Petugas medis bersiap menyuntikkan vaksin booster pada warga saat pelaksanaan layanan Mobil Keliling Vaksinasi COVID-19 di kawasan Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Ahad (15/5/2022). | ANTARAFOTO/Maulana Surya/YU

Nasional

31 May 2022, 03:45 WIB

Menkes: Vaksinasi Booster Tetap Dilanjutkan

Melandainya jumlah kasus Covid terus menggencarkan vaksinasi Covid-19.

JAKARTA - Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 baik global maupun nasional terus menurun. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus relatif stabil, masih di bawah kisaran 1.000 kasus positif perhari.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, kebijakan pelonggaran yang dikeluarkan pemerintah tetap harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Mengingat saat ini dunia belum sepenuhnya terbebas dari Covid-19, sehingga potensi penularan itu tetap ada.

Karenanya, ada beberapa ketentuan yang tetap harus diperhatikan masyarakat agar situasi ini tetap terkendali. Masyarakat yang diperbolehkan lepas masker adalah mereka kondisi tubuhnya sehat. Sementara bagi lansia, orang dengan penyakit penyerta dan orang yang sakit flu dengan gejala batuk dan pilek, diminta tetap memakai masker saat melakukan aktivitas di dalam maupun luar ruangan.

Kebijakan pelonggaran penggunaan masker, kata Menkes akan terus dipantau perkembangannya. Jika, relatif masih terkendali, maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa sepenuhnya bebas masker.

photo
Warga mengantre untuk mendapatkan vaksin booster saat pelaksanaan layanan Mobil Keliling Vaksinasi COVID-19 di kawasan Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Ahad (15/5/2022). - (ANTARAFOTO/Maulana Surya.)

“Kita masih menunggu sampai pertengahan Juni, karena biasanya kenaikan itu terjadi 30-35 hari sesudah pemberlakuan kebijakan ini, kalau memang kasusnya relatif lebih baik, kita juga akan lakukan sero survei sekali lagi di bulan Juni, kalau hasilnya baik mudah-mudahan bisa secara bertahap kita lakukan relaksasi,” kata Budi, Senin (30/5).

Melandainya jumlah kasus Covid-19, tak menurunkan tekad Kementerian Kesehatan untuk terus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Akselerasi vaksinasi tetap digalakkan untuk mencapai kekebalan kelompok yang merata.

“Untuk yang belum booster, saran saya terus dilanjutkan, karena itu memberikan proteksi yang baik untuk kita,” ujar dia.

Percepatan capaian vaksinasi booster juga dilakukan di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dinkes Palembang mengupayakan percepatan pelayanan vaksinasi booster untuk memaksimalkan kekebalan komunal dari penularan Covid-19.

"Untuk mempercepat vaksinasi booster yang kini realisasinya telah mencapai sekitar 23 persen itu, masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua lebih dari tiga bulan untuk mendatangi puskesmas dan tempat pelayanan vaksinasi massal di pusat keramaian termasuk di mal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Palembang Fenty Aprina, Senin.

Selain itu, pihaknya juga berupaya menuntaskan pelayanan vaksinasi dosis pertama yang telah mencapai di atas 1,1 juta jiwa atau 86 persen dari total target sasaran 1.4 juta jiwa. Sementara pelayanan vaksinasi dosis kedua di wilayah 18 kecamatan dalam Kota Palembang telah mencapai sekitar 72 persen dari target 1,4 juta jiwa.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, vaksinasi dosis lengkap (dosis pertama dan kedua) baru mencakup 9.358 anak atau sekitar 25,05 persen dari total 37.352 anak usia enam sampai 11 tahun yang menjadi sasaran vaksinasi. Anak usia enam sampai 11 tahun yang baru mendapat vaksinasi dosis pertama tercatat 19.305 orang atau 51,68 persen dari target.

Pada kelompok rentan yang lain, yakni kelompok warga lanjut usia, cakupan vaksinasi dosis lengkap baru mencakup 7.626 orang atau 44,75 persen dari sasaran yang meliputi 17.040 orang di Kota Kendari. Di Kota Kendari, warga lanjut usia yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama tercatat 9.462 orang atau 55,53 persen dari target.

"Sedangkan untuk booster (vaksinasi penguat) pada lansia baru 2.050 orang atau 12,03 persen (yang mendapatkannya)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum, Senin. 

Sumber : Antara


Presiden Minta Kampanye Pemilu Dipersingkat

KPU periode sebelumnya sempat mengusulkan masa kampanye Pemilu 2024 selama 120 hari.

SELENGKAPNYA

Cara Hebat Meminta Maaf

Mudah meminta maaf dan mudah memberi maaf.

SELENGKAPNYA

Dangdut Lahir dari Imigran Hadramaut

Gambus makin dikenal dan digemari ketika pada awal 1950-an RRI membuat siaran tetap orkes gambus.

SELENGKAPNYA
×