Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

17 Jun 2022, 03:30 WIB

Memimpin dengan Teladan

Keteladanan adalah fondasi dan keteladanan pemimpin adalah nyawa organisasi.

 

OLEH ABDUL MUID BADRUN

Dalam Islam istilah kepemimpinan dikenal dengan kata imamah. Sedangkan, kata yang terkait dengan kepemimpinan dan berkonotasi pemimpin dalam Islam ada delapan istilah.

Kedelapannya, yaitu imam, ada dalam al-Baqarah: 124. Khalifah, ada dalam al-Baqarah: 30. Malik, ada dalam al-Fatihah: 4. Wali, ada dalam al-A’raf: 3. Selain itu, amir dan ra’in, sultan, rais, dan ulil amri. 

Dalam implementasi shalat berjamaah, sebagai miniatur kehidupan sosial, imam tentu harus berada di depan (fil amaam). Karena, ia memberi komando, contoh, serta teladan. Diikuti oleh para jamaah sebagai makmum.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya (seseorang) dijadikan (sebagai) imam hanyalah untuk diikuti, maka janganlah menyelisihinya” (HR Muttafaqun ‘alayh). Namun, jika imam melakukan kesalahan, makmum wajib mengingatkannya. 

Pemandangan dan refleksi indah pemimpin dan yang dipimpin terlihat jelas dalam shalat berjamaah. Hal ini pula yang menyebabkan shalat itu tiang agama. Jika rusak shalatnya, agama pun akan rusak. Bukan shalat dalam pengertian ritual yang belakangan sering kita lihat dan rasakan.

Namun, nilai-nilai (values) shalat inilah jika dipahami dan diresapi dengan baik akan memandu umat menjadi kekuatan tiada tanding, tiada banding di tengah zaman yang makin absurd ini.

Kalau kita baca sejarah, Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional, pun mengemukakan gagasan apik yaitu: “Ing ngarso sung tulodo”. Artinya, pemimpin itu memberi teladan. Jika pemimpin tunateladan, dia tidak pantas menjadi pemimpin. Karena, banyak sekali kita temui, kepandaian pemimpin dalam berorasi, jauh dari fakta di lapangan.

Apa yang disampaikan berbeda dengan apa yang dilakukan. Jelas ini pemimpin munafik yang tidak bisa diteladani. Bahkan, harus dijauhi karena sangat berbahaya.

Alquran pun memberikan teguran keras yang artinya: “Amat besar kebencian Allah (kepada pemimpin) ketika apa yang dikatakan tidak dikerjakan (QS As-Shaff: 3).

 

Karena itulah, apa pun alasannya, keteladanan adalah kunci. Keteladanan adalah fondasi dan keteladanan pemimpin adalah nyawa bagi lembaga, organisasi, atau institusi yang dipimpinnya. Ia diikuti karena keteladanannya. Pun ia dijauhi juga karena ucapan, sikap, kebijakan, dan perilaku buruknya.

Sosok teladan sepanjang sejarah umat, Nabi Muhammad SAW, bisa menjadi inspirasi kita semua. Kita perlu membaca dan memahami sejarah hidupnya. Lalu, kita ikuti dan amalkan. Kemudian dilanjutkan oleh para sahabat dan ulama sampai saat ini. Semua itu mempertegas betapa memimpin dengan teladan jauh lebih efektif dan powerfull dibanding hanya dengan perintah dan paksaan. 

Dalam Islam pun, keteladanan ini merupakan harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi oleh setiap (calon) pemimpin. Dan keteladanan terbaik adalah ada pada diri Rasul Muhammad SAW (QS al-Ahzab: 21 dan QS al-Qalam: 4).

Wallahu a’lam.


Tugas Berat Dua Menteri

Persoalan minyak goreng dan lahan di IKN menjadi titipan Presiden untuk diselesaikan menteri baru.

SELENGKAPNYA

Mantan Hakim India Protes Penghancuran Rumah Muslim

Ribuan Muslim India melanjutkan unjuk rasa pada pekan kedua di Kota Kolkata.

SELENGKAPNYA

WHO Siap Kaji Status Cacar Monyet

Vaksin untuk cacar biasa diperkirakan efektif 85 persen terhadap cacar monyet.

SELENGKAPNYA
×