Pemandu wisata memberikan penjelasan kepada turis mancanegara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (28/1). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengembangkan konsep pariwisata halal yang akan memudahkan wisatawan muslim untuk memenuhi kebutuhan berwisat | Republika/Putra M. Akbar

Ekonomi

03 Jun 2022, 09:11 WIB

KNEKS Dorong Pemulihan Wisata Halal

Pasar Muslim global diperkirakan tumbuh hingga 2,4 triliun dolar AS pada 2024.

JAKARTA — Indonesia meraih peringkat kedua dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 setelah peringkat satu dinobatkan kembali ditempati Malaysia. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendorong sinergi untuk memulihkan wisata halal nasional.

“KNEKS bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai lead stakeholder-nya terus berupaya mendorong pulihnya sektor pariwisata halal,” kata Direktur Industri Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar kepada Republika di Jakarta, Kamis (2/6).

Wisatawan Muslim dapat lebih nyaman dengan memperhatikan tersedianya kebutuhan. Misalnya, tempat shalat di lokasi destinasi wisata, makanan halal, dan atraksi yang baik untuk keluarga.

Afdhal mengatakan, KNEKS menyambut baik dan bangga atas capaian Indonesia yang naik dari posisi empat. “Ini adalah hasil kerja keras kita bersama para insan pariwisata dan masyarakat,” ujar Afdhal.

Afdhal berharap peringkat kedua dari GMTI akan memberikan dorongan dan energi yang lebih besar untuk industri ini di Indonesia bergerak lebih maju. Ia berharap Indonesia menjadi tujuan destinasi utama bagi Muslim traveler dunia sehingga mendongkrak perekonomian nasional.

GMTI 2022 secara resmi diluncurkan oleh Halal in Travel Global Summit. Ada sebanyak 18 penghargaan yang diberikan dalam penyelenggaraan acara di Singapura, Rabu (1/6) tersebut. Sebanyak 18 pemenang berasal dari empat kategori, yakni GMTI Award, Muslim-Friendy Service Provider Award, HalalTrip Travelers Choice Award, dan Halal Travel Personality of the Year.

Indonesia juga memperoleh penghargaan Halal Travel Personality of the Year yang diberikan pada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Sandiaga berharap penghargaan tersebut mampu mendorong upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) serta pembuka lapangan kerja.

Optimisme tersebut disampaikan Sandiaga merujuk besarnya potensi pasar wisata halal. Data menunjukkan, pada 2019, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan total 2,02 triliun dolar AS untuk belanja makanan, kosmetik, farmasi, fesyen, travel, dan rekreasi. Pasar Muslim global diperkirakan akan tumbuh hingga 2,4 triliun dolar AS pada 2024.

Sejumlah pengeluaran terbesar bagi konsumen Muslim adalah pada makanan dan minuman halal. Menurut Sandiaga, Indonesia harus menciptakan peluang-peluang usaha berbasis pariwisata halal.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KNEKS (kneks.id)

Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf telah menyusun kebijakan terkait pariwisata halal. Namun, ia menegaskan, kebijakan terkait wisata halal bukanlah langkah Islamisasi. “Kemenparekraf telah menyusun kebijakan terkait pariwisata halal. Namun, wisata halal itu bukan berarti Islamisasi wisata atraksi,” kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, wisata halal artinya memberikan layanan tambahan yang terkait dengan fasilitas, turis, atraksi, dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan para wisatawan Muslim. Layanan tambahan tersebut, di antaranya jasa akomodasi dan transportasi, penyediaan makanan halal, wisata paket halal, dan keuangan halal.

Indonesia juga meraih Halal Hotel Pioneer Award yang diberikan kepada Direktur Sofyan Corporation. Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia Riyanto Sofyan mengatakan, penghargaan tersebut menjadi energi baru bagi industri hotel ramah Muslim di Indonesia.

“Ini satu semangat baru tidak hanya bagi Sofyan Corp, tapi juga bagi PPHI, teman-teman di pariwisata halal semua, pelaku secara global maupun nasional, ini adalah momen kita bangkit karena wisata sudah dibuka,” kata Riyanto kepada Republika.  

Riyanto menceritakan, perjalanan Sofyan Corp yang jadi pionir hotel halal. Sofyan Corp memulai mengadopsi prinsip syariah atau halal pada 1992. Hingga saat ini, Sofyan Corp punya pengalaman 54 tahun dalam bisnis properti dan hospitality dan 30 tahun pada wisata halal.


Penyebab Kericuhan Laga Final Liga Champions Terungkap

Insiden itu sempat membuat duel Liverpool kontra Real Madrid tertunda sekitar 30 menit.

SELENGKAPNYA

Reuni Antonio Conte-Perisic Terwujud di London

Keberhasilan Spurs menggaet Antonio Conte tentu sebuah kesuksesan.

SELENGKAPNYA

Stephen Curry Bakar Semangat Para Juniornya Jelang Final NBA

Stephen Curry membagikan saran untuk berjuang di kejuaraan NBA pertama mereka.

SELENGKAPNYA
×