Puing-puing misil Rusia terlihat di ladang gandumg di Soledar, Ukraina bagian timur, Senin (6/6/2022). | AP/Bernat Armangue

Internasional

Turki Fasilitasi Koridor Ekspor Gandum Rusia dan Ukraina

Dampak kelangkaan gandum diprediksi terlihat di seluruh dunia akhir tahun ini.

ANKARA -- Turki memfasilitasi koridor pengiriman yang aman untuk memungkinkan ekspor gandum serta biji-bijian dari Rusia dan Ukraina ke pasar dunia. Turki telah bekerja sama dengan Rusia dan Ukraina dalam menyediakan koridor ekspor tersebut.

"Kami sedang berupaya untuk menyelesaikan ini sesegera mungkin. Banyak kemajuan telah dibuat dalam masalah ini," ujar Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, dilansir Middle East Monitor, Rabu (8/6).

Akar menyatakan bahwa Ankara, Kiev, Moskow, dan PBB sedang mendiskusikan cara untuk membersihkan ranjau yang mengapung di pelabuhan Odessa, Ukraina. Itu juga termasuk ranjau yang ada di tempat lain, di sepanjang garis pantai Ukraina.

Sejumlah isu lain terus dibahas, antara lain siapa yang akan membersihkan ranjau dan siapa yang akan menjaga koridor pelayaran yang aman jika kesepakatan dibuat oleh empat pihak tersebut. Turki memainkan peran utama dalam mekanisme pemantauan.

photo
Cahaya dari lubang akibat tembakan peluru menyinari lumbung gandum di Cherkaska Lozova, tak jauh dari Kharkiv, Ukraine, Sabtu (28/5/2022). - (AP/Bernat Armangue)

Pengiriman gandum dan biji-bijian melibatkan kapal tanker pengawal Angkatan Laut Turki yang meninggalkan Ukraina dan menuju Selat Bosphorus menuju pasar internasional. Diperkirakan terdapat 22 juta ton biji-bijian masih tersimpan di silo di Ukraina.

Sementara itu, Juru Bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, militer Rusia perlu memeriksa kapal komersial yang mengangkut biji-bijian. Itu untuk memastikan kapal tidak membawa senjata. Dia menambahkan, setelah kapal memuat biji-bijian, Rusia akan membantu mengawal kapal ke perairan internasional.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk membahas koridor ekspor bijian-bijian. Lavrov tiba di Turki beberapa hari setelah anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yaitu Bulgaria, Makedonia Utara, dan Montenegro, dilaporkan menolak mengizinkan pesawatnya terbang melalui wilayah udara mereka untuk mencapai Serbia. Namun, pesawat Lavrov dapat terbang langsung ke Turki di atas Laut Hitam.

photo
Gudang penyimpanan gandum terkena misil Rusia di Cherkaska Lozova, tak jauh dari Kharkiv, Ukraine, Sabtu (28/5/2022). - (AP/Bernat Armangue)

Selain masalah ekspor gandung Ukraina, diskusi Lavrov di Ankara juga diharapkan berfokus pada rencana Turki untuk meluncurkan serangan lintas batas baru di Suriah utara terhadap Kurdi Suriah yang dianggap sebagai ancaman keamanan. Turki membutuhkan persetujuan Rusia untuk melanjutkan kehadirannya di Suriah utara meskipun keduanya mendukung pihak yang berlawanan dalam perang saudara di Suriah.

Pertemuan Lavrov juga terjadi ketika Turki telah menyuarakan penentangan terhadap permintaan Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO. Moskow juga keberatan dengan pencalonan negara-negara Nordik tersebut.

Turki adalah anggota NATO yang tetap menjalin hubungan dengan Ukraina dan Rusia. Ankara telah mengkritik invasi Moskow ke Kiev. Namun, Turki belum bergabung dengan sanksi internasional terhadap Moskow.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, ekspor pasokan penting, seperti biji-bijian dan gandum, di seluruh dunia telah terpukul keras. Ukraina dan Rusia adalah salah satu pengekspor gandum, jagung, dan minyak bunga matahari terbesar di dunia.

photo
Cahaya dari lubang akibat tembakan peluru menyinari lumbung gandum di Cherkaska Lozova, tak jauh dari Kharkiv, Ukraine, Sabtu (28/5/2022). - (AP/Bernat Armangue)

Namun, perang dan blokade Rusia terhadap pelabuhannya telah menghentikan sebagian besar aliran itu. Kondisi ini membahayakan pasokan makanan ke banyak negara berkembang.

Kelangkaan pasokan gandum diperkirakan akan terlihat di seluruh dunia pada akhir tahun ini. Upaya Turki memfasilitasi koridor pengiriman yang aman dari Rusia dan Ukraina diyakini dapat menghidupkan kembali ekspor komoditas penting tersebut.

"Jika pelabuhan Laut Hitam tetap diblokir dan dikepung oleh Rusia, Ukraina hanya akan dapat mengekspor maksimal 2 juta ton biji-bijian per bulan," kata Wakil Menteri Kebijakan Agraria dan Pangan Ukraina Taras Vysotskyi.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Energi Bersih Kepentingan Bersama Australia dan Indonesia

Wawancara khusus dengan Menteri Industri dan Sains Australia Ed Husic

SELENGKAPNYA

Memuluskan Transisi ke Dunia Hibrid

Pandemi telah mendefinisikan ulang apa arti bekerja dan kantor bagi banyak orang.

SELENGKAPNYA

Bulog Jalin Kerja Sama Distribusi Minyak Goreng

Produsen migor mendapatkan pasokan minyak sawit seharga Rp 9.500 per liter.

SELENGKAPNYA