Mobil listrik berjejer di stasiun pengisian daya listrik di Auckland, Selandia Baru, pada 2021. | Michael Craig/ NZ Herald photograph via AP

Internasional

18 May 2022, 03:45 WIB

Selandia Baru Bantu Warga Ganti Mobil Ramah Lingkungan

Penggantian mobil ramah lingkungan ini bagian dari rencana menyeluruh mengurangi emisi gas rumah kaca.

WELLINGTON -- Pemerintah Selandia Baru akan membantu membayar keluarga berpenghasilan rendah untuk membuang kendaraan lama yang boros bahan bakar dan menggantinya dengan mobil hibrida atau listrik yang lebih bersih, Senin (16/5).

Bantuan ini sebagai bagian dari rencana menyeluruh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. "Ini adalah hari penting dalam transisi kami ke masa depan rendah emisi," kata Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam sebuah pernyataan.

Rencana tersebut akan menghabiskan 569 juta dolar Selandia Baru untuk program uji coba sebagai bagian dari rencana yang lebih besar. Rencana lanjutan mencakup subsidi bagi bisnis untuk mengurangi emisi, peralihan ke armada bus yang sepenuhnya ramah lingkungan pada 2035, dan limbah makanan untuk sebagian besar rumah tangga pada akhir dekade.

"Kita semua telah melihat laporan terbaru tentang kenaikan permukaan laut dan dampaknya di sini di Selandia Baru. Kita tidak bisa membiarkan masalah perubahan iklim lalu semuanya terlambat untuk diperbaiki," kata Ardern.

Rencana tersebut merupakan langkah menuju janji yang dibuat negara berdasarkan Perjanjian Paris 2016 tentang perubahan iklim. Tindakan tersebut perlu dilakukan agar Selandia Baru mencapai tujuan untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2050.

photo
Mobil listrik diisi daya di stasiun pengisian daya listrik di Auckland, Selandia Baru, pada 2021. - ((Jason Oxenham/New Zealand Herald via AP))

Ardern mengatakan, setiap komunitas dan sektor memiliki peran untuk dimainkan. Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil akan membantu melindungi rumah tangga dari kenaikan harga yang bergejolak.

Rencana tersebut juga menetapkan target untuk mengurangi total perjalanan mobil sebesar 20 persen selama 13 tahun ke depan dengan menawarkan pilihan transportasi yang lebih baik di kota-kota. Selanjutnya, akan ada pilihan yang lebih baik untuk pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Program-program tersebut akan didanai dari 4,5 miliar dolar Selandia Baru dari dana tanggap darurat iklim. Pejabat mengatakan, program ini akan dibiayai dana pajak dari pelaku pencemaran pencemar dan bukan dari pajak rumah tangga.

Namun, rencana tersebut masih kurang pada beberapa detail, termasuk untuk program penggantian kendaraan boros. Beberapa kritikus pun mengatakan, Selandia Baru terus memberikan kemudahan bagi industri pertanian besar negara itu, yang berkontribusi sekitar setengah dari total emisi gas rumah kaca. Meski tetap diakui bahwa industri itu penting bagi perekonomian sebagai penghasil ekspor terbesar negara itu.

"Beberapa kebijakan yang diumumkan, seperti sistem cash-for-clunkers, terbukti tidak masuk akal dan telah dicoba dan gagal di luar negeri,” kata pemimpin Partai ACT David Seymour. Dia menekankan, konsumen harus dapat memilih cara mereka mengurangi emisi melalui skema perdagangan emisi berbasis pasar.  ';

Wajib Masker Dilonggarkan

Pelonggaran wajib masker menjadi bagian program transisi dari pandemi menuju endemi Covid-19.

SELENGKAPNYA

Gereja Kutuk Arogansi Polisi Israel 

Rekaman kamera menunjukkan pasukan Israel menyerbu gedung tempat jenazah Abu Akleh disemayamkan.

SELENGKAPNYA

The Great Replacement Kaitkan Buffalo dan Christchurch

Pakar mengatakan semakin banyak anak muda kulit putih yang terinspirasi penembakan massal bermotif rasial.

SELENGKAPNYA
×