Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) melihat dokter hewan dari Pusat Veteriner Farma (Putvetma) Surabaya menyuntikkan vaksin wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi di kandang kawasan Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat ( | ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jatim/Um/foc.

Publik

21 Jun 2022, 03:45 WIB

Penyembelihan Diimbau Dilakukan di RPH

Meski tidak ada transmisi virus dari hewan ke manusia, masyarakat diminta tetap waspada.

JAKARTA – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terus mengalami kenaikan memunculkan kekhawatiran menjelang Hari Raya Idul Adha pada 9 Juli. Masyarakat pun diimbau untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH) sebagai bentuk kehati-hatian.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk bagaimana ketika di musim kurban ini untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, kemudian memotong hewan kurban itu juga bisa dilakukan di tempat-tempat yang relatif aman. Misalnya, dipotong di RPH itu jauh lebih aman daripada dipotong di tempat-tempat seperti biasa,” kata Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen, Sabtu (18/6).

Nabiel memahami, secara kultural dan kebiasaan, umumnya penyembelihan hewan kurban dilakukan di masjid dan mushala, dengan lokasi yang biasanya berada di sekitar permukiman. Meski berbagai pihak telah menyatakan bahwa tidak ada transmisi virus tersebut dari hewan ke manusia, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada.

“Memang rasanya kurang kalau ada kurban kemudian tidak dipotong di masjid atau di mushala. Memang ada perasaan tidak puas, tapi ketika musim wabah seperti ini, mencegah itu lebih baik,” kata Nabiel.

photo
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) meninjau harga daging sapi di Pasar Cibubur, Jakarta, Kamis (16/6/2022). - (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.)

Dia optimistis hal tersebut dapat dilakukan terlebih jika pemerintah bisa mengambil ketegasan dan mau menggandeng ormas-ormas Islam untuk menyosialisasikannya. Ormas Islam dinilai memiliki gerakan akar rumput yang kuat dan diyakini efektif dalam menyosialisasikan imbauan dari pemerintah.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, pemotongan hewan yang paling aman memang dilakukan di RPH. Hal tersebut dengan pertimbangan meminimalisasi pergerakan hewan ternak sehingga memperkecil kemungkinan terinfeksi ataupun menginfeksi.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga meminta warganya untuk membeli hewan kurban ke peternak sekitar. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta meminta agar hewan kurban yang dibeli merupakan ternak milik warga atau tidak didatangkan dari luar daerah.

Pasalnya, kasus PMK di Provinsi DIY sebagian besarnya berasal dari hewan ternak yang didatangkan dari luar daerah. Meskipun begitu, saat ini DPP Kota Yogyakarta menyebut belum ditemukan adanya kasus PMK di Kota Yogyakarta.

“Kami sarankan masyarakat membeli langsung dari peternak sekitar kita untuk mengurangi risiko. Karena kasus PMK di DIY sejarahnya, rata-rata karena ada hewan lain didatangkan dari luar DIY dan mengenai ternak lainnya di kandang,” kata Kepala DPP Kota Yogyakarta, Suyana.

Ia juga meminta agar hewan ternak yang dijual ataupun dibeli sudah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Suyana menyebut, kasus PMK pada hewan ternak di DIY sudah lebih dari 3.800 kasus.

“Untuk Kota Yogyakarta, sampai sekarang belum ada temuan kasus PMK. Jumlah sapi di Kota Yogyakarta sedikit sekitar 93 ekor. Kami berpesan mulai sekarang harus sudah ada kesepakatan pembelian hewan kurban,” ujar dia.

Menjelang Idul Adha 2022, diperkirakan jual beli hewan ternak juga akan meningkat di Kota Yogyakarta. Pihaknya memperkirakan akan banyak bermunculan pasar tiban yang menjual hewan ternak.

Pedagang hewan ternak di Kota Yogyakarta pun diwajibkan untuk mengajukan perizinan dan pemberitahuan terkait penjualan hewan ini. Pengajuan dilakukan kepada pemerintah setempat, yakni ke kecamatan.

Jadi, perizinan penjualan hewan nantinya akan dikeluarkan oleh pemerintah kecamatan di masing-masing wilayah di Kota Yogyakarta. Terkait dengan petunjuk teknis dalam mengajukan perizinan penjualan hewan, Suyana menyebut, masih menunggu ketentuan lebih lanjut. “Tunggu SE (surat edaran) wali kotanya,” ujar dia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta, Yunianto Dwisutono mengatakan, SE ini akan dikeluarkan secepatnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penerbitan Surat Edaran Wali Kota tentang Pedoman Perayaan Hari Raya Idul Adha Tahun 2022.

“Kami akan terbitkan SE wali kota tentang pedoman perayaan Hari Raya Idul Adha dalam waktu dekat. SE sebagai pedoman masyarakat dalam menyelenggarakan Hari Raya Idul Adha,” kata Yunianto.

Sumber : Antara


Daerah Tunggu Vaksin dan Obat-obatan Atasi PMK

Kementan akan mendahulukan vaksinasi PMK pada hewan yang masih sehat.

SELENGKAPNYA

Perspektif Wafat di Baqi’

Tidak ada petunjuk mengenai identitas penghuni Baqi’. Kami hanya tahu dari sirah bahwa Baqi’ dihuni oleh manusia-manusia istimewa.

SELENGKAPNYA

‘Kita Menang Pertandingan, Tapi Kalah dalam Kehidupan’

PSSI mengambil tindakan dengan melakukan penyelidikan atas meninggalnya dua korban.

SELENGKAPNYA
×