Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) DKI Jakarta dengan memegang poster melakukan aksi di depan Holywings, Gunawarman, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Dalam aksinya mereka mendesak pihak Holywings menutup tempat usahanya buntut promo minuman beralkohol gr | Prayogi/Republika.

Kabar Utama

28 Jun 2022, 03:41 WIB

Pemprov DKI Cabut Izin Seluruh Outlet Holywings

Pemprov DKI mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta.

 

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta. Pencabutan izin tersebut bukan hanya buntut promosi kontroversial yang menggratiskan minuman keras bagi pemilik nama Muhammad dan Maria, tapi juga karena ada pelanggaran perizinan.

Pencabutan izin dilakukan atas rekomendasi dan temuan pelanggaran yang ditemukan dua organisasi perangkat daerah (OPD). Dua OPD yang menilai tersebut yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Benny Agus Chandra menegaskan, ada 12 outlet Holywings Group di Jakarta yang izin usahanya dicabut. Pencabutan izin juga sesuai arahan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk bertindak tegas, sesuai ketentuan, dan menjerakan serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta.

photo
Logo outlet Holywing di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pemprov DKI Jakarta mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings di Ibu Kota, karena adanya temuan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi. - ( ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.)

"Maka, kami selaku Dinas PMPTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Benny, Senin (27/6).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan bersama unsur DPPKUKM, DPMPTSP, dan satpol PP. Dari peninjauan gabungan tersebut, petugas menemukan beberapa pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin.

"Hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, ditemukan bukti bahwa beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi," kata Andhika. 

Sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus dimiliki oleh operasional usaha bar. Usaha bar yakni sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Penelusuran lebih lanjut, Holywings Group ternyata juga melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta. Pelanggaran itu berkaitan dengan penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group di DKI Jakarta, padahal pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol.

Sementara itu, penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat. Hasil pengawasan di lapangan, Holywings Group melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat.

"Yang secara legalitas seharusnya (minuman beralkohol untuk minum di tempat) memiliki surat keterangan penjual langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB-UMKU KBLI 56301,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo.

Rekomendasi dari dua OPD tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk selanjutnya diajukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dengan demikian, seluruh izin usaha dari 12 outlet Holywings Group dapat dicabut segera.

photo
Suasana salah satu bar-resto Holywings di Jakarta, Jumat (24/6/2022). Polda Metro Jaya tengah mendalami kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan pihak Holywings terkait promosi minuman beralkohol gratis bagi pengunjung yang bernama Muhammad dan Maria yang tuai kontroversial. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Mengenai kasus penistaan agama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyatakan, pihaknya bakal melimpahkan dua laporan polisi (LP) ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam kasus itu, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan enam orang karyawan Holywings sebagai tersangka.

"Polda Metro akan melimpahkan laporan itu ke Polres Metro Jakarta Selatan karena hal yang dilaporkan masyarakat ini hal yang sama terkait dengan adanya unggahan di media sosial yang dilakukan oleh Holywings yang dianggap menistakan agama tertentu," ujar Zulpan saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (27/6).

Karena itu, Zulpan berharap masyarakat menyerahkan dan memercayakan penanganan kasus promo miras gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria kepada pihak kepolisian. "Kami berharap masyarakat tidak perlu resah dan serahkan sepenuhnya penanganan terhadap kepolisian," harap Zulpan.

republikaonline

Jajaran Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan enam karyawan Holywings Indonesia sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama original sound - Republika

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memasang garis polisi di kantor pusat Holywings, di BSD, Tangerang Selatan, berkaitan dengan promosi miras di Holywings yang telah mengundang kontroversi. Pemasangan garis polisi tersebut dilakukan pada Sabtu (25/6).

Menurut Ridwan, pemasangan garis polisi itu berkaitan dengan penyidikan kasus tersebut. Namun, ia belum bisa menyampaikan perihal batas waktu pemasangan garis polisi tersebut. "(Pemasangan) untuk keperluan penyidikan," ujar Ridwan. 

Sebelumnya, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan dan menahan enam tersangka. Keenam tersangka tersebut adalah, di antaranya, laki-laki berinisial EJD (27) selaku direktur kreatif yang berperan mengawasi empat divisi dan perempuan berinisial NDP (36) selaku //head tim promotion// yang berperan mendesain program dan meneruskan ke tim kreatif. 

Selanjutnya, laki-laki berinisial DAD (27) sebagai desain grafis, perempuan berinisial EA (22) sebagai admin tim promo yang mengunggah konten ke media sosial, perempuan berinisial AAB (25) sebagai social officer yang mengunggah ke media sosial Holywings, dan terakhir perempuan berinisial AAM (25) sebagai admin tim promosi yang bertugas memberikan request kepada tim kreatif dan memastikan sponsor untuk acara-acara di Holywings.

Keenam tersangka itu dijerat pasal berlapis, termasuk pasal tentang penistaan agama. Para tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU RI Tahun 1946 dan Pasal 156 A KUHP dan Pasal 28 ayat 2 UU RI Tahun 2016 atas perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Cholil Nafis (cholilnafis)

Minta maaf

Salah satu pemegang saham Holywings, Hotman Paris Hutapea, menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis. Dalam pertemuan itu, Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf soal kasus promosi minuman keras di Holywings. 

"Saya atas nama pribadi dan juga atas nama Holywings sebagai institusi memohon maaf kepada Bapak Kiai Cholil Nafis dan juga umat Islam," kata Hotman dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dilansir dari laman resmi MUI, Senin (27/6)

Hotman mengakui, promosi miras di Holywings membuat heboh. Menurut dia, itu merupakan kesalahan staf Holywings yang menyinggung perasaan umat Islam. Hotman berharap permohonan maafnya dapat diterima umat Islam dan masalah ini bisa diselesaikan melalui proses hukum untuk ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

photo
Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) DKI Jakarta dengan memegang poster melakukan aksi di depan Holywings, Senayan Jakarta, Jumat (24/6/2022). Dalam aksinya mereka mendesak pihak Holywings menutup tempat usahanya buntut promo minuman beralkohol gratis bagi yang bernama Muhammad dan Maria.Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

Kiai Cholil secara pribadi menerima permohonan maaf dari Hotman selaku salah satu pemegang saham di Holywings. Kiai Cholil mengatakan, setiap orang pasti melakukan kesalahan dan orang orang yang membuat kesalahan tersebut harus bisa memperbaiki, bertobat, dan meminta maaf. "Tentu umat Islam akan memaafkan karena kita adalah orang baik," ujarnya.

Meski begitu, Kiai Cholil mendorong agar kasus promosi miras di Holywings terus berjalan proses hukumnya. Proses hukum diharapkan dilakukan secara adil sehingga dapat menjadikan sebuah pembelajaran.

"Kami setuju ini terus diproses (hukum) untuk pembelajaran, ini staf Abang (Hotman Paris) terlalu kreatif, hilang sensitivitasnya bahwa ini ranah agama. Oleh karena itu, saya sepakat ini diteruskan di ranah pengadilan, proses hukum berjalan untuk menemukan keadilan yang seadil-adilnya,” kata Kiai Cholil. n fuji eka permana/ali mansur ed: satria kartika yudha


Habibie Sebagai Jawaban Kehausan Indonesia

Habibie juga menganggap lumrah perbedaan pendapat.

SELENGKAPNYA

Rumah Sakit Mulai Juli Uji Coba Kelas Standar

Pemerintah masih menghitung besaran iuran KRIS.

SELENGKAPNYA

Karyawan Holywings Tersangka

Enam orang tim kreatif Holywings diperiksa kepolisan.

SELENGKAPNYA
×