Warga melintas didepan Bank Syariah Indonesia, Banda Aceh, Aceh, Kamis (29/4/2021). Pemerintah Aceh telah memberlakukan peraturan daerah (Qanun) nomor 11/2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang mewajibkan semua perbankan di provinsi yang telah me | ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

Ekonomi

19 May 2022, 06:21 WIB

Kecerdasan Artifisial Tingkatkan Kinerja LKS

LKS menjadi penggerak keuangan syariah.

JAKARTA -- Penggunaan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mampu meningkatkan kinerja lembaga keuangan syariah (LKS). Hal itu telah dirasakan platform teknologi finansial (tekfin) syariah yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan pangsa pasar.

CEO Alami Group Dima Djani menyampaikan potensi tekfin syariah pun masih sangat luas di pasar global. Hal itu didorong oleh perkembangan industri halal seiring dengan peningkatan tren gaya hidup Islami. "Potensi tersebut harus disambut dengan merevolusi industri keuangan syariah melalui teknologi salah satunya AI," kata dia dalam sebuah webinar, Rabu (18/5).

Menurut Global Islamic Fintech Report 2021, ada 250 tekfin syariah di seluruh dunia dan mayoritas beroperasi di Asia atau sekitar 25,7 persen. Total nilai pasar di negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mencapai 49 miliar dolar AS. Jumlah tersebut hanya menyumbang 0,72 persen dari total nilai pasar tekfin global berdasarkan volume transaksinya.

Dima mengatakan, Alami dengan bantuan teknologi ingin mengisi celah pembiayaan di sektor UMKM. Menurut dia, financing gap pada 2019 tercatat sekitar 165 miliar dolar AS. Teknologi seperti AI dapat digunakan untuk mempermudah proses penyaluran pembiayaan.

Dia menjelaskan, AI dapat menurunkan biaya operasional karena efisiensi dari otomasi, mengurangi kesalahan, dan punya sumber utilitas yang lebih baik. AI juga digunakan untuk meningkatkan pengawasan risiko pembiayaan dan pengambilan keputusan. "Menurut penelitian, implementasi AI sendiri mengurangi biaya operasional dalam jasa finansial hingga 22 persen," katanya.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengatakan, industri tekfin berkembang signifikan dalam satu dekade terakhir di Indonesia. Perannya terbukti membawa manfaat bagi umat, khususnya yang kesulitan akses jasa perbankan.

Teknologi telah memainkan peran yang sangat signifikan dalam menjangkau lebih banyak masyarakat. Oleh karena itu, industri tekfin, khususnya tekfin syariah, dia sebut perlu terus membantu agenda peningkatan inklusi keuangan.

"Tekfin didorong untuk menyediakan alternatif penyediaan jasa keuangan bagi masyarakat dengan biaya yang efisien, mudah, dan tetap aman," katanya.

Penerapan teknologi juga tengah dikembangkan di sektor wakaf. Badan Wakaf Indonesia (BWI) mendorong pengembangan ekosistem digital wakaf dalam dua tahun ke depan.

Wakil Ketua BWI Imam Teguh Saptono mengatakan, inisiatif digitalisasi tersebut meliputi integrasi data, transaksi, informasi, dan komunikasi. "Kita dorong juga layanan daring, penghimpunan secara digital, dan beberapa inovasi produk digital," kata Imam.

photo
ILUSTRASI Artificial intelligence. Penggunaan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mampu meningkatkan kinerja lembaga keuangan syariah - (Freepik)

Layanan daring tersebut termasuk registrasi untuk nazir, asset replacement, pelaporan elektronik, dan data aset. Sementara itu, untuk penghimpunan digital di antaranya melalui katalog digital wakaf nasional dan QRIS.

Sejumlah inovasi produk yang disiapkan adalah wakaf manfaat asuransi, wakaf korporasi, wakaf saham, wakaf profesional, dan penggunaan teknologi blockchain. Transformasi digital tersebut akan membutuhkan kolaborasi baik dari sisi internal maupun eksternal BWI.

Dia menekankan, integrasi data akan sangat bermanfaat untuk membangun kepercayaan dari masyarakat. Teknologi melahirkan transparansi sehingga dorongan pada gerakan filantropi akan semakin besar. 


Saatnya Garuda Membalas

Indonesia akan menghadapi Thailand pada laga semifinal sepak bola SEA Games.

SELENGKAPNYA

Kembalinya Subaru dan Ford di Indonesia

Ford dan Subaru menyatakan, bakal memperkuat jaringan dengan menghadirkan dealer-dealer baru.  

SELENGKAPNYA

Erick Dorong Standardisasi Kilang Pertamina

Insiden Kilang Pertamina Balikpapan menyebabkan terganggunya operasional unit Plant 5.

SELENGKAPNYA
×