetrasi ke dunia Timur. Akan tetapi, tak bisa dimungkiri bahwa para nabi, sang pencerah, semuanya lahir di Timur.

Ia mengagumi Nabi Muhammad SAW karena di dalam periodenyalah tercipta integrasi keilmuan, yakni perjumpaan produktif antara ilmu pengetahuan, filsafat, dan spiritual agama. Ketika dunia keilmuan tercerabut dari hak fitrah kemanusiaan, pada saat itu manusia akan diancam dengan krisis kemanusiaan. Sebaliknya, jika manusia kehilangan daya kritis, pada saat itu pula manusia akan mengalami stagnasi sejarah.

Kesempurnaan dunia keilmuan seseorang ditandai dengan adanya kolaborasi rasa dan rasio dalam mencari dan menganalisis ilmu pengetahuan. Inilah sesungguhnya yang dimaksud dengan: Iqra’ bi ismi Rabbik (bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu) (QS al-‘Alaq [96]: 1).

 
Íqra’ tanpa bi ismi Rabbik adalah model pendidikan yang akan melahirkan monster dan Bi ismi Rabbik tanpa iqra’ akan melahirkan manusia “lumpuh”.
 
 

Íqra’ tanpa bi ismi Rabbik adalah model pendidikan yang akan melahirkan monster dan Bi ismi Rabbik tanpa iqra’ akan melahirkan manusia “lumpuh”. Kombinasi antara keduanya itulah yang diperkenalkan Alquran dan kombinasi inilah yang akan melahirkan khaira ummah.

Elaborasi antara dua blok keilmuan tersebut merupakan dambaan Alquran sekaligus menjadi solusi adanya ketegangan dualitas konsep. Dunia Barat mengasumsikan dirinya sebagai dunia yang berkemajuan karena lebih menguasai produktivitas deduksi akal.

Sementara, dunia Timur merasa puas dengan dirinya sendiri karena merasa mampu menguasai berbagai sumber keilmuan yang tidak dikenal luas di Barat, seperti kekuatan intuisi, wahyu atau ilham, berbagai jenis mimpi, mukasyafah, dan musyahadah.


Efek Jefferson dan Obama Terhadap Islam di AS

Presiden Thomas Jefferson dan Obama sejak awal tidak pernah apriori terhadap Islam dan komunitas Muslim di AS.

SELENGKAPNYA

Metafisika Kehidupan

Hidup dan mati umat Bani Adam di muka bumi menembus wilayah metafisika.

SELENGKAPNYA

Amal Tersembunyi

Bagaimana dengan kita? Adakah amalan tersembunyi yang cukup hanya diri dan Allah yang tahu?

SELENGKAPNYA
×