Jaet penurun panas yang dipakai jamaah haji. | Dok Puskes Haji/Instagram

Jurnal Haji

28 Jun 2022, 11:52 WIB

Kemenkes Siapkan Jaket Jamaah Haji Atasi Heat Stroke

Saat di Armuzna, jamaah harus mengantisipasi cuaca panas.

ALI YUSUF, A SYALABY ICHSAN DARI MAKKAH DAN MADINAH, ARAB SAUDI

 

MAKKAH -- Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan menyiapkan jaket guna mengantisipasi kasus heat stroke pada jamaah saat puncak musim haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jaket yang memanfaatkan teknologi techno cool berbahan karbon cool ini merupakan hasil kolaborasi riset awal dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara (USU) dan Fakultas Teknik UNS Solo.

“Untuk pertama kalinya, akan menggunakan karbon cool untuk menangani kasus heat stroke yang mungkin terjadi pada musim haji 2022 ini," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana kepada Republika, Senin (27/6).

Budi mengatakan, jaket ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah Armuzna sebagai tindakan pencegahan. Total jaket yang dipersiapkan sebanyak 30 buah.

"Sebanyak 30 jaket sudah disiapkan, 10 rompi akan digunakan petugas, sementara 20 rompi disiapkan untuk pertolongan pertama pada jamaah heat stroke,” ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pusat Kesehatan Haji Kemkes (puskeshaji.kemkes)

Tim dokter KKHI Makkah sekaligus tim peneliti dr Suzy Indhart mengatakan, pengukuran suhu dan tanda vital jamaah menjadi parameter penggunaan rompi set ini. “Suhu diukur secara kontinu dan akan dihentikan setelah suhu pasien turun mencapai 38 derajat Celsius, untuk kemudian diberikan terapi standar lainnya," ujarnya.

Suzy memastikan, daya tahan dingin techno cool ini bisa mencapai delapan hingga 20 jam.  “Jauh lebih lama dibandingkan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair, dan tidak basah," kata dia.

Pasien yang mengalami heat stroke akan dipakaikan rompi lengkap dengan deker untuk meredam saraf-saraf sensorik di bagian tubuh yang terbuka saat tersengat matahari, yakni bagian lengan, paha, dan betis. Dalam keaadaan darurat, techno cool bisa langsung ditempelkan di tubuh pasien.

Koordinator Surveilans PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Prof Rustika memastikan, teknologi ini sangat dibutuhkan untuk penanganan heat stroke pada jamaah. Menurut dia, inovasi ini perlu mendapatkan dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar dapat digunakan secara massal.

Koordinator Promosi Kesehatan PPIH Arab Saudi dr Edi Supriatna mengatakan, saat di Armuzna, jamaah harus mengantisipasi cuaca panas seperti yang dilakukan selama di Makkah dan Madinah. Caranya, bisa dengan membiasakan minum air serta menghindari paparan matahari dan kelelahan.

“Intinya, di Armuzna jangan melakukan aktivitas keluar tenda yang tidak ada kaitan dengan haji. Itu yang harus betul-betul dipatuhi jamaah,” kata dia.

Jamaah juga diminta mengikuti anjuran pemerintah terkait dengan waktu melempar jumrah. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan jamaah dari sengatan matahari dan sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko kesehatan lain.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pusat Kesehatan Haji Kemkes (puskeshaji.kemkes)

Satuan operasi

Menjelang Armuzna, Kementerian Agama (Kemenag) membentuk Satuan Operasi (Satop) khusus. Satop yang terdiri atas para personel di tiga kantor daerah kerja PPIH Arab Saudi tersebut akan bekerja di Armuzna.

Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat mengatakan, Satop merupakan petugas yang sebelumnya bekerja di daerah kerja (Daker) baik Makkah, Madinah, maupun Bandara.  “Jadi Daker ketika masuk ke Armuzna tidak lagi dinamai Daker,” kata Arsad kepada Tim MCH di Kantor Daker Makkah, Ahad (26/6).

Tiga Daker tersebut akan mengisi di tiga wilayah kerja berbeda. Daker bandara bertugas di Arafah. Di Muzdalifah akan diisi tim dari Daker Makkah sementara Mina untuk Daker Madinah. Dia menyebut, akan ada tim //monitoring// yang mengawasi seluruh proses pergerakan jamaah saat pelaksanaan Armuzna.

Mobilisasi Armuzna akan dimulai sejak 8 Dzulhijah 1443 H pagi. Pada 9 Dzulhijah, jamaah akan melakukan rangkaian ibadah wukuf di Arafah, sejak masuk waktu Zhuhur. Selanjutnya, jamaah akan dimobilisasi ke Muzdalifah. 


Penanganan PMK Dianggarkan Rp 4,6 Triliun

Anggaran PMK dimasukkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional.

SELENGKAPNYA

Indonesia Tayib

Mereka tak segan menyapa dengan memanggil “Haji Indonesia? Tayib.

SELENGKAPNYA

Mengelola Pujian

Tergila-gila dengan pujian, sungguh kita telah kehilangan kesadaran diri.

SELENGKAPNYA
×