Petugas amil zakat melayani warga yang membayar zakat fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/4/2022). Baznas Masjid Istiqlal membuka layanan zakat fitrah hingga malam takbiran dengan besaran 3,5 liter atau 2,7 kilogram beras atau uang sebesar Rp 50 | Republika/Putra M. Akbar

Khazanah

20 May 2022, 14:34 WIB

Dunia Akui Tata Kelola Zakat Baznas

Baznas berencana memublikasikan jumlah penerimaan zakat dari PNS.

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali meraih penghargaan internasional. Kali ini Baznas memperoleh dua penghargaan pada ajang Global Good Governance (3G) tahun 2022 dari Cambridge International Financial Advisory (IFA).

Dalam ajang itu, Baznas meraih penghargaan pada kategori 3G Championship Award in Capacity Building dan 3G Leadership Award in Community Development and Philanthropy. Cambridge IFA memberikan penghargaan ini untuk lembaga yang memiliki tata kelola yang baik dan memiliki komitmen pada kesejahteraan sosial. Penyerahan penghargaan digelar secara hybrid yang disiarkan langsung dari Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (18/5).

"Kami sangat bangga atas apresiasi yang diberikan. Semoga penghargaan ini dapat memacu kami untuk terus memberikan yang terbaik di tengah masyarakat yang membutuhkan," ujar Ketua Baznas Prof Noor Achmad melalui keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (19/5).

photo
Deputi I Bidang Pengumpulan Baznas, M Arifin Purwakananta (kanan) bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Noor Achmad (kiri) dan Wakil Ketua Baznas RI, Mokhamad Mahdum (kanan) dan konferensi pers di Gedung Baznas, Jalan Matraman, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Pada kategori 3G Championship Award in Capacity Building, Baznas mendapat pengakuan atas kontribusinya terhadap pembangunan dan pengembangan infrastruktur untuk mendukung prinsip dan praktik perlindungan lingkungan dan ekosistem berkelanjutan.

Sedangkan pada kategori 3G Leadership Award in Community Development and Philanthropy, Baznas dinilai berhasil mentransformasikan masyarakat dalam hal kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, dan pemerintahan, termasuk pentingnya peran filantropi bagi pembangunan masyarakat.

Noor menyampaikan, penghargaan ini menjadi pelecut semangat dalam memaksimalkan potensi zakat dan terus mengembangkan ekosistem zakat. Menurut dia, dengan masyarakat yang akrab dengan zakat, semakin banyak yang menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalu Baznas.

“Hal itu berimbas pada semakin banyaknya mustahik yang terbantu melalui program yang dicanangkan," kata dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, dia menambahkan, Baznas kerap dianugerahi penghargaan, baik skala nasional maupun internasional. Pada ajang serupa pada 2021, Baznas sukses meraih dua penghargaan pada kategori Global Good Governance (3G) Humanitarian Award dan 3G SDGs Champion Award. Sedangkan pada 2020, Baznas menyabet penghargaan di kategori 3G SDGs Champion Award.

Ucapan syukur atas diraihnya penghargaan ini juga disampaikan Deputi I Bidang Pengumpulan Baznas, Arifin Purwakananta. "Mudah-mudahan penghargaan Global Good Governance atau 3G yang diterima Baznas bisa dijadikan semacam tanda bahwa dunia sudah mengakui Baznas dalam pengelolaan zakat," kata dia kepada Republika di kantor Baznas Pusat, Jakarta, Rabu (18/5).

Arifin mengatakan, penghargaan 3G ini menjadi alat bagi Baznas untuk terus menambah semangat. Baznas akan terus mencoba untuk meningkatkan kinerjanya sehingga semakin dipercaya oleh publik.

photo
Baznas berhasil meraih penghargaan internasional dalam ajang Global Good Govermance (3G) 2022 yang diselenggarakan Cambridge International Financial Advisory (IFA) sebagai lembaga yang memiliki tata kelola yang baik dan komitmen untuk kesejahteraan sosial. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Terkait penghargaan 3G, Arifin mengatakan, yang dinilai oleh Cambridge IFA adalah semakin baiknya pengelolaan zakat di Baznas dan ini menjadi salah satu kunci Baznas mendapatkan penghargaan 3G. Menurut dia, 3G menjadi salah satu parameter yang penting bagi Baznas untuk terus meningkatkan kinerja serta meningkatkan tata kelola dan pengelolaan zakat yang baik.

"Agar pelaksanaan tata kelola zakat di Baznas ini bisa menjadi model bagi gerakan zakat di negara-negara lain," ujar Arifin.

Masyarakat Indonesia sudah dianggap paling dermawan. Maka kalau membaca World Giving Index 2021, dituliskan bahwa kedermawanan masyarakat Indonesia itu didorong oleh praktik zakat. “Artinya, tantangan yang ada membuat masyarakat semakin dermawan, didorong oleh kehadiran pelaksanaan dan pelayanan zakat di Tanah Air,” katanya.

 
Tantangan yang ada membuat masyarakat semakin dermawan, didorong oleh kehadiran pelaksanaan dan pelayanan zakat di Tanah Air.
 
 

Arifin berharap, julukan masyarakat paling dermawan itu selalu ditujukan bagi bangsa Indonesia. Tentu saja negara-negara lain ingin juga dicatat sebagai negara yang dermawan. “Tapi, kita juga ingin sekali memberikan pelayanan dan terus memperbaiki kinerja Baznas agar kepercayaannya terjaga," ujar Arifin.

Sementara pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum menginformasikan, Baznas berencana memublikasikan jumlah penerimaan zakat dari pegawai negeri sipil (PNS) berdasarkan kementeriannya. Dengan demikian, bisa diketahui jumlah penghimpunan zakat dari PNS di berbagai kementerian.

Langkah memublikasikan jumlah penghimpunan zakat dari PNS ini, menurut dia, supaya dapat diketahui bagaimana para pimpinan kementerian menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo. Sebab sudah ada arahan atau instruksi dari Presiden terkait pengumpulan zakat di kementerian.


Jokowi Buka Keran Ekspor CPO 

Jokowi mengakui harga minyak goreng di beberapa daerah masih relatif tinggi.

SELENGKAPNYA

Menkeu Pastikan Harga Pertalite tak Naik

Menkeu mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi ke Banggar DPR.

SELENGKAPNYA

Indonesia Juara Umum Panahan SEA Games

Karate Indonesia berhasil mencapai target tiga medali emas yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada SEA Games 2021.

SELENGKAPNYA
×