Sejumlah calon jamaah haji dan umrah melaksanakan manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (23/5/2022). Latihan manasik haji tersebut untuk membekali para calon jamaah haji dan umrah terkait pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah secara man | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Utama

30 May 2022, 03:50 WIB

Kemenag: Calhaj Tes PCR Sebelum ke Asrama Haji

Selama di asrama haji, kondisi kesehatan jamaah akan langsung diamati dan dikontrol petugas dari dinas kesehatan setempat.

JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) memastikan calon jamaah haji (calhaj) harus melakukan tes usap PCR sebelum masuk asrama haji. Ketentuan tes ini mengacu pada kebijakan Arab Saudi, yakni membawa hasil negatif PCR dengan rentang waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Dirjen PHU Kemenag Saiful Mujab mengatakan, tes PCR dilaksanakan di rumah sakit daerah asal masing-masing jamaah. Dengan demikian, calhaj dipastikan sudah mengantongi hasil PCR negatif sebelum masuk ke asrama haji. 

"Tes PCR dilaksanakan sebelum masuk asrama, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," kata Saiful Mujab dalam pesan tertulis yang diterima Republika, Ahad (29/5).

Selama di asrama haji, kondisi kesehatan jamaah akan langsung diamati dan dikontrol petugas dari dinas kesehatan setempat. Petugas juga akan memperhatikan status vaksinasi calhaj, yaitu vaksinasi meningitis dan vaksinasi Covid-19. 

photo
Sejumlah calon jamaah haji dan umrah melaksanakan manasik haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (23/5/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Menurut Mujab, ada sebanyak 89 ribu jamaah yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 secara lengkap, termasuk booster. Adapun yang baru menerima dosis satu vaksin Covid-19 sekitar 400 calhaj. Pada tahun ini, Indonesia diketahui mendapatkan kuota jamaah haji sebanyak 100.051 jamaah. 

Adapun terkait dengan proses visa jamaah haji, Mujab mengatakan hal tersebut masih dalam tahap permohonan atau request. Jumlah visa yang masuk tahap ini merupakan jamaah kelompok terbang (kloter) awal, jumlah sekitar 30 kloter.

Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, sebelumnya meminta jamaah haji agar melakukan tes usap PCR di embarkasi asrama haji. Hal ini disampaikannya seusai melakukan kunjungan kerja spesifik di Asrama Haji Surabaya, belum lama ini. 

“Usulannya, meminta mempersiapkan untuk tes PCR di Asrama Haji Sukolilo karena PCR dilakukan 72 jam sebelum keberangkatan di kabupaten kota masing masing,” ucap dia.

Usulan itu ia sampaikan untuk mengantisipasi apabila nantinya ada persoalan yang tidak terduga. Persoalan yang dimaksudkan antara lain jika terjadi penundaan atau tes PCR jamaah sudah lebih dari tiga hari dan harus kembali melakukan tes PCR. Menurut dia, hal ini harus dipersiapkan di asrama haji.  

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh calon jamaah haji asal Jawa Barat dapat berangkat ke Tanah Suci dengan lebih tenang. Melalui program ‘Jabar Nyaah ka Jamaah’, Pemprov Jabar memberlakukan kebijakan tes PCR kepada seluruh calon jamaah haji maksimal 10-14 hari sebelum keberangkatan. 

Kebijakan ini merujuk pada persyaratan Pemerintah Arab Saudi yang mensyarakatkan hasil tes Covid-19 negatif minimal 3x24 jam, yang barlaku bagi jamaah di bawah usia 65 tahun dan telah mengambil dua dosis vaksinasi Covid-19. Sedangkan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan mensyarakatkan hasil Covid-19 negatif satu hari sebelum keberangkatan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar Ryan Bayu Santika Ristandi mengatakan, program tes PCR ini dilakukan untuk mencegah ada jamaah yang gagal berangkat karena dinyatakan positif Covid-19 pada satu hari sebelum keberangkatan. Sebab, jika ada calhaj yang dinyatakan positif pada 10-14 hari sebelum keberangkatan, masih ada waktu untuk isolasi dan penyembuhan.

"Jadi ini adalah bentuk antisipasi jauh hari sebelumnya. Ketika dilakukan tes PCR lagi satu hari sebelum keberangkatan, diharapkan hasilnya sudah negatif," kata dia. 

photo
Sejumlah calon jamaah haji bersiap untuk melakukan manasik haji di halaman Masjid Pusdai, Kota Bandung, Kamis (26/5/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Ryan menegaskan, calhaj yang sebelum keberangkatan telah melakukan tes PCR, baik hasilnya negatif atau positif diarahkan tak melakukan kontak dengan orang lain selama 14 hari sebelum keberangkatan agar terhindar dari kemungkinan penularan.

"Makanya diimbau calhaj tidak melakukan walimah safar, bepergian atau interaksi yang lainnya," ungkap Ryan.

Kebijakan tersebut sudah dibicarakan dengan pemerintah kabupaten/kota dan disambut baik. Adapun pelaksanaan tes PCR tersebut tidak dikenakan biaya tambahan. "Alhamdulillah pemerintah kabupaten/kota menyambut baik dan tes PCR ini tidak dikenakan biaya apapun." 

Ia menambahkan, terobosan tes PCR 10-14 hari sebelum keberangkatan diapresiasi oleh daerah lain dan Provinsi Jawa Barat yang pertama kali melakukannya. "Kita kan mempunyai Forum Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) se-Indonesia, mereka mengapresiasi kebijakan ini dan akan mencontoh," katanya. 

Ryan mengatakan, Jabar pada tahun ini akan memberangkatkan 17.566 calon jamaah haji yang terbagi dalam 44 kloter. Pemberangkatan mulai dilakukan pada 4 Juni mendatang. 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana menegaskan, biaya PCR bagi jamaah haji tidak berbayar alias gratis. Semua sudah ditanggung negara melalui nilai manfaat yang diterima jamaah haji dari Badan Pengelola Kuangan Haji (BPKH).

"Dari awal tidak ada kebijakan berbayar untuk haji," kata Budi saat dihubungi Republika, Ahad (29/5).

Budi mengingatkan agar para calon jamaah haji sejak saat ini dapat menanamkan tekad untuk berhaji dalam keadaan sehat. Jamaah, kata dia, harus memiliki semangat bahwa berangkat dan pulang dalam kondisi sehat.  Budi mengatakan, salah satu cara untuk menjaga kesehatan jamaah selama di tanah suci adalah tidak beraktivitas berlebihan dan jangan menunggu haus baru minum. "Ini untuk memitigasi suhu ekstrem di Saudi." 

Saat ini, berbagai persiapan terus dilakukan pemerintah daerah terkait pemberangkatan jamaah haji. Di Provinsi Sumatra Barat, misalnya, sebanyak 56 jamaah haji asal Kabupaten Pesisir Selatan telah mengikuti manasik haji. Mereka mendapat bimbingan dan pembekalan sebagai kesiapan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

photo
Sejumlah calon jamaah haji mengikuti manasik haji di halaman Masjid Pusdai, Kota Bandung, Kamis (26/5/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Agar semakin memantapkan kesiapan tersebut, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan Abrar Munanda membagikan buku panduan perjalanan ibadah haji kepada tiap jamaah. Buku tersebut dibagikan secara gratis kepada seluruh jamaah di Masjid Islamic Center Sago, dalam kegiatan penutupan manasik haji tingkat kabupaten, Sabtu (28/5).

Buku panduan tersebut merupakan karya Abrar Munanda, yang sengaja dibuat untuk menambah pengetahuan jamaah seputar pelaksanaan haji. Panduan tersebut dijelaskan mulai dari jadwal keberangkatan sampai tiba dan melaksanakan ibadah di Makkah.

"Alhamdulillah, jamaah dari Pesisir Selatan kita berikan buku panduan gratis. Mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi haji yang mabrur," katanya dalam keterangan yang didapat Republika, Ahad (29/5).

Pada 7 Juni nanti, jamaah haji akan dilepas secara resmi oleh pemerintah daerah untuk menuju Embarkasi Haji Padang. Sehari setelahnya, jamaah akan bertolak ke Tanah Suci dengan pesawat Garuda Boeing 777 pukul 19.15 WIB dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Bersama jamaah lainnya, mereka diperkirakan sampai pukul 23.35 waktu Arab Saudi atau kurang lebih dengan lama masa perjalanan 8,5 jam hingga 9 jam. 

Vaksinasi Haji Capai 94 Persen

Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan berusaha agar target vaksinasi terhadap jamaah haji tercapai. Vaksinasi menjadi syarat jamaah haji bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. 

photo
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 jenis Pfizer kepada calon jamaah haji saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022).  (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana mengatakan, tingkat capaian vaksinasi jamaah per Ahad (29/5) mencapai 95 persen untuk vaksin pertama. "Untuk vaksinasi kedua sebesar 94 persen dan dosis ketiga 74 persen," kata Budi Sylvana saat dihubungi Republika, Ahad (29/5).

Capaian vaksinasi tersebut mengalami peningkatan dibanding pada pekan sebelumnya. Pada Senin (23/5), menurut Budi, total jamaah haji yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap (dua dosis) sebanyak 95.246 jamaah. Jumlah itu setara 86,03 persen dari total sasaran jamaah, yang direncanakan akan diberangkatkan.

Budi memastikan, pihaknya terus berusaha agar target vaksinasi jamaah haji tercapai. Oleh karena itu, Kemenkes bekerja sama dengan pemerintah daerah sampai tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Upaya terus dilakukan Kementerian Kesehatan, dengan cara menjemput bola melalui pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, bahkan sampai tingkat kecamatan/puskesmas," katanya.

Dia menambahkan, Kementerian Kesehatan juga terus melakukan sosialisasi vaksinasi melalui zoom meeting tentang pentingnya vaksinasi bagi jamaah haji. Pertemuan virtual itu dilakukan setiap hari dengan pengelola program haji di daerah. 

photo
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 jenis Pfizer kepada calon jamaah haji saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Menurut Budi, peran ulama juga sangat dibutuhkan untuk mengingatkan kepada jamaahnya agar segera divaksin sebelum berangkat. "Masih ada waktu kami juga minta bantuan para alim ulama agar mendorong jamaah, yang mendapatkan jadwal keberangkatan tahun ini untuk segera melakukan vaksinasi," katanya.

Budi menegaskan, pihaknya selalu mengingatkan jamaah haji harus sudah divaksin minimal dua kali sebelum berangkat ke Arab Saudi. Sebab, vaksin sebagai bentuk ikhtiar bagi jamaah untuk mengurangi risiko positif Covid-19 yang kasusnya parah. "Vaksin itu bisa melindungi dan memproteksi mereka," katanya.

Ia mengungkapkan, Arab Saudi memang telah melongggarkan protokol kesehatannya saat prosesi umrah. Meski demikian, saat penyelenggaraan ibadah haji, jamaah tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, HM Amin mengatakan, jamaah calon haji tidak diwajibkan melakukan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. Kendati demikian, pihaknya tetap menyarankan kepada jamaah yang sudah memenuhi syarat melakukan vaksinasi dosis ketiga agar datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin booster. Hal ini penting untuk meningkatkan kekebalan atau daya tahan tubuh.

Menurut dia, selain diwajibkan dua kali vaksin Covid-19, jamaah calon haji juga diwajibkan melakukan vaksin meningitis yang diberikan secara gratis di 11 puskesmas se-Kota Mataram. "Jika melihat data cakupan vaksinasi dari Dinas Kesehatan itu, alhamdulillah calon haji Mataram sudah mendapat vaksin wajib lengkap," katanya.

Sesuai dengan data akhir, menurut dia, jumlah calon haji yang akan berangkat musim Haji 2022 sebanyak 387 orang. Sebab, sebanyak 14 orang batal berangkat karena mengundurkan diri dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Sementara untuk penggantian kuota tersebut, menurut Amin, sepenuhnya menjadi ranah Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, sesuai dengan nomor porsi jamaah yang ada di kuota cadangan. 


El Real Pertegas Dominasi di Benua Biru 

Keberhasilan El Real tak terlepas dari tangan dingin pelatih Carlo Ancelotti.

SELENGKAPNYA

Kamala Harris Dorong Pengetatan Aturan Senjata

Pemerintah AS akan mencari solusi untuk menangani masalah kekerasan dengan senjata api.

SELENGKAPNYA

Mem-booster Etos Kerja

Menjaga konsistensi etos kerja bagi seorang Muslim harus terus diupayakan.

SELENGKAPNYA
×