Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berbincang dengan pedagang saat meninjau tempat penjualan Program MigorRakyat di Pasar Kampung Ambon, Pulogadung, Jakarta, Selasa (7/6/2022). | Prayogi/Republika.

Ekonomi

08 Jun 2022, 08:25 WIB

Bulog Jalin Kerja Sama Distribusi Minyak Goreng

Produsen migor mendapatkan pasokan minyak sawit seharga Rp 9.500 per liter.

JAKARTA -- Perum Bulog tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah produsen untuk menjadi distributor minyak goreng (migor) curah. Bulog menyatakan siap menyusul holding BUMN pangan ID Food yang telah lebih dulu menjadi distributor.

Direktur Supply Chain Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan, pihaknya telah memenuhi syarat untuk menjadi pelaku usaha jaringan logistik dan eceran (PUJLE) atau distributor yang ditetapkan pemerintah. Syarat itu mengenai kesiapan aplikasi digital yang digunakan dalam memantau penjualan minyak goreng yang akan didistribusikan ke pengecer.

"Aplikasi digital sebagai salah satu persyaratan sebagai PUJLE sudah kami siapkan dengan nama Bumina (Bulog Minyak Nabati)," kata Suyamto kepada Republika, Selasa (7/6).

photo
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berbincang dengan pedagang saat meninjau tempat penjualan Program MigorRakyat di Pasar Kampung Ambon, Pulogadung, Jakarta, Selasa (7/6/2022). - (Prayogi/Republika.)

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan produsen minyak goreng yang akan memasok Bulog. Perusahaan pelat merah itu kemudian akan menjual minyak goreng curah itu tak hanya melalui pengecer umum, tapi juga lewat outlet Rumah Pangan Kita (RPK) dan menjual langsung ke masyarakat seharga Rp 14 ribu per liter.

Suyamto menjelaskan, pola pendistribusian akan dilakukan secara langsung sejak dari pengambilan ke produsen dan penjualan pengecer. Dengan begitu, Bulog tidak perlu menumpuk pasokan di gudang terlebih dahulu sehingga biaya logistik dapat lebih efisien. Di sisi lain, hal itu dapat meminimalkan penyusutan minyak goreng.

Meski demikian, Suyamto belum dapat memastikan waktu Bulog akan secara resmi menjadi distributor. "Kami terus koordinasikan dengan Kementerian Perdagangan," kata Suyamto.

Produsen minyak goreng sebelumnya meminta agar distribusi minyak goreng (migor) curah hasil domestic market obligation (DMO) dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut dia, pendistribusian minyak goreng hasil DMO dinilai kurang menarik bagi swasta karena untung yang kecil.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menjelaskan, para produsen migor telah mendapatkan pasokan minyak sawit hasil DMO dari produsen di hulu dengan harga Rp 9.500 per liter. Harga tersebut jauh di bawah rata-rata harga CPO internasional yang lebih dari Rp 15 ribu per liter.

Selanjutnya, produksi migor curah itu didistribusikan oleh PUJLE dan bertanggung jawab agar harga di tingkat konsumen tercapai sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram (kg). Menurut Sahat, sistem tersebut lebih mempermudah pencapaian target pemerintah.

Sahat pun mendorong agar Bulog yang juga merupakan BUMN turut menjadi distributor bersama ID Food. Dengan ditambahnya BUMN sebagai PUJLE, penyaluran akan semakin luas dan perusahaan negara dapat menguasai pendistribusian minyak goreng curah hasil DMO di dalam negeri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Perdagangan RI (kemendag)

Sementara itu, Kementerian Perdagangan menargetkan 30 ribu pengecer di pasar tradisional dapat menjual minyak goreng curah seharga Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kg. Penjualan melalui ribuan pengecer itu dilakukan dengan sistem closed loop dan diawasi lewat sistem digital.

"Dalam dua pekan sudah ada lebih dari 10 ribu pengecer dalam program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR). Ini akan naik terus menjadi 30 ribu pengecer di 10 ribu titik pasar," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengecek ketersediaan minyak goreng di Pasar Kampung Ambon, Jakarta, Selasa (7/6).

Terdapat sekitar 17 ribu pasar tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, menurut Lutfi, setidaknya jangkauan program MGCR tidak boleh kurang dari 10 ribu pasar.

Selama dua pekan ke depan, Kemendag menargetkan akan ada 18 ribu pengecer yang menjual minyak curah. Kemudian, menjadi 20 ribu pengecer dan secara bertahap mencapai target akhir pemerintah. Jumlah 30 ribu pengecer diharapkan bisa mempermudah akses masyarakat terhadap komoditas itu dengan harga murah.

photo
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (dua kanan) didampingi Kepala Pasar saat meninjau tempat penjualan program MigorRakyat di Pasar Kampung Ambon, Pulogadung, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Program MigorRakyat yang memanfaatkan sistem teknologi digital ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pendistribusian minyak goreng curah dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 14.000 sehingga dapat diakses oleh masyarakat.Prayogi/Republika - (Prayogi/Republika.)

"Saya akan terus pergi memastikan langsung jaringan penjual minyak goreng curah ini sesuai rencana. Saat ini pun kita sudah melihat harga minyak goreng perlahan mulai turun karena dengan sistem closed loop," katanya.

Lutfi pun mengingatkan, seluruh aktivitas penjualan yang dilakukan melalui jaringan pengecer tersebut terpantau melalui aplikasi digital. Masyarakat yang membeli juga harus menunjukkan KTP untuk memastikan penjualan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Pemerintah, kata Lutfi, juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum sehingga para pelaku usaha yang ikut dalam program dapat menjalankannya sesuai aturan. ';

Energi Bersih Kepentingan Bersama Australia dan Indonesia

Wawancara khusus dengan Menteri Industri dan Sains Australia Ed Husic

SELENGKAPNYA

Memuluskan Transisi ke Dunia Hibrid

Pandemi telah mendefinisikan ulang apa arti bekerja dan kantor bagi banyak orang.

SELENGKAPNYA

Indonesia Kecam Politisi India Penghina Nabi

Negara-negara Muslim protes terhadap penghinaan oleh juru bicara Partai BJP.

SELENGKAPNYA
×