Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

14 Jun 2022, 03:30 WIB

Menyikapi Kedengkian

Berhati-hatilah terhadap orang yang diliputi kedengkian.

OLEH AGUS SOPIAN

Dalam menjalani kehidupan ini, tidak ada jaminan semua orang akan menyukai kita. Pasti selalu ada yang membenci dan memusuhi. Kita tidak bisa mencegah keberadaan orang yang iri dan dengki, terlebih saat berada dalam posisi baik dan terhormat.

Umar bin Khattab berkata, “Tidak ada seseorang yang dikaruniai kenikmatan, kecuali ada orang yang dengki kepadanya.”

Jangan terlalu mengumbar nikmat yang didapat karena mata-mata dengki selalu mengintai setiap saat. Bisa jadi, di antara teman dekat kita adalah orang yang paling dengki dan membenci.

Berhati-hatilah terhadap orang yang diliputi kedengkian. Sebab, mereka selalu melihat nikmat yang ada pada diri kita sebagai bencana. Bahkan, tak segan untuk berusaha menghilangkan nikmat tersebut dengan berbagai cara.

Kedengkian sudah ada sejak zaman dahulu kala. Qabil putra Adam AS tak segan membunuh Habil adik kandungnya sendiri karena nikmat yang didapat saudaranya tersebut lebih besar darinya. Pun begitu dengan saudara-saudara Yusuf AS yang membuangnya ke sumur karena dengki melihat Yusuf AS lebih dicintai oleh ayahnya.

Tatkala ada orang yang dengki kepada kita, jangan takut dan putus asa. Serahkan semuanya pada Allah SWT. Berdoalah pada-Nya dengan memohon perlindungan dari kejelekan orang-orang yang dengki dan memusuhi.

Hanya Allah yang bisa membentengi kita dari berbagai macam bahaya. Allah berkuasa menahan dan menghentikan keburukan dan permusuhan.

Bersabar dan ikhlas menerima apa yang sudah ditetapkan-Nya untuk kita. Kedengkian orang lain kepada kita sejatinya adalah ujian yang harus dilewati. Ingatlah bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali lagi pada-Nya.

Allah SWT berfirman, “Jika Allah menimpakan sesuatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya...” (QS Yunus: 107).

Berbuat baiklah terhadap orang yang berbuat buruk kepada kita. Tidak perlu membalasnya dengan tindakan yang sama. Karena orang yang dengki tidak akan memperoleh kebaikan dari apa yang diperbuatnya.

Allah SWT berfirman, “Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan di antaramu dan dia seolah-olah telah menjadi teman setia” (QS Fushshilat: 34).

Jangan biarkan hati dan pikiran kita disibukkan dengan memikirkan kedengkian orang lain. Karena hal itu justru akan merugikan diri sendiri. Fokuslah pada kebaikan-kebaikan yang bisa dikerjakan. Bersyukurlah selalu terhadap nikmat yang didapat, agar terhindar dari penyakit hati iri dan dengki. Belajarlah menjadi pemaaf karena memaafkan adalah tanda kemenangan.

Hindari sekecil apa pun permusuhan, sadarilah bahwa manusia saling membutuhkan. Suatu saat, bisa saja orang yang kita musuhi menjadi sangat dibutuhkan bagaimana pun keadaan orang itu. Perbanyaklah pertemanan sebab seribu teman masihlah kurang. Mari merajut persaudaraan dengan senantiasa menebar kebaikan.

Wallahu a’lam.


Cara Alquran Hadapi Islamofobia

Kini, berabad-abad sesudah zaman Rasul SAW gerakan Islamofobia masih saja gencar.

SELENGKAPNYA

Kelak Anda Bermata Tajam

Mata batin yang dahulunya tumpul tak berperasaan, di hari milik Tuhan akan dipaksa terbelalak menjadi tajam.

SELENGKAPNYA

Berburu Raudhah 

Jika tidak diatur, agak ngeri membayangkan padatnya Raudhah pada musim haji ini.

SELENGKAPNYA
×