Pebasket Indonesia Brandon Jawato (tengah) mendapatkan kawalan dari pebasket Vietnam Christopher Dierker (kiri) dalam laga lanjutan cabang basket SEA Games 2021 di Thanh Tri District Sporting Hall, Hanoi, Vietnam, Sabtu (21/5/2022). | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Kabar Utama

23 May 2022, 03:55 WIB

Sejarah Emas Basket

Torehan prestasi tersebut menjadi momentum menatap FIBA Asia Cup dan FIBA World Cup.

JAKARTA – Tim basket putra Indonesia menorehkan sejarah dengan meraih medali emas di SEA Games 2021 Vietnam setelah mengalahkan favorit juara Filipina. Arki Wisnu Dikania dkk menang dengan skor ketat 85-81.

Kemenangan ini menjadi sejarah emas sekaligus momentum kebangkitan bola basket Indonesia. Anggota Central Board FIBA (International Basketball Federation) Erick Thohir mengatakan, takhta juara se-Asia Tenggara di cabang olahraga basket ini merupakan yang pertama kali diraih sejak keikutsertaan Indonesia pada 1977.

“Indonesia mampu memutus dominasi Filipina yang meraih medali emas SEA Games 13 kali beruntun,” kata Erick, Ahad (22/5).

Indonesia memastikan medali emas itu usai mengalahkan Filipina pada laga terakhir pertandingan dengan format round robin di Thanh Tri Gynmasium pada Ahad (22/5). Sebelum mencapai prestasi medali emas di ajang pesta olahraga Asia Tenggara ini, prestasi terbaik Indonesia di SEA Games yaitu empat kali meraih medali perak dan tiga medali perunggu.

Erick menilai, torehan prestasi tersebut menjadi momentum bagus bagi timnas basket yang akan menjadi tuan rumah FIBA Asia Cup 2022 pada Juli mendatang. Mantan ketua umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) ini yakin, semangat dan kemampuan penggawa timnas basket bisa menggapai prestasi lebih tinggi lagi.

“Ini momen kebangkitan dan saya mengapresiasi kerja keras seluruh pemain, pelatih, dan pengurus yang punya motivasi tinggi dan rasa percaya diri besar untuk terus mendorong prestasi bola basket Indonesia di level yang lebih tinggi,” ujar mantan presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) itu.

Sekretaris Jenderal Perbasi, Nirmala Dewi, mengatakan, keberhasilan tim basket putra ini menjadi motivasi tambahan dalam persiapan menatap FIBA Asia Cup dan FIBA World Cup. Terlebih, Indonesia akan menjadi tuan rumah di dua gelaran turnamen basket internasional tersebut.

“Sangat membanggakan, sejarah terpecahkan. Kita semua menjadi pelaku sejarah bola basket di Indonesia,” ujar Nirmala Dewi.

Secara khusus, Nirmala berterima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali serta tokoh bola basket nasional Erick Thohir. “Terima kasih dukungan day by day-nya Pak Erick Thohir, yang tidak lelah menyemangati anak-anak dan membantu kami memecahkan sejarah ini,” ujar Nirmala.

Prestasi apik di edisi SEA Games ke-31 ini, tutur Nirmala, tentu menjadi motivasi tambahan dan menjadi bagian dalam persiapan timnas basket Indonesia dalam menatap FIBA Asia Cup dan FIBA World Cup 2021. Di dua turnamen tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah. 

photo
Pebasket Indonesia Arki Wisnu (kiri) berusaha memasukkan bola ke ring tim Vietnam dalam laga lanjutan cabang basket SEA Games 2021 di Thanh Tri District Sporting Hall, Hanoi, Vietnam, Sabtu (21/5/2022). - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Rencananya, Indonesia menjadi penyelenggara gelaran turnaman paling bergengsi antara negara Asia, FIBA Asia Cup, pada 12 hingga 24 Juli 2022. Kemudian, pada 2023, Indonesia juga menjadi tuan rumah bersama gelaran FIBA World Cup. Indonesia akan bekerja sama dengan Filipina dan Jepang dalam menggelar edisi ke-19 basket putra internasional tersebut.

“Kita akan menjadi tim tuan rumah FIBA Asia Cup tahun ini dan menjadi tuan rumah FIBA World Cup. Jadi, kami memang mempersiapkan diri dengan serius. Prestasi ini menjadi motivasi tambahan buat tim,” kata Nirmala.

Jalannya pertandingan

Tim Indonesia mampu unggul di quarter pertama dari Filipina. Namun pada quarter kedua, timnas Indonesia ditahan imbang. Pertandingan berjalan ketat di quarter ketiga, di mana kedua tim saling kejar poin hingga 60-60.

Memasuki quarter ke-4, Indonesia sempat unggul lebih dulu 65-60. Indonesia masih terus unggul dari raja basket Asia Tenggara itu sampai 78-72.

 

Pertandingan semakin ketat saat Filipina terus menempel Indonesia dengan 79-76 saat pertandingan tersisa 1 menit. Skor bahkan sempat 81-79 saat Filipina mendapatkan tiga poin.

Ketika pertandingan tersisa enam detik, Indonesia menambah keunggulan jadi 83-79. Indonesia mendapatkan keunggulan dari beberapa pelanggaran yang dilakukan pemain Filipina, sehingga bisa unggul 85-81 pada akhir pertandingan.

Sebelum memasuk lapangan, Menpora Zainudin Amali membakar semangat para pemain untuk membalas apa yang dilakukan Filipina pada SEA Games 2019 di Manila. “Ini kesempatan untuk mencetak sejarah karena ini lawannya sama. Buktikan jika kalian lebih baik dari mereka dan kembali ke Tanah Air dengan membawa medali emas. Bisa ya emas,” kata Menpora.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (erickthohir)


Jangan Lupa Bahagia

Kebahagiaan sesungguhnya datang dari kemampuan memaknai hidup dan nilai-nilai yang dijunjung.

SELENGKAPNYA

Zainab binti Abu Salamah Tumbuh di Bawah Asuhan Rasulullah

Zainab meriwayatkan hadis tentang ketentuan masa berkabung untuk seorang perempuan.

SELENGKAPNYA

Batavia Kolonial dan Jakarta Soekarno

Setelah kemerdekaan, Jakarta berubah total. Sejumlah patung dan tempat yang menggambarkan masa kejayaan kolonail dihancurkan.

SELENGKAPNYA
×