Petugas melayani pengisian BBM di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). Pemerintah menetapkan Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan yang dijual dengan harga Rp7.650 per liter dan Biosolar Rp5.510 per liter, sementar | ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Tajuk

20 May 2022, 03:45 WIB

Harga Pertalite Tetap

Kita tidak membayangkan berapa angka inflasi bila pemerintah juga akhirnya tidak memberikan subsidi terhadap pertalite.

Masyarakat bisa bernapas lega. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar, yang belakangan ini berembus di tengah-tengah masyarakat hanya sebatas wacana.

Pemerintah sudah memastikan tidak akan ada kenaikan harga pertalite ataupun solar. Tidak adanya kenaikan pertalite karena pemerintah memberikan subsidi untuk jenis BBM, yang saat ini menjadi konsumsi utama pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat di Tanah Air. 

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis (19/5), mengatakan, potensi beban subsidi dan kompensasi menahan gejolak harga komoditas tahun 2022 mencapai Rp 443,6 triliun. Kenaikan beban subsidi dan kompensasi tersebut terdiri atas subsidi energi yang naik dari Rp 134 triliun menjadi Rp 208,9 triliun dan kompensasi yang meningkat dari Rp 18,5 triliun menjadi Rp 234,6 triliun.

Menurut Sri Mulyani, untuk kompensasi meningkat sangat tinggi karena barang-barang yang tadinya tidak diatur juga tidak dinaikkan. Salah satunya adalah pertalite yang harganya tidak diubah dan kini mendapat subsidi, meski pada awal APBN 2022 tidak ada pos anggaran subsidi untuk pertalite.

 
Menurut Sri Mulyani, untuk kompensasi meningkat sangat tinggi karena barang-barang yang tadinya tidak diatur juga tidak dinaikkan. 
 
 

Bukan tanpa sebab pemerintah menaikkan subsidi dan kompensasi harga komoditas. Meningkatnya pendapatan pemerintah menjadi dasar kenaikan anggaran subsidi. Pemerintah memperkirakan, terdapat penambahan penerimaan negara sebesar Rp 420,1 triliun pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2022. Tambahan pendapatan negara tersebut berasal dari penerimaan perpajakan Rp 274 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp 146,1 triliun.

Meningkatnya pendapatan negara tersebut, bahkan tidak hanya anggaran subsidi dan kompensasi menahan gejolak harga komoditas yang dinaikkan. Pemerintah pun optimistis defisit APBN 2022 akan diturunkan menjadi 4,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau lebih rendah dari target, yakni 4,85 persen PDB. Secara angka, defisit anggaran tahun ini turun dari Rp 868 triliun ke Rp 840,2 triliun.

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga pertalite jelas merupakan angin segar bagi masyarakat. Belakangan ini masyarakat harus menanggung beban yang besar akibat terjadinya kenaikan harga sejumlah bahan pangan.

Kenaikan harga tersebut sangat memberatkan masyarakat yang berupaya bangkit setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Ketika masyarakat sedang menikmati masa-masa transisi dari pandemi ke endemi, bergejolaknya sejumlah harga komoditas menjadi pukulan berat. Apalagi, pemerintah pun sejauh ini belum berhasil menekan sejumlah harga pangan seperti minyak goreng, yang sudah melonjak lebih dari tiga bulan terakhir.

 
Kenaikan harga tersebut sangat memberatkan masyarakat yang berupaya bangkit setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19. 
 
 

Sejumlah harga komoditas lainnya juga ikut tergerak naik dalam hampir dua bulan terakhir ini, akibat memasuki bulan Ramadhan dan datangnya Idul Fitri. Angka inflasi yang terus naik menggambarkan harga sejumlah komoditas belakangan ini mengalami kenaikan.

Kita tidak membayangkan berapa angka inflasi bila pemerintah juga akhirnya tidak memberikan subsidi terhadap pertalite. Kenaikan inflasi tersebut akan menekan daya beli masyarakat dan keadaan ini akan sangat memengaruhi kebangkitan ekonomi nasional, setelah meredanya wabah Covid-19 di Tanah Air.

Walaupun demikian, kita pun berharap, kenaikan pendapatan pemerintah, baik dari pendapatan pajak maupun pendapatan lain-lain pada tahun ini, yang membuat pemerintah menaikkan angka subsidi tercapai. Kita tidak ingin pada akhir tahun, defisit APBN meningkat akibat target tambahan pendapatan yang disampaikan menteri keuangan meleset. 


Dua Sisi Teknologi Robotik

Tak selamanya kehadiran robot menjadi ancaman bagi manusia.

SELENGKAPNYA

Netralitas ASEAN Diuji

Tekanan AS soal Rusia-Ukraina membayangi pertemuan puncak di Kamboja (ASEAN Related Summit), Indonesia (G20), dan Thailand (APEC). Bagaimana respons ketiga negara itu?

SELENGKAPNYA

Kecerdasan Artifisial Tingkatkan Kinerja LKS

LKS menjadi penggerak keuangan syariah.

SELENGKAPNYA
×