Barang bukti rokok tanpa cukai dan pil ekstasi dimusnahkan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/6/2022). Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum dan khusus berdasarkan putusan pen | ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.

Nasional

28 Jun 2022, 16:15 WIB

DPR Kaji Legalisasi Ganja untuk Medis

Di beberapa negara, ganja bisa dipakai untuk pengobatan. UU di Indonesia masih belum memungkinkan.

JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad merespons viralnya video Santi Warastuti, seorang ibu yang menuntut agar dilakukan legalisasi ganja untuk keperluan medis. Dasco mengatakan, pihaknya akan mengkaji terkait legalisasi ganja untuk keperluan medis.

Dasco menuturkan, di beberapa negara, ganja bisa dipakai untuk pengobatan. Namun, di Indonesia undang-undangnya masih belum memungkinkan.

"Sehingga, nanti kita akan coba buat kajiannya apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan, karena di Indonesia kajiannya belum ada demikian," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

Dasco mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan komisi terkait. Termasuk apakah juga akan dibahas dalam revisi UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ya nanti kita coba koordinasikan," ujarnya.

photo
Kepala BNN Provinsi Banten Henry Marpaung (kanan) bersama staf menyulutkan api saat pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja di Kantor BNN Provinsi Banten, di Serang, Jumat (24/6/2022). BNN Provinsi Banten memusnahkan dua kilogram ganja yang disita dari pengedar pada kasus penyelundupan narkoba melalui jasa pengiriman barang. - (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Video Santi yang membawa poster bertuliskan "Tolong Anakku Butuh Ganja Medis" viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan di tengah car free day di Jakarta, Ahad (26/6). Terkait hal itu, polisi menegaskan tetap berpegang pada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kepolisian kan aparat penegakan hukum yang melakukan penegakan hukum berdasarkan UU, kalau mau mengubah UU itu, kewenangannya bukan di kita," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (27/6).

Zulpan enggan berspekulasi soal aksi Santi pada Senin pagi. Ia mengatakan, polisi menyerahkan keputusan penggunaan ganja itu kepada pihak kedokteran. “Itu wewenang dokter ya," ujar dia.

Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, penggunaan ganja di negara yang telah melegalkannya terus meningkat. Hal itu bertambah saat lock down karena Covid-19.

 
Proporsi orang dengan gangguan kejiwaan dan bunuh diri yang terkait dengan penggunaan ganja secara teratur telah meningkat.
 
 

Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dalam laporan tahunan pada Senin (27/6) mencatat, ganja telah lama menjadi obat yang paling banyak digunakan di dunia dan penggunaan itu meningkat. Sementara itu, ganja di pasaran semakin kuat dalam hal kandungan tetrahydrocannabinol (THC). Kandungan tersebut sering digunakan untuk penyalahgunaan atau kategori narkoba di Indonesia.

Berbagai negara bagian Amerika Serikat telah melegalkan penggunaan ganja nonmedis pada 2012. Uruguay melegalkannya pada 2013, seperti halnya Kanada pada 2018. Wilayah lain telah mengambil langkah serupa, seperti Thailand.

"Proporsi orang dengan gangguan kejiwaan dan bunuh diri yang terkait dengan penggunaan ganja secara teratur telah meningkat," tulis laporan itu yang dilansir Reuters.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)


Penanganan PMK Dianggarkan Rp 4,6 Triliun

Anggaran PMK dimasukkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional.

SELENGKAPNYA

Pemprov DKI Cabut Izin Seluruh Outlet Holywings

Pemprov DKI mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta.

SELENGKAPNYA

Indonesia Tayib

Mereka tak segan menyapa dengan memanggil “Haji Indonesia? Tayib.

SELENGKAPNYA
×