Mantan penyidik KPK Novel Baswedan (tengah)berjalan keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/9/2021). Novel kembali menawarkan bantuan bagi KPK untuk menangkap Harun Masiku. | Republika/Putra M Akbar

Kisah Dalam Negeri

24 May 2022, 03:45 WIB

KPK yang Seharusnya tidak Boleh 'Tidur Nyenyak’

KPK mengeklaim tidak akan berhenti mencari keberadaan Harun Masiku.

OLEH RIZKYAN ADIYUDHA

Mantan kepala satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebutkan bahwa, Ketua KPK Firli Bahuri seharusnya yang tidak boleh tidur nyenyak. Hal tersebut lantaran Firli belum juga bisa menangkap tersangka buron Harun Masiku.

"Intinya, bahwa benar tidur nyenyak atau tidak itu bukan urusan Firli. Harusnya Firli yang tidak boleh tidur nyenyak karena belum tangkap buronan HM sampai sekarang," kata Novel dalam keterangan, Senin (23/5).

Novel lantas menawarkan bantuan bagi KPK untuk menangkap Harun Masiku. Dia meyakini bahwa sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama untuk meringkus eks politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.

"Bila tidak mampu, bisa minta bantu kami untuk tangkap HM. Saya yakin tidak perlu waktu yang terlalu lama. Itu pun bila Firli punya kemauan untuk menangkap," katanya.

Hal ini dilontarkan Novel guna menanggapi pernyataan Firli yang menyebutkan bahwa Harun Masiku tidak akan bisa tidur nyenyak lantaran berstatus sebagai buronan. Lembaga antirasuah itu masih terus memburu Harun Masiku hingga saat ini.

"Dan saya yakin sampai hari ini dia tidak bisa tidur nyenyak karena sampai kapan pun akan dicari oleh KPK, hanya tunggu waktu dia pasti tertangkap," kata Ketua KPK, Firli Bahuri seperti dikutip dari akun resmi Youtube KPK, Kamis (19/5).

Harun Masiku dimasukkan ke dalam daftar buron oleh KPK pada 17 Januari 2020. Namun, hingga saat ini KPK maupun aparat penegak hukum lain belum dapat menemukan keberadaannya.

Harun merupakan tersangka kasus suap PAW Anggota DPR periode 2019-2024. Status itu dia sandang bersamaan dengan tiga tersangka lain yakni mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota bawaslu Agustiani Tio Fridelia dan pihak swasta Saeful.

Wahyu disebut-sebut telah menerima suap Rp 900 juta guna meloloskan caleg PDIP, Harun Masiku sebagai anggota dewan menggantikan caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri pada Senin (23/5), menyatakan, KPK telah berkoordinasi dengan lembaga internasional guna memburu Harun Masiku. "KPK juga telah berkoordinasi dengan banyak lembaga internasional. Untuk bisa membantu melakukan perburuan DPO HM ini," kata Ali.

KPK juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM sebagai institusi yang punya otoritas untuk bisa memantau pergerakan seseorang di lintas batas negara melalui jalur keimigrasian dalam pencarian tersangka Harun Masiku. Selain itu, KPK meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun agar melapor ke aparat berwenang.

photo
Petugas Keamanan berjaga di depan Kantror DPP PDI Perjuangan Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta, Rabu (15/1/2019). Saat itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menggeledah kantor DPP PDIP terkait kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI yang menyeret nama politisi PDIP Harun Masiku. - (Thoudy Badai_Republika)

Merespons pernyataan Novel, Ali meminta setiap masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka buron agar tidak hanya menyampaikan di ruang publik karena dikhawatirkan malah akan menghambat proses pelacakan.

"Siapa pun, yang betul-betul mengetahui keberadaan HM untuk bisa menyampaikan kepada KPK atau aparat penegak hukum lainnya agar Informasi tersebut bisa segera ditindaklanjuti secara konkret," katanya.

Ali memastikan bahwa KPK tidak akan berhenti mencari keberadaan Harun Masiku. Dia mengatakan, KPK tetap memiliki komitmen untuk menuntaskan setiap penanganan perkara di lembaga antirasuah ini.

"Khususnya pada kasus dugaan suap pada KPU terkait proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR," katanya. 


Sejarah Emas Basket

Torehan prestasi tersebut menjadi momentum menatap FIBA Asia Cup dan FIBA World Cup.

SELENGKAPNYA

Hotel untuk Jamaah Bagus dan Dekat Masjid Nabawi

Menag diketahui melakukan kunjungan kerja ke Saudi sejak Rabu (18/5) untuk memastikan kesiapan layanan bagi calhaj Indonesia.

SELENGKAPNYA
×