Syekh Ali Jaber (kanan) memberikan Alquran kepada warga Suku Anak Dalam (SAD) yang bermukim di Desa Berumbung Bandung III atau kawasan sekitar Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Jambi. | ANTARA FOTO

Kitab

22 May 2022, 04:46 WIB

Untaian Hikmah Ahli Alquran

Alquran adalah segalanya bagi umat Islam. Inilah kunci kebahagiaan.

 

OLEH MUHYIDDIN

Beruntunglah orang-orang yang hatinya terpaut pada Alquran. Mereka adalah Mukminin yang rajin menyimak, membaca, atau bahkan menghafalkan Kitabullah.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang disibukkan oleh Alquran daripada berzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku.”

Teladan dalam mencintai Alquran ditunjukkan kalangan alim ulama. Di antara mereka adalah seorang mubaligh yang lahir di Arab Saudi, tetapi aktif berdakwah di Indonesia. Dialah Syekh Ali Jaber (1976-2021).

Mubaligh kelahiran Madinah al-Munawwarah itu telah menekuni tadarus Alquran sejak kecil. Melalui didikan ayahnya, pemilik nama asli Ali Saleh Muhammad Ali Jaber itu semakin giat mengaji. Bahkan, dalam usia 11 tahun tokoh yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) sejak 2012 itu sudah menjadi seorang hafiz.

Sebelum hijrah ke Indonesia, ia telah mendalami ilmu-ilmu keislaman kepada para masyayikh terkemuka, seperti Syekh Muhammad Ramadhan dan Syekh Said Adam.

photo
Syekh Ali Jaber (kanan) berbincang dengan Muhammad Al Gifari (kiri) saat pertemuannya di sela acara Milad Yayasan Nuurun Nisaa di Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/10). Dalam pertemuannya tersebut, Syekh Ali Jaber berencana memberangkatkan umrah Muhammad Al Gifari atau yang akrab disapa Akbar dan mengangkatnya menjadi anak angkat. Foto: Abdan Syakura/Republika - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Sebagai seorang dai, telah berbagai daerah di Tanah Air disambangi Syekh Ali Jaber untuk menyebarkan syiar Islam. Begitu banyak petuah dan nasihat disampaikannya kepada umat.

Semasa hidupnya, ia juga dapat berkarya untuk “mengabadikan” dakwah yang telah dilakukannya. Dengan begitu, generasi di kemudian hari masih dapat menerima pemahaman dan ilmu darinya.

Buku Cahaya dari Madinah menghimpun belasan ceramah yang pernah diberikan Syekh Ali Jaber di berbagai kesempatan. Ada 11 teks dakwah yang termuat di dalam karya itu. Semuanya memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya menanamkan dalam diri tiap Muslim kecintaan akan Alquran al-Karim.

Alquran datang dari sisi Allah Ta’ala. Inilah kitab suci, petunjuk bagi umat manusia. Dengan mengimaninya, setiap insan akan terbebas dari kejahilan dan keburukan. Sehingga, mereka menempuh jalan lurus yang diterangi petunjuk-Nya.

 
Semua ceramahnya memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya menanamkan dalam diri tiap Muslim kecintaan akan Alquran al-Karim.
 
 

Dalam Cahaya dari Madinah, Syekh Ali Jaber menjelaskan, setiap orang perlu menjadikan Alquran sebagai pegangan hidup. Kitabullah merupakan pedoman orang-orang yang beriman dalam menjalani usia di dunia ini.

Melalui karyanya ini, sang syekh berupaya membumikan Alquran di tengah umat. Dalam arti, masyarakat diajak untuk selalu berinteraksi dengan Kitabullah, sebanyak-banyak dan sesering mungkin. Harapannya, seluruh Muslimin Tanah Air akan memperoleh curahan rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala, sebab kedekatan mereka dengan Kalamullah.

Dalam sebuah bab di Cahaya dari Madinah, dai yang dikenal murah senyum ini menuturkan pengalamannya saat mengunjungi daerah-daerah. Ia pernah menjumpai seorang yang memiliki disabilitas. Kedua mata orang tersebut tidak dapat melihat. Namun, lanjut Syekh Ali Jaber, siapa sangka lelaki itu rajin mengkhatamkan Alquran berkali-kali dalam satu bulan.

Menurut mubaligh ini, pria itu merupakan contoh insan yang terang hatinya. Bandingkan dengan masa sekarang. Banyak orang sehat matanya, tetapi buta hatinya.

“Maka janganlah melewatkan satu hari pun untuk tidak membaca Alquran. Selalu melihat Alquran sebanyak-banyaknya agar kita mendapatkan ampunan (dari Allah) atas dosa mata yang kita lakukan,” tulis dia.

 
Maka janganlah melewatkan satu hari pun untuk tidak membaca Alquran. Selalu melihat Alquran sebanyak-banyaknya agar kita mendapatkan ampunan atas dosa mata yang kita lakukan.
 
 

Syekh Ali menjelaskan, Alquran adalah segalanya bagi umat Islam. Inilah kunci kebahagiaan yang sejati untuk setiap Muslim. Orang-orang yang senantiasa menghabiskan waktu bersama Alquran, kata dia, insya Allah terjamin akan husnul khatimah.

Ia pun mengingatkan para pembaca ihwal wasiat Allah untuk manusia. Hal itu sebagaimana termaktub dalam Alquran surah Ali Imran ayat 102. Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah.” Takwa ternyata bukanlah wasiat dari ulama ataupun wali, melainkan Allah Ta’ala.

Pada pembahasan selanjutnya, imam Masjid Nabawi itu memaparkan perihal kelebihan anak-anak yatim. Menurut dia, mereka begitu penting dalam pandangan Islam.

Dalam surah ad-Duha, Allah SWT menceritakan kondisi dan keadaan Rasulullah SAW kala beliau menjadi seorang yatim. Setelah itu, Allah juga memerintahkan umat Islam untuk memberikan perhatian kepada kelompok ini.

Dalam buku setebal 80 halaman ini, Syekh Ali mengungkapkan pandangannya tentang tema kebangsaan. Ia mengatakan, Islam berperan besar dalam menebarkan kedamaian dan kemaslahatan di negeri ini. Berbuat untuk Tanah Air adalah amalan yang karimah. Perbuatan tersebut adalah bekerja mewujudkan gerakan-gerakan yang berguna bagi bangsa Indonesia.

Selain itu, penulis juga membahas tentang pentingnya sikap tolong-menolong dalam kebaikan (ta’awun). Itu berfungsi sebagai penguat sendi-sendi bernegara. Ia memandang, tanda khusus kekuatan umat Islam, apalagi sebagai elemen bangsa Indonesia, ditandai dengan adanya ta’awun serta kebersamaan umat.

Banyak tema menarik lainnya yang dibahas Syekh Ali dalam buku ini. Di antaranya adalah ihwal pentingnya pendidikan dalam Islam. Kemudian, rahasia di balik ibadah haji. Di samping itu, ia mengungkapkan beberapa tips dalam membentuk keluarga yang sakinah, yakni sesuai dengan akhlak Alquran.

Di dalam Kitabullah, ada banyak kisah keluarga yang mendapatkan pujian dari Allah Ta’ala. Syekh Ali mengingatkan, sekitar 70 persen kandungan Alquran adalah kisah-kisah. Maka ambil ibrah atau pelajaran darinya.

Beberapa kisah di sana menampilkan gambaran kehidupan keluarga para nabi, beserta istri dan anak-anaknya. Mereka haruslah menjadi model bagi Muslimin dalam membina rumah tangga.

Salah satu kisah di dalam Alquran menuturkan sosok Nabi Ibrahim AS dan istri-istrinya, yakni Siti Sarah dan Siti Hajar. Di samping itu, ada pula anak-anak mereka, yakni Ismail dan Ishaq. Banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah keluarga itu.

Umat Islam juga dapat mengambil pelajaran dari cerita yang menampilkan idealnya hubungan antara bapak dan anak. Sebut saja, kisah Luqman al-Hakim dan nasihat-nasihat kepada putranya. Alquran juga menyampaikan perihal bagaimana orang tua menyayangi anak perempuannya. Simak saja kisah Ali Imran dan Maryam, yang akhirnya menjadi ibunda Nabi Isa AS.

Secara keseluruhan, Cahaya dari Madinah berupaya menerapkan sebuah hadis yang diriwayatkan dari ummul mukminin ‘Aisyah RA. Seorang sahabat bertanya, “Wahai Siti Aisyah, berikanlah kepada kami gambaran bagaimana akhlak Rasulullah SAW!”

Dijawabnya, “Akhlak beliau adalah Alquran.”

Menurut Syekh Ali Jaber, jawaban Siti ‘Aisyah itu memang singkat, tetapi amat dalam maknanya. Karena itu, jika mau mengetahui tentang akhlak Nabi SAW, maka lihatlah Alquran. Karena, Rasulullah SAW adalah Alquran yang berjalan.

Semua materi dalam karya ini diambil dari ceramah-ceramah Syekh Ali Jaber di berbagai tempat. Di bagian akhir buku tersebut, ada catatan tentang tanya-jawab, yakni antara jamaah dan sang syekh. Deret pertanyaannya berkisar macam-macam topik, mulai dari agama, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.

Sesuai dengan judulnya, Cahaya dari Madinah memberikan secercah cahaya baru untuk meningkatkan pengetahuan keislaman. Materi dakwah yang disampaikan Syekh Ali dalam buku ini menggambarkan keluwesannya berdakwah.

Dalam menyebarkan syiar, dai tersebut memang mengutamakan komunikasi yang santun dan tutur kata yang lembut. Inilah pesan rahmatan lil ‘alamin, salah satu sifat agama Islam.

photo
Buku ini menghimpun kumpulan ceramah seorang ulama Madinah yang giat berdakwah di Indonesia hingga tutup usianya. Dialah Syekh Ali Jaber. - (DOK MARKETPLACE)

DATA BUKU

Judul: Cahaya dari Madinah

Penulis: Syekh Ali Jaber

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Tebal: 180 halaman


Keajaiban Syukur

Tanpa hidup bersyukur, sejatinya kita akan gagal dan jauh dari kesuksesan hidup.

SELENGKAPNYA

Iklan Kuota Kurban Terbatas

Setiap informasi dan konten iklan harus jujur dan tidak boleh ada manipulasi atau kebohongan.

SELENGKAPNYA

Kesucian Jiwa

Setelah jiwa kita bersih dari kotoran, kita harus mengisinya dengan kebaikan.

SELENGKAPNYA
×