Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

24 Jun 2022, 03:30 WIB

Tuan Rumah yang Baik

Tanpa kerendahan hati, boleh jadi Tuan Rumah pun enggan menerima kedatangan kita.

 

OLEH HASAN BASRI TANJUNG

Sejatinya setiap Muslim selalu menyimpan rindu untuk mengunjungi Baitullah sekaligus ziarah ke makam Rasulullah SAW. Tentu saja, karena seruan haji telah sampai jauh sebelum kita dilahirkan ke muka bumi.

Oleh sebab itu, tidaklah tepat jika berkata, “Belum dapat panggilan.” Kita sudah dipanggil, tapi belum memenuhinya.

Seusai meninggikan bangunan Ka’bah, Allah SWT bertitah kepada Nabi Ibrahim AS Khalilullah. “Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (QS al-Hajj [22]: 27).  

Syekh Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam Tafsir Jaami’ul Bayaan menjelaskan firman Allah SWT, “Serulah manusia untuk menunaikan haji,” maka Ibrahim AS menjawab, “Ya Rabb, bagaimana suaraku akan sampai?” Lalu, Allah SWT menjawab, “Serukanlah dan Aku yang akan menyampaikannya.”

Nabi Ibrahim pun menaiki bukit dan berseru dengan lantang, “Wahai manusia, diwajibkan bagi kalian menunaikan haji ke Baitullah, maka berhajilah.” Allah berfirman, “Engkau akan melihat manusia berdatangan dari penjuru negeri yang jauh. Bahkan, seruan itu dijawab siapa saja yang mendengar, termasuk yang ada di tulang sulbi lelaki dan rahim wanita, bebatuan, pepohonan, dan perbukitan. Seraya menjawab, “Labbaik Allahuma labbaik” (Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu.”

Ibadah haji adalah panggilan Ilahi kepada umat manusia. Allah SWT akan menjadi Sahibul Bait (Tuan Rumah) yang akan menyambut, melayani dan memenuhi kebutuhan para tamu (dhuyufur rahman).

“Sesungguhnya, para jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Dia telah memanggil mereka dan mereka pun memenuhinya. Jika mereka memerlukan sesuatu akan dipenuhi. Dan, jika memohon ampunan, Allah akan mengampuni mereka” (HR Ibnu Majah).

Mungkinkah Tuan Rumah bersikap buruk kepada para tamu-Nya? Allah SWT akan menyambut siapa saja yang datang dengan baik.

“Aku bergantung prasangka hambu-Ku dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingatku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku dan jika ia mengingat-Ku dalam keramaian, Aku mengingatnya dalam keramaian yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku berjalan, Aku mendatanginya dalam keadaan berlari” (HR Bukhari).

Alhasil, Allah SWT adalah Tuan Rumah yang baik. Untuk itu, setiap tamu harus menjaga adab ketika memasuki rumah-Nya. Datanglah dengan niat yang tulus, tunjukkan sikap, kata dan laku yang santun.

Tanpa kerendahan hati, boleh jadi Tuan Rumah pun enggan menerima kedatangan kita. Allahu a’lam bishawab.


Wapres: Awasi Ternak Terjangkit PMK

Jabar dan Jateng mempercepat vaksinasi PMK menjelang Idul Adha untuk ternak sehat.

SELENGKAPNYA

Jamaah Diimbau Patuhi Aturan Pembayaran Dam

PPIH Arab Saudi mengingatkan agar jamaah tidak melakukan transaksi dengan calo dalam pembayaran dam.

SELENGKAPNYA

Jokowi Segera Sambangi Zelenskiyy dan Putin

Jokowi akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

SELENGKAPNYA
×