Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan secara virtual ketika acara demo memasak tanpa minyak goreng di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (28/3/2022). | Prayogi/Republika.

Nasional

11 Jun 2022, 03:45 WIB

PDIP tak Tergoda Manuver Elite Parpol

PDIP memilih fokus memperkuat internal partai lewat konsolidasi dan pelatihan.

JAKARTA -- PDIP tidak tergoda dengan berbagai manuver politik sejumlah elite partai politik (parpol) jelang Pemilu 2024. Hasto menyebut PDIP memilih fokus memperkuat internal partai lewat konsolidasi dan pelatihan. 

"Kami harus menyiapkan energi kita mengatur seluruh tahapan-tahapan pemilu dengan sebaik-baiknya. Sehingga, meskipun yang lain bergerak lincah, kami tidak pernah tergoda," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam pembukaan pelatihan kader perempuan PDIP di Sekolah Partai, Jakarta, Jumat (10/6).

Hasto berpendapat, pelatihan kaderisasi perempuan yang digelar Sekolah Partai PDIP pada 10-12 Juni 2022 lebih penting ketimbang ikut-ikutan pergerakan elite politik. Partainya juga rutin melakukan konsolidasi internal setiap hari. 

Menurut Hasto, partai politik harus berlomba memberikan pendidikan politik ke masyarakat. "Itu skala prioritas pertama. Jadi, kami tidak tergoda,” kata dia.

photo
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjawab pertanyaan wartawan di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Jumat (10/1/2020). - (ANTARA)

Di sisi lain, ia mengatakan, manuver dari PDIP adalah tunggal, yakni bergerak ke bawah. "Kalau tentang kerja sama parpol, kami didorong oleh Bu Ketum untuk mengedepankan semangat gotong-royong, bekerja sama dengan seluruh partai, terutama yang memiliki rekam jejak sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, Hasto mengatakan, PDIP tak ingin ikut campur strategi dan kebijakan rumah tangga partai politik lain. “Setiap partai punya kalkulasi politik tersendiri,” kata dia.

Sebelumnya, Partai Golkar, PAN, dan PPP sudah membentuk Koalisi Indonesia Baru (KIB). PKS dan PKB juga sedang mengupayakan terbentuknya poros ketiga. 

Sementara itu, Partai Demokrat menanggapi soal ajakan bergabung ke dalam koalisi yang dibentuk PKB dan PKS. Ketua Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, partainya masih terus berkomunikasi politik dengan semua pihak. 

"Kami terus menjajaki kesamaan visi, kesamaan chemistry," kata Herzaky. 

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, wajar jika sejumlah partai melakukan sejumlah langkah politik. Namun, hal yang terpenting koalisi dibangun bukan karena latah atau reaktif. 

Saat ini, Willy mengatakan, Nasdem belum memutuskan akan membangun koalisi dengan partai mana. “Pasca rakernas yang akan digelar pertengahan bulan ini mungkin akan ditentukan dengan siapa kita akan membangun koalisi,” kata dia.

photo
Ketua Majelis Syuro PKS Salim Assegaf Al Jufri bersama Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dari kiri ke kanan) saat menghadiri Milad ke-20 PKS di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (29/5/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Sementara itu, PKB melirik sejumlah tokoh nonparpol untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Tokoh nonparpol tersebut, di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dan Panglima TNI Andika Perkasa.

"Iya PKB sedang melirik (nama-nama itu)," kata Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, Kamis (9/6).

Poros nonparlemen

Tujuh sekretaris jenderal partai politik nonparlemen menggelar pertemuan pada Kamis (9/6) malam di Jakarta. Tujuh partai tersebut, yakni PSI, Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Garuda, dan Partai Berkarya.

 
Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan, ketujuh parpol non-parlemen sepakat membentuk poros koalisi.
 
 

Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan, ketujuh parpol non-parlemen sepakat membentuk poros koalisi untuk persiapan verifikasi parpol. "Kami akan komunikasikan ke ketum masing-masing untuk tidak lanjutnya, termasuk rutinitas pertemuan jelang tahapan verifikasi dan pemilu ke depan," kata Badaruddin.

Namun, Andi menegaskan, kerja sama tersebut sebatas untuk persiapan verifikasi partai politik. "Belum ada (koalisi pilpres), baru penjajakan dan kita fokus lolos verifikasi dulu jadi peserta Pemilu 2024," ujarnya.

Apalagi, ia mengatakan, total suara tujuh parpol nonparlemen sebesar 9 persen suara nasional. "Butuh 16 persen (tambahan) suara nasional hasil Pemilu 2019 dari partai lain kalau mau buat poros baru untuk usung pilpres," kata dia.  ';

Survei: Ganjar-Erick Terkuat

Ganjar-Erick unggul dalam dua simulasi pasangan calon.

SELENGKAPNYA

Ganjar Diminta Santai Tunggu Mega

Politikus PDIP meminta Ganjar bersikap santai terkait Pilpres 2024.

SELENGKAPNYA

Penentuan Capres KIB Melalui Mufakat

Relawan Pro Jokowi menyebut KIB sebagai koalisi cerdas.

SELENGKAPNYA
×