ILUSTRASI. Para ulama juga sepakat bahwa tidak seorang pun bisa menghalang-halangi warisan seorang istri atau mengurangi bagiannya kecuali anak. | Republika

Fikih Muslimah

19 Jun 2022, 04:56 WIB

Ketentuan Warisan dari Istri untuk Suami

Para ulama sepakat bahwa tidak seorang pun bisa menghalangi warisan seorang istri kecuali anak.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Menurut para ulama ahli fikih tentang warisan suami dari istrinya, yakni jika si istri tidak meninggalkan anak dan cucu dari anak laki-laki, baik anak tersebut laki-laki maupun perempuan, maka sang suami menerima separuh harta. 

Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid menjelaskan, hal demikian terkecuali pendapat yang dikutip dari mujahid. Katanya, jika si istri meninggalkan anak, sang suami mendapatkan seperempat. 

Mereka sepakat bahwa warisan seorang istri dari suaminya adalah seperempat harta kalau sang suami tidak meninggalkan anak dan cucu. Namun, jika sang suami meninggalkan anak atau cucu anak laki-laki, si istri mendapatkan seperdelapan. 

Para ulama juga sepakat bahwa tidak seorang pun bisa menghalang-halangi warisan seorang istri atau mengurangi bagiannya kecuali anak. Hal itu berdasarkan firman Allah SWT dalam Alquran surah an-Nisa ayat 12.

Allah berfirman, "Walakum nishfu maa taraka azwaajukum in lam yakun lahunna waladun." Yang artinya, "Dan bagimu (suami-suami) separuh dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu apabila mereka tidak mempunyai anak."

photo
Siapkan harta warisan untuk anak (ilustrasi) - (Freepik)

Bagaimana warisan ayah dan ibu? 

Para ulama sependapat bahwa apabila ayah itu sendirian maka ia menerima seluruh harta. Dan apabila ia berdua maka ibu menerima sepertiga harta, sedangkan ayah menerima selebihnya. Itu berdasarkan firman Allah SWT dalam surah an-Nisa ayat 11.

Allah berfirman, "Wawaritsahu abwaahu fali-ummihi ats-tsuluts." Yang artinya, "(Jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak) dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya (saja) maka ibunya mendapat sepertiga." 

Mereka juga sepakat bahwa bagian ibu-bapak dari warisan anaknya jika si anak mempunyai anak atau cucu dari anak laki-laki adalah dua perenam. Jadi, masing-masing mereka berdua memperoleh seperenam.

Itu berdasarkan firman Allah SWT dalam Alquran surah an-Nisa ayat 11, "Wa li-abawayhi likulli waahidin minhuma as-sudusu mimma taraka in kaana lahu waladun fa in yakun lahu waladun." Yang artinya, "Dan untuk dua orang ibu-bapaknya masing-masing mendapatkan seperenam dari harta yang ditinggalkan, apabila yang meninggalkan itu mempunyai anak."

Mayoritas ulama ahli fikih berpendapat bahwa yang dimaksud dengan walad (anak) di ayat tersebut adalah anak lelaki, bukan anak perempuan. Namun, ada juga pendapat kontroversial yang menentang mereka. 

Para ulama juga sepakat bahwa bagian sang ayah tidak kurang dari seperenam ketika ia bersama-sama dengan para pewaris dzaw al-furudh. Bahkan, ia menerima lebih dari seperenam.

 
Para ulama ahli fikih berselisih pendapat tentang jumlah minimal saudara yang menghalang-halangi ibu dari sepertiga menjadi hanya seperenam.
 
 

Dari sini, para ulama ahli fikih sepakat bahwa seorang ibu dapat dikurangi bagiannya oleh saudara-saudara si mayit, yakni dari sepertiga menjadi hanya seperenam. Rujukannya adalah surah an-Nisa ayat 11.

Kemudian, para ulama ahli fikih berselisih pendapat tentang jumlah minimal saudara yang menghalang-halangi ibu dari sepertiga menjadi hanya seperenam. Menurut Ali dan Ibnu Mas'ud, jumlah saudara yang dapat menghalangi ibu adalah dua orang ke atas, Imam Malik setuju dengan pendapat ini. 

Menurut Ibnu Abbas, jumlah mereka adalah tiga orang ke atas. Jadi, dua orang saudara tidak dapat menghalangi bagian ibu dari sepertiga menjadi seperenam. Silang pendapat ini berpangkal pada ketentuan ukuran minimal jumlah atau bilangan jamak (plural). 

Ulama-ulama yang berpendapat bahwa ukuran minimalnya itu tiga, mereka mengatakan, saudara yang dapat menghalang-halangi bagian ibu adalah tiga orang ke atas. Sedangkan, ulama-ulama yang berpendapat bahwa ukuran minimalnya itu cukup dua saja, mereka mengatakan, saudara yang dapat menghalang-halangi bagian ibu ialah dua orang ke atas.


Metafisika Kehidupan

Hidup dan mati umat Bani Adam di muka bumi menembus wilayah metafisika.

SELENGKAPNYA

Amal Tersembunyi

Bagaimana dengan kita? Adakah amalan tersembunyi yang cukup hanya diri dan Allah yang tahu?

SELENGKAPNYA

Salam untuk Rasulullah 

Sejumlah riwayat menyebutkan, barang siapa rajin berziarah ke makam Muhammad SAW pasti akan mendapat syafaatnya.

SELENGKAPNYA
×