Sejumlah penumpang bersiap naik BisKita Transpakuan Bogor di Halte Cidangiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/12/2021). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan (BPTJ Kemenhub) merealisasikan kebijakan subsidi layanan angkutan um | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.

Bodetabek

06 Jun 2022, 08:16 WIB

Peminat Transpakuan Meningkat

Halte Biskita Transpakuan masih perlu ditambah untuk memberikan kemudahan akses kepada warga Kota Bogor.

BOGOR — Minat masyarakat Kota Bogor dalam menggunakan layanan transportasi massal Biskita Transpakuan meningkat. Hal tersebut ditandai dengan terus meningkatnya okupansi atau faktor muat penumpang (load factor) rata-rata Biskita Transpakuan pada Mei 2022 mencapai 77,19 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Transpakuan Rachma Nissa Fadliya mengakatan, load factor Biskita Transpakuan meningkat merupakan kerja keras 50 pramudi yang ada. Di mana 30 orang di antaranya merupakan pramudi milik Perumda Transpakuan dan sisanya merupakan pramudi backup.

“Capaiannya meningkat. Pembayaran dari pusat berdasarkan kilometer layanan jadi sepanjang kilometer layanannya bagus. Pengemudi tepat waktu, bisa on time dalam schedule. Mereka dapat sesuai dengan capaian,” kata Nissa kepada Republika, Ahad (5/6).

Terpisah, Direktur Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tatan Rustandi memaparkan, peningkatan load factor Biskita Transpakuan cenderung terjadi setiap bulan sepanjang tahun berjalan 2022 ini. Pada Januari 2022, tercatat load factor di angka 43,8 persen.

Selanjutnya, persentase faktor muat penumpang meningkat berturut-turut pada Februari 2022 menjadi 47,37 persen, pada Maret 2022 60,78 persen, April 2022 61,33 persen, dan Mei 2022 meningkat drastis menjadi 77,19 persen.

Tatan mengungkapkan, Transpakuan melayani empat koridor. Dari data BPTJ, selama Mei 2022 menunjukkan koridor dengan rute terpanjang yang menghubungkan antara Terminal Bubulak hingga Ciawi tercatat melayani penumpang sebanyak 131.703 orang dengan load factor tertinggi di antara semua koridor, yaitu sebesar 121,43 persen.

Peningkatan signifikan terjadi pada Mei 2022, sejalan dengan kembalinya aktivitas dan mobilitas masyarakat seperti sebelum pandemi. Namun, Tatan menilai hal itu membuktikan masyarakat Kota Bogor masih percaya dengan layanan angkutan umum.

“Mereka yang kembali melakukan aktivitas padat seperti sebelum pandemi dan memilih angkutan umum masih banyak. Kalau tidak banyak, tentu tidak mungkin load factor Biskita naik sedrastis itu,” kata Tatan.

Menurut Tatan, kepercayaan warga Kota Bogor ini sangat berharga dalam rangka mendorong semaksimal mungkin penggunaan angkutan umum dan mengurangi kendaraan pribadi. Meskipun, Tatan menyampaikan, operasional layanan Biskita Transpakuan masih membutuhkan pembenahan di sana-sini. Salah satunya adalah penambahan halte dan rambu-rambu.

photo
Sejumlah warga bersiap naik Biskita Transpakuan Bogor Koridor 1 rute Parung Banteng-Air Mancur di Shelter Bus, jalan Kolonel Ahmad Syam 2, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (28/11/2021). - (ANTARA FOTO/Siswowidodo/nym.)

“Khususnya di koridor Terminal Parung Banteng-Air Mancur Bogor. Penambahan halte ini akan semakin memberikan kemudahan akses bagi warga kota sehingga jumlah penumpang akan semakin optimal,” kata Tatan.

Oleh karena itu, Tatan sangat berharap Pemerintah Kota Bogor dapat memberikan perhatian terhadap perlunya penambahan halte. Hal itu mengingat penambahan halte menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bogor.


Kondisi Jamaah Haji Sehat

Jamaah diimbau memperbanyak minum tanpa menunggu haus.

SELENGKAPNYA

Forum Honorer Khawatirkan Kebijakan Kemenpan

Keluarnya SE terkait honorer membuat guru dan tenaga honorer harap-harap cemas.

SELENGKAPNYA
×