Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

23 May 2022, 03:45 WIB

Ujian Seorang Mukmin

Tidak ada jalan lain kecuali bersabar dalam menghadapi ujian keimanan.

OLEH IMAM NUR SUHARNO 

Seseorang tidak dibiarkan begitu saja menyatakan dirinya beriman. Pernyataan keimanan membutuhkan bukti bukan sekadar janji, sehingga terbukti siapa yang benar-benar beriman, pura-pura beriman, dan tidak beriman. Untuk itu, seorang Mukmin harus siap-siap diuji keimanannya.

Allah SWT berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS al-Ankabut [29]: 2).

Pun, dalam hadis, dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Ujian senantiasa menimpa orang Mukmin pada diri, anak dan hartanya hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu kesalahan pun atasnya.” (HR Tirmidzi).

Sesungguhnya hidup ini adalah ujian. Allah SWT menegaskan melalui firman-Nya, “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS al-Mulk [67]: 2).

Jika demikian, tidak ada jalan lain kecuali bersabar dalam menghadapi ujian keimanan. Sabar ini merupakan tanda keimanan. Bagi seorang Mukmin akan tetap dalam kebahagiaan ketika diuji, karena ia meyakini bahwa Allah menginginkan kebaikan baginya.

Nabi SAW bersabda, “Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR Tirmidzi).

Dalam hadis lain, “Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR Ibnu Majah).

 
Bagi seorang Mukmin akan tetap dalam kebahagiaan ketika diuji, karena ia meyakini bahwa Allah menginginkan kebaikan baginya.
 
 

Adapun bentuk-bentuk dari ujian keimanan itu dijelaskan dalam firman Allah SWT, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sesuatu (sedikit) ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS al-Baqarah [2]: 155).

Dalam ayat tersebut ditutup dengan sebuah janji kabar yang menggembirakan bagi orang-orang yang mampu bersabar dalam menghadapi ujian keimanan. Yaitu, disediakan kamar-kamar di surga (QS al-Furqan [25]: 75), pahala yang tidak terbatas (QS az-Zumar [39]: 10), ampunan dan rahmat Allah (QS al-Baqarah [2]: 157), dan petunjuk dari Allah (QS al-Baqarah [2]: 157).

Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar mampu bersabar dalam menerima ujian keimanan dan meraih balasan yang dijanjikan. Amin.


Lahirnya Kekhalifahan Baru di Kordoba

Abdurrahman III memaklumkan dirinya sebagai khalifah Umayyah di Kordoba.

SELENGKAPNYA

Sejarah Awal Kekhalifahan Kordoba

Munculnya Daulah Abbasiyah bukanlah akhir bagi Bani Umayyah. Di Eropa, mereka menjadi khalifah baru.

SELENGKAPNYA

Balas Keburukan dengan Kesabaran

Dengan kesabaran, jiwa dan pikiran menjadi lebih tenang sehingga siap menemukan solusi.

SELENGKAPNYA
×