Mensos Tri Rismaharini saat menghandiri Hari Lanjut Usia Nasional 2022 di RS SMC Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (29/5/2022). | Bayu Adji P/Republika

Kisah Dalam Negeri

30 May 2022, 03:45 WIB

Menanti Pemerintah Mengulurkan Bantuan untuk Lansia

Risma mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, untuk tidak membuang orang tua sendiri.

OLEH BAYU ADJI P, FEBRYAN A

Kelompok lanjut usia (lansia) kerap dianggap sebagai beban karena sudah tak lagi produktif. Apakagi kehidupan lansia umumnya bergantung pada anggota keluarganya.

Namun, anggapan itu tak berlaku bagi sebagian lansia di Kabipaten Tasikmalaya. Mereka tetap ingin berusaha agar hidupnya tak tergantung kepada orang lain, termasuk anaknya sendiri.

"Saya ingin tetap diperhatikan sama keluarga. Namun kami juga mau ingin tetap berkegiatan," kata Erfan, seorang lansia berusia 70 tahun asal Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Ahad (29/5).

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Erfan sempat berusaha berjualan bakso aci untuk menghidupi dirinya sendiri bersama istrinya. Namun, pagebluk yang terjadi berdampak kepadanya. Usahanya bangkrut. Ia dan istrinya pun lebih sering di rumah. "Untuk kebutuhan sehari-hari ada subsidi dari anak-anak," kata lelaki yang memiliki tiga anak itu.

photo
Mensos Tri Rismaharini saat menghandiri Hari Lanjut Usia Nasional 2022 di RS SMC Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (29/5/2022). - (Bayu Adji P/Republika)

Meski mendapat bantuan untuk kebutuhan sehari-hari dari anak-anaknya, tapi tak jarang itu masih kurang. Sementara anak-anaknya sudah memiliki kehidupan masing-masing bersama keluarganya. "Minta bantuan tetangga juga malu," kata dia.

Alih-alih minta dibantu anak atau tetangga sekitar, Erfan lebih memilih berharap adanya bantuan modal dari pemerintah. Sebab, ia ingin tetap bisa berdaya untuk memenuhi kebutuhannya tanpa berharap kepada anak-anaknya.

Erfan yakin dirinya masih bisa berusaha meski usianya tak lagi muda. Lagi pula, hanya berdiam diri di rumah hanya membuatnya jenuh.

"Bagi saya, tak ada orang yang mau merepotkan anak-anak. Kami juga mau mandiri, beraktivitas, agar terus sehat. Kalau di rumah terus juga jenuh," katanya.

Salah seorang lansia lainnya, Abdulloh (60 tahun), selama ini berjualan gas untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Menurut dia, berkegiatan di usia tua membuat dirinya tetap sehat.

"Kalau menurut saya, memang sebagian lansia sudah dianggap tak produktif. Namun masih banyak yang bisa berkegiatan. Ketika kami difasilitasi itu pasti beraktivitas. Makanya harus ada program dari pemerintah," kata dia.

HLUN 2022 sengaja digelar Kabupaten Tasikmalaya. Sebab, jumlah lansia tunggal di daerah itu merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Lansia tunggal adalah lansia yang sudah tidak punya siapa-siapa. Berdasarkan data Kemensos, terdapat sekitar 28 ribu lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan data, populasi lansia di Indonesia cukup besar. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, terdapat 29,3 juta penduduk lansia atau 10,82 persen dari total populasi di Indonesia. Data itu mengungkapkan, sebanyak 43,29 persen lansia berasal dari rumah tangga dengan kelompok pengeluaran 40 persen terbawah.

Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengatakan, banyaknya lansia di daerahnya berarti usia harapan hidup tinggi. Namun di sisi lain terdapat banyak lansia tunggal yang harus difasilitasi.

"Perhatian kami terhadap lansia, berdasarkan Bu Menteri sampaikan, kami akan lakukan asesmen dan pemilahan. Kami cari masalah yang ada dan mendata yang mereka butuhkan," kata dia.

Menurut dia, bantuan untuk lansia itu tak selalu harus berupa kebutuhan pangan. Sebab, tidak semua lansia itu tidak produktif. Ia menyebut, ada banyak lansia yang produktif dan masih mau beraktivitas.

"Makanya, bantuannya pun akan disesuaikan. Mungkin mereka butuh bantuan modal. Kami akan lakukan asesmen agar dapat diketahui solusinya," kata dia.

Menteri Sosial Tri Rismaharini di Tasikmalaya mengatakan, ada banyak lansia yang sengaja dibuang oleh anaknya sendiri karena dianggap menjadi beban. Risma menegaskan, tindakan semacam itu tidak dibenarkan oleh ajaran agama maupun oleh undang-undang.

Risma menjelaskan, pihaknya mengetahui fenomena ini karena setiap hari melakukan pelacakan informasi terkait lansia di media massa dan media sosial. Namun demikian, dia tak menyebutkan berapa jumlah kasus yang ditemukan.

"Ada banyak lansia itu yang sengaja dibuang oleh anaknya karena merepotkan katanya, karena alasan ekonomi, macam-macam alasannya," ujar Risma. Bahkan dia pernah mendapatkan laporan langsung terkait fenomena ini. Seorang warga mengabarkan kepada dirinya bahwa ada seorang perempuan tua yang dibuang dengan cara diturunkan dari mobil. Ternyata, perempuan tua itu sedang mengidap sakit stroke.

photo
Seorang lansia berjalan menuju Halte Transjakarta Tosari, Jakarta, Senin (7/2/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

"Begitu kita obati, dia sembuh, lalu dia bisa sebutkan alamat tempat tinggalnya. Saya kirim dia ke rumahnya kembali. Tetapi dia tidak mau dan berkata, 'saya ini dibuang oleh anak saya'," kata Risma tanpa menyebutkan secara rinci lokasi dan waktu kejadiannya.

Karena itu, Risma mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, untuk tidak membuang orang tua sendiri. "Coba kita bayangkan saat kita bayi. Kita tidak bisa apa-apa, tapi mereka para orang tua merawat dengan suka cita tanpa merasa beban, meskipun mungkin ekonomi mereka sulit ketika itu," ujarnya.

"Apapun alasannya, menurut saya, kita tidak boleh menelantarkan orang tua, baik dari sisi agama maupun undang-undang," imbuhnya.

Menurut laporan penelitian terkait lansia (2020) yang dibuat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Smeru Research Institute, Indonesia secara bertahap bergerak menuju negara dengan struktur penduduk yang menua. Jumlah lansia diperkirakan akan naik menjadi 20 persen pada 2040. Pada 2050, jumlah lansia di Indonesia diperkirakan akan mencapai 74 juta orang atau sekitar 25 persen dari populasi.


Kemenag: Calhaj Tes PCR Sebelum ke Asrama Haji

Selama di asrama haji, kondisi kesehatan jamaah akan langsung diamati dan dikontrol petugas dari dinas kesehatan setempat.

SELENGKAPNYA

PKS Siap Kolaborasi

PKS mengaku tak ingin di luar pemerintahan usai Pemilu 2024.

SELENGKAPNYA

Mem-booster Etos Kerja

Menjaga konsistensi etos kerja bagi seorang Muslim harus terus diupayakan.

SELENGKAPNYA
×