Foto mikroskopiklansiran Central Disease Control (CDC) Amerika Serikat yang menunjukkna virion cacar monyet. | Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC via

Internasional

20 Jun 2022, 03:45 WIB

WHO Hapus Status Endemi dan Nonendemi Cacar Monyet

Menurut WHO, kasus cacar monyet tersebar di 42 negara, mayoritas Eropa.

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan menghapus perbedaan antara negara endemi dan non-endemi dalam kasus cacar monyet. Hal itu guna mengintegralkan respons terhadap penyebaran penyakit tersebut.

“Kami menghapus perbedaan antara negara-negara endemi dan non-endemi, melaporkan negara-negara bersama jika memungkinkan, untuk mencerminkan tanggapan terpadu yang diperlukan,” kata WHO dalam pembaruan situasi wabah cacar monyet tertanggal 17 Juni, dikirim kepada media pada Sabtu (18/6).

Menurut WHO, kasus cacar monyet tersebar di 42 negara, mayoritas Eropa. WHO yakin jumlah kasus sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Pada 23 Juni mendatang, WHO diagendakan menggelar pertemuan darurat. Mereka akan menentukan apakah penyebaran cacar monyet harus diklasifikasikan sebagai darurat kesehatan dengan label Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Klasifikasi semacam itu merupakan peringatan tertinggi yang dapat didengungkan WHO.

Pekan ini, WHO juga mengumumkan akan mengganti nama penyakit cacar monyet dengan istilah baru. Hal itu diumumkan di tengah kekhawatiran atas stigma dan rasialisme di sekitar nama penyakit tersebut dan virus penyebabnya.

Vaksinasi bayi

Dalam perkembangan berbeda, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengizinkan pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak, termasuk bayi yang telah berusia enam bulan. Vaksinasi untuk kelompok tersebut rencananya diluncurkan pekan depan.

“Kami tahu jutaan orang tua dan pengasuh sangat ingin anak-anak mereka divaksinasi. Dengan keputusan hari ini, mereka bisa,” kata Direktur CDC Rochelle Walensky dalam pernyataan, Sabtu.

“Infeksi ini membunuh anak-anak dan kita memiliki kesempatan untuk mencegahnya. Ini adalah kesempatan untuk mencegah risiko yang diketahui,” ungkap Beth Bell, salah satu dokter di panel penasihat CDC, seusai pemungutan suara pada Sabtu.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana meluncurkan kampanye vaksinasi Covid-19 untuk balita. "Pekan mendatang, orang tua akan dapat mulai menjadwalkan janji temu di tempat-tempat seperti klinik dokter anak, rumah sakit anak, dan apotek," kata Biden dalam pernyataan.

Menurut CDC, infeksi Covid-19 pada anak-anak umumnya lebih ringan. Namun sejak Maret 2020, penyakit tersebut telah menempati posisi kelima sebagai penyebab utama kematian anak-anak berusia satu hingga empat tahun. Covid-19 pun menduduki posisi keempat sebagai penyebab kematian utama anak berusia di bawah satu tahun. ';

Gelembung Jangan Meletus

Bayang-bayang fenomena gelembung dot-com awal 2000-an kembali menghantui. 

SELENGKAPNYA

Tumpang Tindih di Indo-Pasifik

Stabilitas ekonomi dan keamanan di Indo-Pasifik memang saling terkait, sehingga terkesan tumpang tindih.

SELENGKAPNYA

Efek Jefferson dan Obama Terhadap Islam di AS

Presiden Thomas Jefferson dan Obama sejak awal tidak pernah apriori terhadap Islam dan komunitas Muslim di AS.

SELENGKAPNYA
×