Pekerja memeriksa kondisi kesehatan ayam ternak di Desa Bojong Cae, Lebak, Banten, Sabtu (12/9/2020). | MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS/ANTARA FOTO

Ekonomi

06 Jul 2022, 07:25 WIB

Industri Incar Pasar Ayam di ASEAN

GPPU berharap ekspor ayam ke Singapura akan terus berlanjut.

JAKARTA -- Industri perunggasan di Indonesia mengincar pasar ekspor ayam di kawasan ASEAN. Disetujuinya ekspor ayam karkas perdana ke Singapura diharapkan menjadi jalan bagi Indonesia untuk membuka pasar ekspor ke Asia Tenggara.

Pelaku usaha meyakini, produk unggas Indonesia sudah cukup kompetitif. "Kalau ini (ekspor ke Singapura-Red) bisa lancar, tentu saya berharap ini berlanjut dan menyebar ke seluruh dunia, khususnya untuk ASEAN," kata Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Achmad Dawami kepada Republika, Selasa (5/7).

Dawami menuturkan, industri produsen ternak unggas Indonesia sudah mampu menyaingi kualitas produk dari negara produsen lain. Singapura cukup ketat dalam menerapkan standar sekaligus menjadi bukti kemampuan industri nasional. 

Meski demikian, kemungkinan pangsa pasar ekspor Singapura tidak besar karena Indonesia hanya mengisi kekosongan pasokan yang semula disuplai Malaysia. Ia mencatat, rata-rata impor ayam Singapura dari Malaysia sekitar 4.000 ton sebulan. Jika Indonesia bisa mengisi setengahnya, peluang ekspor sekitar 2.000 ton.

GPPU berharap ekspor ayam ke Singapura akan terus berlanjut. Akan tetapi, ia tak menampik bahwa dalam persaingan bisnis ke depan akan ada negara pesaing yang juga dapat masuk ke pasar Singapura.

Meski begitu, terbukanya ekspor ke Singapura memberikan sinyal kepada pasar global bahwa Indonesia sudah siap menjadi eksportir. "Soal harga, insya Allah kompetitif karena di negara mana pun harga bahan bakunya (sama)," kata dia.

Sebanyak tiga perusahaan unggas terintegrasi dari Indonesia telah mendapatkan persetujuan ekspor produk ke Singapura. Ini menjadi ekspor perdana karena Singapura mencari alternatif setelah Malaysia menahan ekspor ayamnya ke Singapura.

Tiga perusahaan telah mendapatkan persetujuan berdasarkan pernyataan Singapore Food Agency (SFA) dengan di antaranya ialah PT Charoen Pokphand Indonesia-Food Division dan PT Ciomas Adisatwa-Plant Pemalang yang akan mengekspor ayam karkas beku. Kemudian, persetujuan ekspor juga diberikan kepada PT Charoend Phokpand Indonesia Tbk yang akan menyuplai ayam olahan.  

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah, meminta para pelaku usaha yang telah mendapatkan persetujuan ekspor oleh Singapura agar segera menindaklanjuti kerja sama secara business to business (B2B).

Mengenai volume ekspor ayam, Nasrullah tak memerinci kuota ekspor yang diperbolehkan agar kebutuhan dalam negeri tetap aman. Ia menuturkan, besaran ekspor tergantung kesepakatan B2B.

Sementara itu, peternak ayam ras menyambut positif terbukanya ekspor perdana ke Singapura. Kemampuan ekspor menunjukkan suplai dalam negeri mencukupi sehingga tidak membutuhkan suplai impor.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) wilayah Jawa Tengah, Pardjuni, menyampaikan, para peternak mandiri dihantui dengan ancaman serbuan impor ayam Brasil. Isu itu muncul setelah kekalahan Indonesia atas sengketa dengan Brasil di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Dengan kita bisa ekspor, isu tentang impor itu bisa dilawan. Buat apa kita impor kalau sudah bisa ekspor? Buat apa kita harus selalu ditakut-takuti ayam dari Brasil akan masuk?" kata Pardjuni.

Pardjuni menyampaikan, situasi harga saat ini dalam kondisi stabil karena suplai dan permintaan ayam dalam negeri mulai seimbang. Industri produsen bibit ayam telah melakukan penyesuaian produksi sesuai dengan permintaan dalam negeri. 

';

Menggapai Haji Mabrur

Para peziarah ke Baitullah mengharapkan haji mereka mabrur.

SELENGKAPNYA

Menag Siapkan Sanksi Tegas Travel Ilegal

Kemenag dinilai perlu menata ulang tata kelola haji furoda.

SELENGKAPNYA

Adab Menyikapi Perbedaan Pendapat

Peta konsep penentuan awal Dzulhijah dalam fikih bisa dijelaskan dalam poin-poin berikut.

SELENGKAPNYA
×