Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) berbincang dengan Ketua DPP Puan Maharani (kanan) saat paripurna pertama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Nasional

05 Jul 2022, 03:45 WIB

Mega Tugaskan Puan, Hasto, dan Prananda

Meskipun bisa mencalonkan capres-cawapres sendiri, PDIP tetap harus berkoalisi.

JAKARTA -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri  sudah menugaskan tiga kadernya untuk berkomunikasi dengan partai politik lain ihwal koalisi. Tiga nama tersebut adalah kedua anaknya yakni Puan Maharani dan Muhammad Prananda Prabowo, serta Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

"Tentu komunikasi itu berjalan antarparpol, cuma komunikasi itu ada yang sifatnya tidak semua harus di-publish. Jadi kita tunggu saja hasil dari komunikasi-komunikasi oleh DPP partai," ujar Masinton di ruangannya, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/7).

Ia mengatakan, komunikasi antara PDIP dan partai politik lain tak semuanya langsung menghasilkan kesepakatan kerja sama. Menurutnya, penjajakan untuk pemilihan umum (Pemilu) 2024 sama halnya dengan pendekatan dalam pacaran.

"Karena ini menyangkut aspek kebangsaan, bagaimana menyangkut aspek ideologi, platform, dan kesamaan langgam gerak di lapangan, seperti itu," ujar Masinton.

photo
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Ketua DPP Bidang Politik Puan Maharani (kanan) dan Ketua DPP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kiri) mengangkat tangannya saat Penutupan Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (23/6/2022). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Di samping itu, ia tak ingin mengomentari komunikasi ihwal Pemilu 2024 yang dilakukan oleh partai lain. Namun menurutnya, setiap partai politik mempunyai strateginya masing-masing dalam menghadapi kontestasi, termasuk PDIP.

"Tentu kami tidak dalam kapasitas untuk mengomentari dan menilai masing-masing strategi dari tiap-tiap parpol, karena itu adalah otoritas dan kedaulatan dari masing-masing partai," Masinton.

Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 masihlah lama. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa partainya telah memiliki mekanisme tersendiri dalam penunjukkan calon presiden (capres).

PDIP mempunyai mekanisme penunjukkan capres sesuai dengan hasil Kongres 2019. Hal-hal yang berkaitan dengan Pilpres 2024 adalah hak prerogatif dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Sesuai amanat kongres bahwa nanti yang akan menjadi bakal capres nanti, yang akan menjadi bacapres adalah merupakan hak prerogatif dari ketua umum," ujar Puan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Sabtu (18/6).

Pengamat politik yang juga pendiri Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio mengatakan, PDIP tetap harus berkoalisi dengan partai lain. Meskipun, sebagai partai pemenang pemilu, PDIP secara ambang batas bisa mencalonkan capres-cawapres sendiri.

"Menurut hasil survei KedaiKOPI, PDI Perjuangan harusnya kerja sama. Karena kalau jalan sendiri walaupun bisa, akan kalah nantinya," ujar Hendri pekan lalu.

Menurut Hendri, tingginya suara PDIP di peringkat teratas, akan membuat mereka akan selalu menjadi pertimbangan partai lain untuk berkoalisi. Apalagi, partai berlambang kepala banteng itu sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

"Kerja sama dengan PDI Perjuangan akan memuluskan jalan partai politik lainnya untuk bisa memenangkan pemilihan pegislatif maupun pemilihan presiden," ujar Hendri.

Berbicara terpisah, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih belum membahas terkait capres yang akan diusung pada Pemilu 2024 nanti. KIB yang beranggotakan PAN, PPP, dan juga Golkar ini masih dalam tahap pembahasan terkait visi dan misi.

“Ya kita masih ada pembahasan mengenai visi misi ke depan, jadi masih membahas itu,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (4/7).

Ia melanjutkan, koalisinya tersebut masih terbuka terhadap partai lain yang ingin bergabung. Airlangga juga menyebut, komunikasi dengan partai-partai lain pun terus dilakukan.

“Pada dasarnya masih terbuka, inklusif terbuka terhadap partai-partai lain dan komunikasi masih terus berjalan,” ujarnya.

Kurang agresifnya gerakan dan manuver KIB, sebelumnya dikritik oleh Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro. Padahal, KIB seharusnya bisa memanfaatkan momentum setelah ketua umum ketiga partai tersebut menyatakan kerja sama politik.

“Seharusnya, di titik inilah momentum KIB untuk melahirkan terobosan kembali terbuka karena banyak partai masih belum sepakat secara resmi untuk berkoalisi,” kata dia, pada Jumat (1/7).  


Muslim Terbaik

Mari berikhtiar menjadi Muslim terbaik.

SELENGKAPNYA

Menuju Puncak Haji

Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan untuk menyambut para jamaah haji.

SELENGKAPNYA

Layanan di Arafah dan Haji Akbar

Selain perbaikan AC, Arafah kali ini akan dilengkapi dengan fasilitas toilet yang jauh lebih banyak.

SELENGKAPNYA
×