pendukung Presiden AS Donald Trump memanjat pagar Gedung Capitol di Washington pada 6 Januari 2021 lalu. | AP/Jose Luis Magana

Internasional

30 Jun 2022, 03:45 WIB

Saksi Sebut Trump Ingin Ikut Massa pada 6 Januari 2021

Empat polisi mengalami guncangan mental dan meninggal karena bunuh diri setelah penyerbuan 6 Januari itu.

WASHINGTON -- Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut ingin bergabung dengan massa dalam insiden 6 Januari 2021 di gedung Capitol Hill, Washington, DC. Ia bahkan disebut ingin merebut setir limosin kepresidenan ketika pengawal menolak mengantarkannya ke Capitol Hill, tempat para pendukung Trump rusuh.

Pernyataan itu diungkap mantan staf Gedung Putih, Cassidy Hutchinson, saat bersaksi di sidang dengar House of Representative, Selasa (28/6). Menurut Hutchinson, Trump menampik kekhawatiran pengawalnya bahwa ada kemungkinan sejumlah pendukungnya saat itu membawa senapan semiotomatis AR-15.

Di media sosial, Trump membantah mencoba mengambil stir mobil. "Cerita palsunya tentang saya mencoba mengambil stir mobil Limosin Gedung Putih untuk membawa saya ke Gedung Capitol itu 'sakit' dan curang," tulis Trump di media sosial miliknya, Truth Social.

Trump saat itu bahkan meminta petugas keamanan tidak memindai orang-orang hadir dengan magnetometer. Ia ingin massa lebih banyak yang datang.

"Singkirkan (magnetometer --Red) itu, mereka ke sini bukan untuk menyakiti saya," kata Hutchinson mengutip perkataan Trump pada 6 Januari pagi.

Namun, Hutchinson mengaku mengetahuinya dari ucapan Tony Ornato, anggota pasukan pengawal kepresidenan atau Secret Service. The New York Times dan NBC yang mengutip sumber di Secret Service melaporkan, Ornato akan ikut bersaksi.

Massa pendukung Trump berkumpul di depan Gedung Putih sebelum bergerak ke Gedung Capitol, tempat Kongres bersidang. Pada 6 Januari 2021, Kongres siap mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden (pilpres) 2020. Para pendukung Trump tersulut oleh ucapannya bahwa kekalahannya di pilpres disebabkan karena kecurangan.

Puluhan pengadilan, pejabat pemilihan dan peninjauan ulang dari pemerintahan Trump sendiri membantah klaim dirinya tentang kecurangan pemilu. Empat orang tewas dalam penyerbuan itu, satu orang tewas ditembak polisi dan sisanya karena kondisi yang lain.

Lebih dari 100 petugas polisi terluka dan satu orang tewas keesokan harinya. Empat polisi mengalami guncangan mental dan meninggal dunia karena bunuh diri setelah penyerbuan 6 Januari itu.

Pada akhir kesaksian yang berlangsung selama dua jam itu anggota House of Representative Liz Cheney mengungkapkan kemungkinan ada bukti yang menunjukkan upaya menghalangi penegakan keadilan dan kesaksian. Cheney merupakan salah satu dari dua politisi Partai Republik dari sembilan anggota panel sidang ini. 

Sumber : Reuters/Associated Pres


BUMD DKI akan Bangun Pabrik Minyak Goreng di Cilegon

Anggota DPRD DKI minta studi kelayakan pabrik minyak goreng.

SELENGKAPNYA

Setiap yang Berlebihan tidak Baik

Segala yang berlebihan termasuk dalam urusan ibadah bukan hanya tidak baik, melainkan juga ditolak dalam ajaran Islam.

SELENGKAPNYA

Risiko Reputasi Dalam Pandangan Syariah

Apakah reputasi itu bagian dari risiko yang harus dimitigasi atau tidak?

SELENGKAPNYA
×