Petugas PT PGN melakukan pengecekan rutin jaringan gas (jargas) pelanggan rumah tangga di Kawasan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (8/7/2020). Hingga 2019 PT PGN telah membangun jargas sepanjang 3.838 Km atau sebanyak 537.936 sambungan rumah tangga ( | ANTARA FOTO/M N Kanwa

Ekonomi

17 Jun 2022, 12:48 WIB

PGN Kebut 10 Proyek Gasifikasi Pembangkit Listrik 

PGN berkomitmen menjalani seluruh proses proyek regasifikasi pembangkit listrik.

JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terus berupaya segera merealisasikan proyek gasifikasi pembangkit listrik sebagaimana Keputusan Menteri Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 2 Tahun 2022. Subholding Gas PT Pertamina (Persero) tersebut sedang mengebut proses 10 titik gasifikasi pembangkit listrik di Cluster Nusa Tenggara (Nusra) dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar menyatakan, saat ini ke-10 titik tersebut elah memasuki tahap perizinan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ke-10 titik Cluster Nusa Tenggara dan Timur (NTB & NTT) terdiri dari Jeranjang-Lombok NTB di MPP Jeranjang dan PLTG/PLTGU Lombok Peaker, Sumbawa NTB di PLTMG Sumbawa, Bima NTB di PLTMG Bima, Rangko-Flores NTT di PLTMG Rangko (Flores), dan Maumere NTT di PLTMG Maumere.

Termasuk Alor NTT di PLTMG Alor, Waingapu NTT di PLTMG Waingapu, Kupang NTT di PLTMG Kupang, dan Cluster Sulawesi Tenggara (Sultra). Tidak ketinggalan, Konawe-Kendari di PLTMG Kendari dan Bau-Bau di PLTMG Bau-Bau. 

“Kebutuhan gas bumi untuk Cluster Nusra dan Sultra direncanakan akan dipasok lewat moda LNG dari Bontang, dengan total demand cluster Nusra sekitar 28 BBTUD dan Sultra sekitar 4 BBTUD,” kata Achmad, Rabu (15/6).

Achmad mengatakan, PGN berkomitmen menjalani seluruh proses proyek regasifikasi pembangkit listrik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Persetujuan KKPRL terkait Fasilitas Jetty merupakan salah satu tahapan penting dimana nantinya fasilitas tersebut akan dimanfaatkan dalam proses transfer LNG sebagai moda transportasi gas antar pulau.

Achmad menyebutkan, ada beberapa lokasi regasifikasi PLTMG yang masuk ke dalam Zona Konservasi Laut yakni PLTMG Alor, PLTMG Waingapu dan PLTMG Kupang. Untuk itu, lanjut Achmad, perencanaan infrastruktur harus matang, sehingga sesuai dengan komitmen PGN terhadap pelaksanaan operasi gas bumi yang aman dan berkelanjutan.

“Setiap aspek dalam pelaksanaan proyek ini harus diperhatikan. PGN sangat concern terhadap aspek lingkungan dan keselamatan ekosistem sekitar proyek yang menjaga kelangsungan kehidupan dan habitat laut sekitar,” ujar Achmad.

Achmad menambahkan, kondisi lingkungan regasifikasi juga menantang, karena pembangkit listrik secara umum terletak di pinggir pantai dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi dan tanah berbatu.

Bagi PGN, proyek regasifikasi pada pembangkit listrik menjadi semacam bridging atau pintu masuk untuk hadir ke seluruh segmen pengguna gas bumi baik industri, komersial, UMKM, rumah tangga, dan transportasi. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT PGAS Solution (@pgn_solution)

Dengan diawali dari kebutuhan anchor gas bumi dari beberapa lokasi pembangkit listrik milik PLN yang telah ditetapkan, PGN sebagai subholding gas Pertamina akan memasuki pasar Indonesia Timur sehingga perluasan pemanfaatan gas bumi bagi seluruh wilayah negeri ini dapat segera terwujud.

“Apabila gas tersebut sudah berada di beberapa lokasi Nusa Tenggara maupun Sulawesi Tenggara, maka akan mudah bagi PGN untuk masuk ke sektor-sektor ritel yang ada di sekitar wilayah tersebut,” kata Achmad.

PGN berkomitmen memperluas dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional dan melayani secara terintegrasi kebutuhan gas bumi dari hulu sampai hilir serta menjadi solusi nyata pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi yang ramah lingkungan menuju net zero emission.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong bahan tambang batu bara diolah (digasifikasi) menjadi gas yang dapat memenuhi kebutuhan energi gas saat ini. "Indonesia kaya akan batu bara. Ini harus diolah atau digasifikasi sehingga batu bara ini kalau bisa menjadi Dimethyl Ether (DME) pengganti LPG dimana saat ini harga LPG mengalami kenaikan," kata Erick.

Kendati demikian, menurut Erick, hal tersebut tidak bisa langsung diubah. Indonesia membutuhkan waktu, investasi serta teknologi. Namun, hal itu harus dimulai dari sekarang.

"Karena kenapa? Batu bara pada 2060 sudah tidak terpakai lagi untuk listrik. Karena kita akan memproduksi listrik dari energi baru terbarukan seperti matahari, tenaga panas bumi, air, angin. Mumpung batu baranya masih bisa dipakai maka kita lakukan gasifikasi untuk gas," kata Erick. ';

Ganda Putra Tetap Andalan

Ada delapan pasangan tuan rumah yang tampil di Indonesia Terbuka sehingga pertemuan mereka sejak babak awal tidak bisa dihindari.

SELENGKAPNYA

Petugas Perempuan Disiagakan di Area Tawaf

Saat umrah wajib, jumlah jamaah dibatasi sehingga tidak begitu padat.

SELENGKAPNYA

Disiplinkan Lagi Prokes

Seluruh pemda diminta mempersiapkan layanan kesehatan menghadapi potensi lonjakan kasus.

SELENGKAPNYA
×