Jamaah membanjiri kawasan Jabal Uhud di Madinah, beberapa waktu lalu. | REPUBLIKA

Jurnal Haji

09 Jun 2022, 08:00 WIB

Jamaah Ramaikan Situs Ziarah

Jamaah diminta patuhi aturan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

A SYALABY ICHSAN dan ALI YUSUF dari Madinah

MADINAH — Jamaah calon haji (calhaj) asal Indonesia mulai meramaikan tempat-tempat ziarah di Madinah, Arab Saudi. Salah satunya adalah kawasan Jabal Uhud yang berada di pinggiran Madinah. 

Di kawasan ini, para jamaah mendaki bukit Rumat yang menjadi salah satu tempat para pemanah pasukan kaum Muslimin. Jamaah yang sedang berziarah ke lokasi Jabal Uhud diharapkan bisa mematuhi papan imbauan yang dipasang Pemerintah Arab Saudi. Papan tersebut berisi informasi dalam berbagai bahasa, di antaranya bahasa Indonesia. 

“Ziarah kubur disyariatkan tanpa melakukan safar mengikuti ketentuan Nabi SAW,” tulis salah satu imbauan di sana.

Menurut Sirah, Jabal Uhud menjadi saksi bisu saat kemenangan kaum Muslimin yang sudah di depan mata berbalik menjadi kekalahan. Banyak pasukan kaum Muslimin yang menjadi korban. Salah satunya adalah Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib yang gugur akibat serangan tombak Wahsy.

photo

Sejumlah jamaah menuruni Jabal Rumat dengan latar belakang Jabal Uhud sekitar lima kilometer sebelah utara Kota Madinah, Ahad (13/8/2019). - (Republika/Amin Madani)

Makam Sayyidina Hamzah tampak dikunjungi jamaah. Mereka mendoakan pamanda Rasulullah SAW yang dijuluki Singa Allah SWT tersebut. Di area makam, tampak plang imbauan dari pemerintah setempat agar jamaah tidak berdoa atau meminta permohonan kepada penghuni kubur.

Salah satu jamaah dari Embarkasi Padang (PDG), Busyrol bin Jumain, telah berziarah ke berbagai tempat bersejarah seperti Masjid Quba dan Jabal Uhud. Dia beserta rombongan juga pergi ke pasar kurma. Busyrol sempat menunaikan shalat sunah di Masjid Quba dan Masjid Jami Sayyid As-Syuhada (ada di Jabal Uhud).

Jamaah lainnya asal Lampung, Mas Agus, terharu bisa menginjakkan ke tempat-tempat petilasan Rasulullah SAW selama di Madinah. Dia seolah merasakan perjuangan Rasulullah SAW demi menegakkan Islam di tengah panasnya Madinah. “Saya jadi merasakan beratnya perjuangan Rasulullah SAW,” kata dia.

Salah satu tempat yang tidak pernah sepi di Madinah adalah Masjid Nabawi. Saking ramainya, waktu berkunjung ke tempat-tempat mustajab di Masjid Nabawi diatur oleh Saudi. Ada dua tempat di Masjid Nabawi yang biasa dijadikan tempat berdoa yakni Raudhah dan makam Rasulullah SAW.

photo
Masjid Nabawi di Kota Madinah al-Munawarah mulai dipadati jamaah haji dari berbagai negara.  - (syahruddin el fikri/Republika)

Pembimbing ibadah haji (PIH) Sektor 3 Madinah Muhammad Nasril ketika hendak ke Masjid Nabawi, jamaah dipersilakan masuk dengan penuh rasa hormat. ”Membaca doa, mengucapkan salam sambil membaca shalawat, dan memohon ampunan Allah SWT (istighfar), kemudian ziarah ke makam Rasulullah SAW dan sahabatnya,” kata Nasril, Rabu (8/6).

Untuk masuk ke Raudhah, tidak bisa sembarangan karena harus mematuhi jam-jam yang telah diatur. Anggota PPIH Arab Saudi yang bertugas di Sektor Khusus Masjid Nabawi, Abdurrahman Achmad Al Anshari, mengatakan, ada seorang jamaah melompati pagar barikade yang sudah dipasang pihak otoritas Masjid Nabawi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/6) sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Menurut dia, seorang jamaah haji asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) melapor kepada petugas PPIH di Pos 1 Pagar 332 bahwa ponselnya disita Askar Masjid Nabawi.

photo
Umat Islam beribadah di area saf Raudhatun Jannah/Raudhah (Taman Surga) di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Senin (6/5/2019). - (ANTARA FOTO)

Abdurrahman yang sedang bertugas di pos tersebut diminta menangani kasus yang menimpa jamaah itu. Seorang askar bersama dengan komandannya mengungkapkan, jamaah tersebut melompati pagar barikade masjid sehingga ponselnya disita. Setelah mendapatkan penjelasan dari Abdurrahman, askar tersebut akhirnya mengembalikan ponsel yang sempat disita.

“Dua askar bilang dia melompat. Dia langsung ditahan, kemudian handphone-nya disita," ujar Abdurrahman.

Sekretaris Sektor Khusus Masjid Nabawi PPIH Arab Saudi Jasarudin mengatakan, perbuatan jamaah tersebut membahayakan diri. Terlebih, jamaah itu mencoba melawan arus jamaah yang hendak keluar dari Raudhah. 

Jasarudin mengimbau jamaah tidak memaksakan diri ke Raudhah. "Kalau sudah ditutup ya jangan dipaksakan," ujarnya.  ';

Kurban Atas Nama Perusahaan, Bagaimana Hukumnya?

Apakah kurban atas nama perusahaan hanya sebagai sedekah atau ibadah kurban?

SELENGKAPNYA

Energi Bersih Kepentingan Bersama Australia dan Indonesia

Wawancara khusus dengan Menteri Industri dan Sains Australia Ed Husic

SELENGKAPNYA

Saudi Mulai Batasi Kunjungan ke Raudhah

Jokowi berharap kuota haji ditingkatkan seiring membaiknya pandemi.

SELENGKAPNYA
×